Warga Jakarta sebentar lagi berpeluang mendapatkan jalur beasiswa baru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan LPDP Jakarta, program beasiswa yang konsepnya mirip dengan LPDP nasional tetapi dikhususkan untuk kebutuhan warga Ibu Kota.
Program ini disiapkan sebagai tambahan akses pendidikan bagi mahasiswa Jakarta yang ingin melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Nantinya, skema beasiswa tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan program ini diharapkan bisa membuka kesempatan lebih luas bagi warga Jakarta untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Pemprov DKI Siapkan LPDP Khusus untuk Warga Jakarta
LPDP Jakarta sedang dimatangkan Pemprov DKI bersama LPDP pusat agar sistemnya bisa segera berjalan tanpa harus membangun mekanisme baru dari awal.
Pramono menjelaskan, dana program nantinya tetap berasal dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, pengelolaan sistem dilakukan melalui kerja sama dengan LPDP nasional karena proses pembentukan sistem beasiswa secara mandiri membutuhkan waktu panjang.
Lewat skema ini, Pemprov DKI berharap program bisa lebih cepat direalisasikan dan segera dimanfaatkan masyarakat.
Konsepnya memang serupa dengan LPDP nasional, terutama dalam pembiayaan pendidikan tinggi. Bedanya, LPDP Jakarta dirancang lebih spesifik untuk kebutuhan daerah, termasuk dalam menentukan bidang studi dan arah pengembangan penerimanya.
Pramono juga menyebut program ini membuka peluang bagi mahasiswa Jakarta untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
Kampus dan Jurusan Akan Ditentukan Pemprov DKI
Meski bekerja sama dengan LPDP pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memegang kendali dalam menentukan arah program.
Mulai dari penentuan penerima beasiswa, universitas tujuan, hingga jurusan prioritas nantinya akan ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, aturan lengkap terkait skema seleksi dan prioritas bidang studi masih dalam tahap finalisasi.
Langkah tersebut dilakukan agar program beasiswa tidak hanya membantu pembiayaan pendidikan, tetapi juga mendukung kebutuhan pembangunan Jakarta dalam jangka panjang.
Karena itu, pilihan kampus dan jurusan nantinya kemungkinan akan disesuaikan dengan sektor yang dinilai penting bagi pengembangan daerah, termasuk bidang strategis yang membutuhkan tenaga ahli baru.
Hingga saat ini, Pemprov DKI belum mengumumkan daftar universitas maupun jurusan yang masuk prioritas program.
Tahap Awal Ditargetkan Kirim 100 Mahasiswa ke Luar Negeri
Pada tahap awal pelaksanaan, Pemprov DKI Jakarta menargetkan sekitar 100 mahasiswa dapat memperoleh kesempatan studi ke luar negeri melalui program ini.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan perhatian khusus bagi anak-anak Betawi dan warga Jakarta agar memiliki akses pendidikan internasional yang lebih luas.
Pramono menilai, sebagai daerah yang memiliki posisi penting di Indonesia, Jakarta perlu memberi kesempatan lebih besar kepada generasi mudanya untuk menempuh pendidikan hingga tingkat global.
Di sisi lain, Pemprov DKI sebelumnya juga telah memperluas cakupan bantuan pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.
Jika sebelumnya dukungan pendidikan lebih banyak difokuskan untuk jenjang sarjana, kini bantuan tersebut sudah dapat digunakan hingga S2 dan S3. Sementara untuk pendidikan luar negeri, jalurnya akan diarahkan melalui LPDP Jakarta.
LPDP Jakarta Masih Dimatangkan Pemprov DKI
Hingga saat ini, detail teknis LPDP Jakarta masih dalam proses finalisasi.
Pemprov DKI Jakarta bersama Bappeda, Dinas Pendidikan, serta LPDP pusat masih menyusun berbagai aturan terkait mekanisme seleksi, syarat pendaftaran, hingga sistem pengelolaan program.
Karena itu, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi terkait jadwal pendaftaran maupun syarat lengkap penerimaan beasiswa.
Meski belum resmi dibuka, rencana kehadiran LPDP Jakarta memberi sinyal bahwa akses pendidikan tinggi kini semakin menjadi perhatian pemerintah daerah. Bagi banyak warga Jakarta, terutama yang selama ini terkendala biaya pendidikan, program ini bisa menjadi peluang baru untuk melanjutkan studi hingga ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke kampus luar negeri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


