mengenal dekat bendungan sengguruh penjaga das brantas di malang selatan - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Dekat Bendungan Sengguruh, Penjaga DAS Brantas di Malang Selatan

Mengenal Dekat Bendungan Sengguruh, Penjaga DAS Brantas di Malang Selatan
images info

Mengenal Dekat Bendungan Sengguruh, Penjaga DAS Brantas di Malang Selatan


Di wilayah selatan Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, berdiri sebuah bendungan yang punya peran besar bagi pengelolaan air dan energi di Jawa Timur. Bendungan Sengguruh menjadi bagian penting dalam sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang menopang kebutuhan banyak wilayah.

Lokasinya sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Malang. Bendungan Sengguruh menyimpan fungsi strategis sebagai pengendali sedimentasi sekaligus penyuplai energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Keberadaannya menjadi salah satu “penjaga” penting bagi aliran Sungai Brantas yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan masyarakat Jawa Timur.

Sejarah Pembangunan

Pembangunan Bendungan Sengguruh dimulai pada tahun 1982 dan selesai enam tahun kemudian, tepatnya pada 1988. Proyek ini menelan biaya sekitar 72,345 juta dolar Amerika Serikat dan mulai dioperasikan secara resmi pada 1989 setelah diresmikan Presiden Soeharto.

Tujuan utama pembangunan bendungan ini adalah untuk mengurangi sedimentasi yang menuju Waduk Karangkates, salah satu waduk utama di hulu DAS Brantas. Sedimentasi dianggap sebagai ancaman serius karena dapat menyebabkan pendangkalan dan mengurangi efektivitas infrastruktur pengelolaan air di wilayah hilir.

Secara geografis, Bendungan Sengguruh menampung aliran dari dua sungai besar, yakni Sungai Brantas dan Sungai Lesti yang berhulu dari kawasan pegunungan Semeru Selatan.

Luas wilayah aliran sungainya mencapai sekitar 1.659 kilometer persegi, mencakup Kota Batu, Kota Malang, hingga sebagian Kabupaten Malang.

Dengan cakupan sebesar itu, Bendungan Sengguruh menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian air di kawasan Malang Raya.

Spesifikasi Teknis Bendungan

Saat pertama kali beroperasi pada 1989, Bendungan Sengguruh memiliki kapasitas tampung sekitar 21,5 juta meter kubik air. Namun seiring berjalannya waktu, sedimentasi yang tinggi membuat kapasitas tersebut terus menyusut.

Pada 2014, kapasitas tampung bendungan bahkan tinggal sekitar 1,12 juta meter kubik. Penurunan drastis ini terjadi karena material lumpur dan sedimen yang terbawa arus sungai terus mengendap di dasar waduk.

Tingkat sedimentasi di Bendungan Sengguruh tercatat mencapai sekitar 2 juta meter kubik setiap tahun. Angka ini tergolong sangat besar dan menjadi tantangan utama dalam pengelolaan bendungan.

Karena itu, pengerukan sedimen dilakukan secara berkala agar fungsi bendungan tetap berjalan optimal. Jika sedimentasi dibiarkan, bukan hanya kapasitas waduk yang menurun, tetapi juga dapat mengganggu operasional pembangkit listrik hingga merusak infrastruktur bendungan.

Salah Satu Penopang Kelistrikan Jawa-Bali

Di kawasan bendungan ini juga berdiri PLTA Sengguruh yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 29 megawatt. Pembangkit ini terdiri dari dua unit turbin dengan kapasitas masing-masing 14,5 megawatt.

Sejak mulai beroperasi pada 1989, PLTA Sengguruh menjadi bagian dari sistem kelistrikan Jawa-Bali. Produksi listrik tahunannya mencapai sekitar 91,02 juta kilowatt jam.

Namun sedimentasi yang terus meningkat turut memengaruhi kemampuan produksi listriknya. Saat musim kemarau, kapasitas produksi listrik bahkan dapat turun hingga sekitar 12,5 megawatt atau lebih dari separuh kapasitas awal.

Kondisi tersebut terjadi karena pasokan air menuju turbin menjadi terbatas akibat endapan sedimen yang menumpuk.

Operasional bendungan dan PLTA dikelola oleh Perum Jasa Tirta I, sedangkan distribusi listrik dilakukan oleh PLN. Keduanya bekerja sama menjaga agar pembangkit tetap beroperasi dengan baik demi mendukung kebutuhan listrik masyarakat.

Flushing Rutin untuk Menjaga Bendungan

Untuk mengurangi dampak sedimentasi, Perum Jasa Tirta I rutin melakukan flushing atau penggelontoran sedimen. Proses ini dilakukan dengan mengalirkan sedimen keluar dari waduk agar kapasitas bendungan tetap terjaga.

Flushing pertama dilakukan pada 2016, kemudian berlanjut pada 2018, 2021, dan terakhir pada Juni 2023.

Pada flushing tahun 2023, proses awalnya dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni. Namun, kegiatan tersebut diperpanjang sampai 28 Juni karena adanya kerusakan pada trashrack intake PLTA yang memerlukan perbaikan tambahan.

Selama proses flushing berlangsung, operasional PLTA Sengguruh dihentikan sementara. Meski menyebabkan produksi listrik terhenti sesaat, langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi bendungan dan mencegah kerusakan turbin dalam jangka panjang.

Potensi Wisata yang Terbatas

Di balik fungsi teknisnya, kawasan Bendungan Sengguruh juga memiliki daya tarik wisata dan edukasi yang cukup menarik. Namun, kunjungan edukasi biasanya harus dilakukan secara terorganisir dan memerlukan izin khusus dari pihak pengelola.

Salah satu aktivitas yang cukup populer di kawasan ini adalah memancing. Pengunjung juga dapat menyewa perahu diesel untuk berkeliling waduk dengan biaya yang relatif terjangkau, baik secara individu maupun bersama keluarga.

Di sekitar tebing sungai, pengunjung bisa menemukan pasar ikan dadakan yang menjual hasil tangkapan nelayan setempat. Jenis ikan yang dijual pun beragam, mulai dari mujair, wader, udang sungai, gabus, hingga kerang hidup.

Selain wisata alam dan kuliner, Bendungan Sengguruh juga kerap menjadi lokasi wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa. Di sini, mereka dapat belajar mengenai fungsi bendungan, pembangkit listrik tenaga air, hingga pentingnya konservasi sumber daya air.

baca juga

Bendungan ini menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan air dan energi di Jawa Timur, khususnya wilayah Malang Raya. Karena itu, menjaga keberlanjutan Bendungan Sengguruh berarti juga menjaga ketahanan air dan energi untuk masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.