AIESEC in USU kembali menyelenggarakan program rutin tahunannya, Impact Circle, yang kini telah menginjak edisi ke-11. Mengusung tema “Waste to Value: Transforming Waste into Valuable Product”, acara ini sukses digelar pada Sabtu (16/5/2026) di Aula Serbaguna Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara dan dihadiri oleh 138 peserta.
Kegiatan kali ini berfokus penuh untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, pemilihan tema ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Impact Circle dirancang sebagai wadah kegiatan satu hari yang mengubah pembelajaran kepemimpinan menjadi dampak sosial yang nyata (turning leadership learning into tangible social impact). Rangkaian acara dibuka dengan antusiasme tinggi yang dipandu oleh MC Patrick Immanuel dan Priscillia Putri, dilanjutkan dengan sesi mood check, expectation setting, serta sesi check-in dan roll dance. Sambutan hangat turut diberikan oleh Karina Chandra selaku Local Committee President AIESEC in USU 2026 dan Putri Azla sebagai Organizing Committee President Impact Circle 11.0.
Memasuki sesi utama, Silvia Decmerry selaku founder @eco.educare hadir membawakan materi "Waste to Value Innovation: Transforming Waste into Valuable Products". Silvia membagikan wawasan mengenai inovasi pengolahan sampah dan memperkenalkan proyek-proyek inspiratifnya, salah satunya adalah inisiatif KABAYA (Kampung Nelayan Seberang Berdaya) serta menceritakan perkembangan dari Eco Educare. Dalam sesinya, ia menekankan bahwa penerapan kebiasaan ramah lingkungan yang berkelanjutan (simple sustainable habits) untuk mendukung pencapaian SDG 12 dapat dimulai dari pilihan sederhana kita setiap hari, seperti membawa tumbler, tas belanja, serta kotak dan alat makan sendiri.
Acara kemudian dilanjutkan dengan LEADs Session yang menghadirkan Exchange Participants dari program Global Volunteer AIESEC, yaitu Stevany Putri (Exchange Participant Korea Selatan) dan Jelshe Vaneciabela (Exchange Participant Thailand). Keduanya membagikan perjalanan kerelawanan dan proyek-proyek mereka selama mengikuti program tersebut. Selain program di Korea Selatan dan Thailand, peserta juga diperkenalkan pada berbagai peluang proyek volunteer internasional di negara lain seperti Tunisia, Vietnam, dan Sri Lanka.
Tidak hanya sekadar seminar, peserta juga diajak berdiskusi bersama di dalam homegroup masing-masing yang sudah dibagi sebelumnya. Di sesi diskusi ini, para peserta mengidentifikasi jenis sampah rumah tangga yang paling banyak dihasilkan di lingkungan sekitar serta berpotensi diolah menjadi produk bernilai. Selain itu, mereka juga ditantang untuk merancang ide usaha berbasis daur ulang, menentukan produk inovatif yang ingin dibuat, hingga memetakan target pasarnya secara spesifik. .
Puncak antusiasme terlihat pada interactive session, di mana seluruh peserta bersama para mentor mempraktikkan langsung kegiatan crafting dari barang bekas. Dalam sesi ini, mereka berkreasi membuat tote bag dari baju bekas serta menyulap limbah botol dan plastik menjadi keranjang mini yang fungsional. Hasil karya inovatif dari pemanfaatan limbah tersebut kemudian dipresentasikan secara langsung oleh beberapa perwakilan homegroup pada pop-up session.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penjelasan Call to Action (CTA) sebagai bentuk komitmen lanjutan para peserta. Melalui CTA ini, peserta diarahkan untuk membagikan momen keseruan kelompok, merefleksikan pembelajaran terbesar yang didapat, serta mempublikasikan aksi nyata mereka ke Instagram.
Kampanye digital ini dilakukan dengan menggunakan format yang telah disediakan dan menandai akun @youthleaders.usu, @eco.educare, serta @nathalliedg. Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan best delegates diberikan kepada Isti, Wanda, dan Rahmi, serta gelar best homegroup berhasil diraih oleh Homegroup 10. Melalui Impact Circle ini, generasi muda diharapkan dapat terus mengaplikasikan keterampilan mereka di dunia nyata, serta memupuk empati dan tujuan sebagai calon pemimpin masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai AIESEC in USU, ikuti dan hubungi kami melalui Instagram @youthleaders.usu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


