Tidak semua proses pengembangan diri dimulai dari ruang kelas atau pelatihan formal. Bagi sebagian anak muda, perjalanan tersebut justru hadir melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat, ketika mereka belajar bekerja sama, menghadapi tantangan, dan memberi dampak nyata. Hal inilah yang dirasakan oleh Giska Adella selama mengikuti programĀ AIESEC Green Leaders 2025 sebagai Local Volunteer.
Keputusan Giska untuk bergabung dalam program tersebut berangkat dari keinginannya untuk mendapatkan pengalaman yang bermakna sekaligus memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Baginya, Green Leaders merupakan ruang belajar yang sejalan dengan minatnya, khususnya dalam kegiatan mengajar dan isu keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, kesempatan untuk berinteraksi dengan para Exchange Participants dari berbagai negara menjadi salah satu alasan yang membuatnya tertarik mengikuti program ini. Ia melihat pengalaman lintas budaya sebagai kesempatan berharga untuk bertukar sudut pandang, memahami cara berpikir yang berbeda, serta belajar bekerja sama dalam lingkungan yang beragam.
Sebelum program dimulai, Giska berharap Green Leaders dapat menjadi ruang yang suportif untuk belajar dan berkembang. Meski demikian, ia juga menyadari bahwa beradaptasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang dan perspektif berbeda tentu akan menjadi tantangan tersendiri. Namun justru dari tantangan tersebut, ia melihat adanya peluang besar untuk bertumbuh.
Kesan pertamanya ketika memasuki program adalah suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Menurutnya, lingkungan yang dibangun terasa terbuka dan mendorong setiap peserta untuk berkembang bersama. Hal tersebut membuatnya merasa lebih nyaman untuk mengekspresikan diri serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sejak awal program berlangsung.
Seiring berjalannya waktu, pandangan Giska terhadap program ini pun berkembang. Ia menyadari bahwa Green Leaders bukan hanya tentang mengikuti agenda kegiatan, tetapi juga tentang membangun hubungan yang bermakna dengan sesama peserta. Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa kerja sama tim membutuhkan rasa tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan kesadaran terhadap kontribusi masing-masing individu.

Salah satu momen paling berkesan baginya terjadi saat sesi teaching bersama para siswa. Dalam kegiatan tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai isu lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga bumi sejak dini. Bagi Giska, pengalaman tersebut terasa bermakna karena ia dapat terlibat langsung dalam proses edukasi yang berdampak nyata.
Melalui program ini, Giska juga mempelajari bahwa untuk bertumbuh dibutuhkan keberanian untuk menghadapi tantangan, keluar dari zona nyaman, serta mengambil tanggung jawab dalam tim. Pemahaman tersebut menjadi salah satu pelajaran terbesar yang ia rasakan selama mengikuti Green Leaders.
Ia juga pernah berada pada momen ketika harus mengambil inisiatif dalam kelompok, khususnya saat merancang kegiatan teaching dan menyusun konsep aktivitas yang akan dijalankan bersama tim. Dalam proses tersebut, ia menyampaikan ide-ide yang dimiliki lalu mendiskusikannya bersama anggota kelompok agar koordinasi berjalan lebih baik dan persiapan menjadi lebih matang.
Pengalaman ini mendorong Giska untuk lebih berani menyampaikan pendapat di depan umum, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta terlibat aktif dalam diskusi kelompok. Dari sana, kemampuan komunikasi, rasa percaya diri, dan gaya kepemimpinannya pun ikut berkembang. Ia merasa menjadi pribadi yang lebih aktif, terbuka, dan siap mengambil peran ketika dibutuhkan.
Bekerja bersama peserta dari latar belakang yang beragam juga memberikan sudut pandang baru baginya. Ia belajar bahwa setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda, dan perbedaan tersebut justru memperkaya proses kolaborasi. Pengalaman ini membuatnya semakin terbuka dalam menerima perspektif baru serta lebih menghargai keberagaman dalam sebuah tim.
Bagi Giska, AIESEC Green Leaders 2025 menjadi ruang yang membentuk dirinya melalui tantangan, kerja sama, dan lingkungan baru. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa proses bertumbuh tidak selalu nyaman, tetapi selalu membawa pelajaran berharga bagi mereka yang berani menjalaninya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


