Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, terutama pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Salah satu amalan sunnah yang banyak dilakukan adalah puasa Tarwiyah. Puasa ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah sunnah sebelum Iduladha, bersama dengan puasa Arafah yang dilaksanakan sehari setelahnya.
Selain bernilai ibadah, puasa Tarwiyah juga menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tak heran jika banyak umat Muslim mencari informasi mengenai jadwal, niat, tata cara, hingga keutamaan puasa Tarwiyah setiap tahunnya.
Maka dari itu, Kawan GNFI, yuk simak pembahasan lengkap seputar puasa Tarwiyah 2026 berikut ini.
Apa Itu Puasa Tarwiyah?
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah dalam kalender Hijriah.
Dalam tradisi Islam, hari Tarwiyah menjadi salah satu hari istimewa menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah. Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, hari tersebut dapat diisi dengan berbagai amalan sunnah, termasuk berpuasa.
Puasa Tarwiyah biasanya dilakukan sehari sebelum puasa Arafah. Kedua puasa ini kerap dijalankan secara berurutan oleh umat Muslim karena dipercaya memiliki pahala dan keutamaan yang besar.
Jadwal Puasa Tarwiyah 2026
Puasa Tarwiyah dilakukan setiap tanggal 8 Zulhijah atau dua hari sebelum Hari Raya Iduladha. Berdasarkan sidang isbat yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama pada 17 Mei 2026, 1 Zulhijah resmi ditetapkan jatuh pada 18 Mei 2026. Maka hari-hari penting di bulan Zulhijah akan jatuh pada tanggal berikut.
- Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026
- Puasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026
- Hari Raya Iduladha: Rabu, 27 Mei 2026
Niat dan Tata Cara Puasa Tarwiyah
Pelaksanaan puasa Tarwiyah tidak jauh berbeda dengan puasa sunah pada umumnya. Namun, ada beberapa hal yang dianjurkan agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan baik dan penuh keberkahan, berikut niat dan tata caranya.
Membaca Niat Puasa Tarwiyah
Sebelum berpuasa, umat Muslim dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam menjalankan ibadah.
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:
وَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’ala.
Melaksanakan Sahur
Sahur menjadi salah satu sunah yang dianjurkan sebelum menjalankan puasa. Selain membantu menjaga kondisi tubuh agar lebih kuat menahan lapar dan haus, sahur juga memiliki keberkahan tersendiri.
Waktu sahur dimulai setelah tengah malam hingga sebelum terbit fajar. Pada waktu tersebut, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istigfar karena termasuk waktu yang penuh rahmat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari)
Menjaga Perilaku Selama Berpuasa
Saat menjalankan puasa Tarwiyah, umat Muslim tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Misalnya seperti berkata kasar, bertengkar, berbohong, hingga bergunjing atau gibah.
Menjaga sikap dan ucapan menjadi bagian penting agar ibadah puasa tidak hanya bernilai secara fisik, tetapi juga membawa manfaat secara spiritual.
Menyegerakan Berbuka Puasa
Ketika azan Magrib berkumandang, umat Muslim dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Berbuka dapat diawali dengan membaca doa dan mengonsumsi makanan atau minuman manis secukupnya.
Berikut doa berbuka puasa yang umum dibaca:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Melansir dari NU Jatim, puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah. Hari-hari tersebut dikenal sebagai waktu yang penuh kemuliaan dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.
Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, puasa Tarwiyah dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain menahan lapar dan haus, puasa ini juga melatih kesabaran serta membantu menjaga diri dari perbuatan tercela.
Puasa Tarwiyah juga menjadi bagian dari rangkaian ibadah sunnah menjelang Hari Raya Iduladha. Banyak umat Muslim menjalankannya bersamaan dengan puasa Arafah sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum hari raya kurban.
Selain itu, bulan Zulhijah termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, setiap amal baik yang dilakukan pada bulan ini, termasuk puasa sunnah, memiliki nilai ibadah yang istimewa di sisi Allah SWT.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


