fenomena langit di bulan mei 2026 catat tanggalnya - News | Good News From Indonesia 2026

Fenomena Langit di Bulan Mei 2026, Catat Tanggalnya!

Fenomena Langit di Bulan Mei 2026, Catat Tanggalnya!
images info

Fenomena Langit di Bulan Mei 2026, Catat Tanggalnya!


Langit dengan segala keindahan dan fenomenanya sangat menarik untuk dinantikan. Pada bulan Mei 2026, berbagai fenomena langit kembali menyuguhkan pemandangan langit malam yang menakjubkan. 

Berikut fenomena langit di bulan Mei 2026 yang bisa terlihat dari Indonesia. Diawali dan diakhiri oleh bulan purnama. Yuk, simak bersama!

Fenomena Langit yang Terjadi di Bulan Mei 2026

Flower Moon

Flower moon adalah bulan purnama di awal bulan Mei. Bulan purnama ini tidak benar-benar berwarna atau berbentuk seperti bunga. Penamaan Flower Moon didasari oleh tradisi.

Berasal dari budaya suku asli Amerika di belahan bumi bagian utara, purnama pada bulan Mei menandai puncak musim semi. Pada puncak musim semi, suhu udara mulai hangat dan bunga-bunga bermekaran. Sehingga penduduk menamai purnama ini sebagai Flower Moon.

Kali ini Flower Moon terjadi di awal bulan Mei dan merupakan micro moon pertama di tahun 2026. Micro moon adalah bulan sedang berada di titik terjauh dari bumi dalam orbitnya. Saat berada di titik paling jauh, umumnya bulan akan terlihat lebih kecil dan sedikit lebih redup dari biasanya.

Flower Moon dapat disaksikan langsung oleh mata tanpa perlu alat bantu, dari seluruh bagian bumi. Puncaknya sendiri telah terjadi pada 2 Mei dini hari, sekitar pukul 00.23 WIB.

baca juga

Hujan meteor Eta Aquariids

Hujan meteor Eta Aquariids berasal dari serpihan komet 1P/Halley. Puing-puing dari komet Halley tersebut bertabrakan dengan atmosfer bumi, menjadi hujan meteor Eta Aquaiids di bulan Mei dan hujan meteor Orionid pada bulan Oktober.

Hujan meteor ini telah aktif sejak 19 April hingga akan berakhir pada 28 Mei. Namun, puncaknya berlangsung pada 5—6 Mei dini hari.

Hujan meteor Eta Aquarids dapat dilihat dari seluruh bagian bumi. Namun, paling baik diamati di belahan bumi selatan. Fenomena ini termasuk hujan meteor yang paling lebat sepanjang tahun.

Super New Moon

Selain purnama, pada pertengahan Mei juga akan terjadi fase bulan baru atau yang disebut Super New Moon. Pada fase ini, bulan akan berada di titik terdekat dengan bumi. Namun bulan jadi tidak terlihat, karena posisinya sejajar dengan matahari.

Fenomena ini memang tidak bisa diamati secara langsung, tetapi langit malam akan menjadi lebih gelap karena tanpa cahaya bulan. Langit yang lebih gelap menjadi waktu terbaik untuk mengamati objek langit lainnya seperti, gugusan bintang, planet, dan galaksi yang akan lebih terlihat.

Fase ini akan terjadi pada tanggal 17 Mei. Bulan baru juga dapat mempengaruhi pasang air laut. Pasang air laut akan lebih tinggi karena gravitasi bulan.

Konjungsi Bulan dan Venus

Pada tanggal 18 Mei, bulan akan nampak sangat dekat dengan planet yang dijuluki “Bintang Senja” yaitu Venus. Fenomena ini bisa terlihat oleh mata langsung tanpa bantuan alat, di langit barat setelah matahari terbenam. Meski yang dilihat dari bumi berdekatan. Namun, kedua benda langit tersebut sebenarnya terpisah jarak ribuan kilometer.

baca juga

Blue Moon

Di penghujung bulan Mei, langit akan menyuguhkan kembali fenomena bulan purnama yang dikenal dengan Blue Moon. Dinamakan Blue Moon bukan karena bulan ini berwarna biru, tetapi menjadi istilah untuk purnama kedua di dalam satu bulan kalender masehi yang sama.

Sama seperti Flower Moon di awal, Blue Moon kali ini juga merupakan micro moon. Blue Moon akan terjadi pada 31 Mei pukul 15.46 WIB. Waktu terbaik untuk menyaksikannya dari Indonesia adalah pada dini hari di tanggal 30 dan 31 Mei.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.