Hari Pendidikan Nasional tidak hanya seremoni tahunan saja, melainkan pengingat akan pentingnya akses pengetahuan bagi setiap anak bangsa.
Tahun ini, dengan tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", kita diajak untuk menyadari bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.
Untuk menyemarakkan peringatan Hardiknas 2026, Kawan GNFI, berikut adalah kumpulan 35 kutipan inspiratif yang cocok dibagikan di media sosial (Instagram, TikTok, hingga Facebook) atau dijadikan bahan refleksi diri sendiri.
Kutipan Tokoh Pendidikan (Ki Hajar Dewantara dan Tokoh Bangsa)
“Seorang pemimpin sejati adalah pemimpin yang mampu memimpin dengan hati dan berpijak pada moralitas yang benar.” (Ki Hajar Dewantara)
“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” (Ki Hajar Dewantara)
Among System kita yaitu: menyokong kodrat alamnya anak-anak yang kita didik, agar dapat mengembangkan hidupnya lahir dan batin menurut kodratnya sendiri-sendiri.” (Ki Hajar Dewantara)
"Kamu tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi kamu harus memulai untuk menjadi luar biasa." (Zig Ziglar)
“Di dalam hidupnya anak-anak adalah tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan yang amat penting baginya, yaitu alam keluarga, alam perguruan dan alam pergerakan pemuda.” (Ki Hajar Dewantara)
“Sesungguhnya, hidup itu ibarat sebuah buku. Siapa yang tidak pernah belajar, sama saja dengan buku yang tidak pernah dibaca.” (Ki Hajar Dewantara)
“Dengan ilmu kita menuju kemuliaan.” (Ki Hajar Dewantara)
“Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” (Ki Hajar Dewantara)
"Kemarin aku pandai, jadi aku ingin mengubah dunia. Hari ini aku seorang bijak, jadi kuputuskan untuk mengubah diriku sendiri." (Maulana Jalaludin Rumi)
“Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk kehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).” (Ki Hajar Dewantara)
“Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan batin serta keselamatan hidup lahir.” (Ki Hajar Dewantara)
"Belajarlah sebanyak kau bisa selagi muda, karena hidup nanti menjadi terlalu sibuk." (Dana Stewart Scott)
“Pengaruh pengajaran itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir, sedang merdekanya hidup batin terdapat dari pendidikan.” (Ki Hajar Dewantara)
“Ada satu kebebasan yang lebih tinggi daripada kebebasan politik, yaitu kebebasan untuk memilih cara hidup sendiri, kebebasan untuk memilih cara hidup yang dibenarkan oleh hati nurani dan kebijaksanaan.” (Ki Hajar Dewantara)
"Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan." (Tan Malaka)
“Tak ada orang yang lahir sebagai musuh. Hanya ketidaktahuan dan ketidak-pahaman yang menciptakan permusuhan.” (Ki Hajar Dewantara)
“Di mana ada kemerdekaan di situ harus ada disiplin yang kuat. Sungguh disiplin itu bersifat self disiplin, yaitu kita sendiri mewajibkan dengan sekeras-kerasnya. Dan peraturan yang sedemikian itu harus ada di dalam suasana yang merdeka.” (Ki Hajar Dewantara)
“Guru jangan hanya memberi pengetahuan yang perlu dan baik saja tetapi harus juga mendidik si murid akan dapat mencari sendiri pengetahuan itu dan memakainya guna amal keperluan umum. Pengetahuan yang baik dan perlu itu yang manfaat untuk keperluan lahir batin dalam hidup bersama.” (Ki Hajar Dewantara)
“Anak-anak tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” (Ki Hajar Dewantara)
"Kapasitas masa depanmu bergantung pada buku apa yang kamu baca dan dengan siapa kamu bergaul." (Bong Candra)
“Dunia pendidikan tak lepas dari para pengajar alias guru, para pejuang tulus tanpa tanda jasa yang mencerdaskan kehidupan bangsa.” (Ki Hajar Dewantara)
“Dengan budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri. Inilah manusia beradab dan itulah maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya.” (Ki Hajar Dewantara)
“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan.” (Pramoedya Ananta Toer)
“Guru adalah seorang pejuang tulus tanpa tanda jasa mencerdaskan bangsa.” (Ki Hajar Dewantara)
“Jika ingin mengubah dunia, mulailah dengan mengubah diri sendiri.” (Ki Hajar Dewantara)
“Membaca adalah jendela dunia. Tetapi tidak hanya itu, membaca juga adalah sebuah kunci yang dapat membuka pintu-pintu rahasia ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.” (Ki Hajar Dewantara)
“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.” (Di depan memberi contoh, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan) (Ki Hajar Dewantara)
“Melalui ngerti, ngrasa, lan nglakoni (menyadari, menginsyafi, dan melakukan), budi pekerti yang dibentuk untuk merdeka dan mandiri akan hadir adab.” (Ki Hajar Dewantara)
"Pendidikan adalah satu-satunya kunci untuk membuka dunia ini, serta paspor untuk menuju kebebasan." (Oprah Winfrey)
“Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup. Pendidikan itu sendiri adalah kehidupan.” (Ki Hajar Dewantara)
“Pendidikan sejati adalah pendidikan yang mengajarkan kita untuk hidup bersama, untuk saling menghargai, untuk saling membantu, untuk saling mencintai.” (Ki Hajar Dewantara)
“Mempunyai ketetapan, tidak tergoyahkan, berisi dengan berilmu pengetahuan, hingga yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa apa yang dilakukannya adalah benar dan baik.” (Ki Hajar Dewantara)
“Tidak ada anak yang bodoh. Yang ada hanya guru yang tidak tahu cara mengajar.” (Ki Hajar Dewantara)
“Percaya, tegas, penuh ilmu hingga matang jiwanya, serta percaya diri, tidak mudah takut, tabah menghadapi rintangan apapun.” (Ki Hajar Dewantara)
“Orang yang mempunyai kecerdasan budi pekerti itu senantiasa memikir-mikirkan dan merasa-rasakan serta selalu memakai ukuran, timbangan dan dasar-dasar yang pasti dan tetap.” (Ki Hajar Dewantara)
Mari, kita jadikan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 ini untuk kembali menata niat dan aksi dalam mendukung ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


