apa itu athletic pilates olahraga menantang yang kian diminati masyarakat urban - News | Good News From Indonesia 2026

Apa itu Athletic Pilates? Olahraga ‘Menantang’ yang Kian Diminati Masyarakat Urban

Apa itu Athletic Pilates? Olahraga ‘Menantang’ yang Kian Diminati Masyarakat Urban
images info

Athletic Pilates


Pilates semakin populer di Indonesia seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan olahraga yang berfokus pada kualitas gerak tubuh. Di tengah perkembangan tersebut, muncul pendekatan baru yang dikenal sebagai athletic Pilates. Berbeda dari persepsi umum bahwa Pilates identik dengan gerakan yang lambat dan santai, athletic Pilates menghadirkan pengalaman latihan yang lebih dinamis dan menantang.

Coach VAURA Pilates Menteng, Camila Arreaga, menjelaskan bahwa athletic Pilates tetap berpegang pada prinsip dasar Pilates, seperti kontrol, presisi, pernapasan, alignment, dan aktivasi otot inti atau core. Namun, prinsip-prinsip tersebut dikemas dalam format yang lebih intens.

“Athletic Pilates tetap berakar pada prinsip utama Pilates seperti control, precision, breath, alignment, dan core engagement, tetapi dihadirkan dengan intensitas, ritme, dan energi yang lebih kuat,” ujar Camila.

Di VAURA, konsep ini dipadukan dengan latihan menggunakan reformer, rangkaian gerakan yang lebih dinamis, musik, pencahayaan yang imersif, serta suasana kelas yang mendorong semangat berlatih secara bersama-sama. Hasilnya adalah sesi latihan yang tidak hanya berfokus pada kontrol gerakan, tetapi juga mengembangkan stamina, kekuatan, mobilitas, stabilitas, dan daya tahan tubuh.

Manfaat untuk Kekuatan, Mobilitas, dan Postur Tubuh

Salah satu alasan athletic Pilates semakin diminati adalah karena manfaatnya yang menyentuh berbagai aspek kebugaran sekaligus. Latihan ini dikenal efektif membantu membangun stabilitas otot inti, meningkatkan mobilitas sendi, serta mendukung postur tubuh yang lebih baik.

Menurut Camila, athletic Pilates juga dapat membantu mengatasi ketidakseimbangan otot yang kerap muncul akibat pola aktivitas sehari-hari. Kondisi ini umum dialami pekerja kantoran yang menghabiskan banyak waktu duduk atau individu yang melakukan gerakan berulang dalam olahraga tertentu.

“Keunggulannya antara lain membantu membangun deep core stability, meningkatkan mobilitas, mendukung postur dan alignment yang lebih baik, membantu memperbaiki muscular imbalance, serta menjadi bentuk latihan low-impact yang tetap sangat menantang,” katanya.

Karena bersifat low-impact, tekanan terhadap sendi relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah jenis latihan intensitas tinggi. Namun demikian, tingkat tantangannya tetap tinggi karena peserta dituntut menjaga kontrol, keseimbangan, dan kualitas gerakan sepanjang sesi.

Bagi mereka yang sudah aktif berolahraga, athletic Pilates juga dapat berfungsi sebagai latihan pendamping. Latihan ini membantu meningkatkan kualitas gerakan, mendukung pemulihan tubuh, serta menunjang performa olahraga secara keseluruhan.

Cocok untuk Berbagai Tingkat Kebugaran

Salah satu keunggulan Pilates adalah fleksibilitasnya untuk berbagai kelompok peserta. Menurut Camila, latihan ini dapat diikuti oleh pemula maupun mereka yang sudah memiliki tingkat kebugaran tinggi.

Di VAURA, setiap kelas dirancang dengan pilihan gerakan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta. Tersedia variasi tingkat beginner, intermediate, hingga advanced sehingga setiap orang tetap dapat berlatih sesuai kondisi tubuh masing-masing.

Pilates menjadi pilihan bagi mereka yang ingin meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, mobilitas, kesadaran tubuh, hingga memperbaiki postur. Latihan ini juga relevan bagi pekerja urban yang banyak duduk, pelari, penggemar hybrid training, maupun individu yang mencari olahraga efektif dengan risiko benturan yang rendah.

Untuk memperoleh hasil yang konsisten, Camila menyarankan latihan dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu. Pemula dapat memulai dengan dua sesi mingguan untuk membangun fondasi teknik dan body awareness. Sementara mereka yang ingin meningkatkan kekuatan, mobilitas, dan performa dapat menambah frekuensi menjadi tiga kali seminggu dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemulihan tubuh.

“Faktor terpenting adalah konsistensi. Pilates bekerja melalui kualitas gerak, kontrol, dan progres bertahap, sehingga hasilnya akan terasa lebih jelas ketika dilakukan secara rutin,” ujarnya.

Lebih dari Sebuah Tren 

Popularitas Pilates sering dibandingkan dengan tren olahraga lain yang sempat booming dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurut dokter VAURA Pilates Menteng, Dr. Adriana C. Ardy, Pilates memiliki karakteristik yang berbeda karena manfaatnya berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar tubuh.

“Kami melihat Pilates memiliki karakter yang berbeda dari tren fitness musiman, karena manfaatnya tidak hanya dibangun dari hype atau pengalaman sosial,” kata Adriana.

Ia menilai semakin banyak masyarakat yang mencari olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pembakaran kalori, tetapi juga membantu memperbaiki postur, meningkatkan mobilitas, mengurangi ketegangan tubuh, serta mendukung kesehatan jangka panjang. Kesadaran ini membuat Pilates memiliki potensi pertumbuhan yang kuat di Indonesia.

“Pilates bukan sekadar tren, tetapi bagian dari perubahan yang lebih besar dalam cara orang memandang fitness. Konsumen kini semakin menyadari bahwa strength, mobility, recovery, dan longevity sama pentingnya,” ujarnya.

Melalui pendekatan athletic reformer training yang lebih dinamis dan berorientasi pada komunitas, Pilates kini hadir dalam format yang lebih relevan bagi masyarakat urban. Tidak lagi dipandang sebagai latihan yang hanya bersifat restorative, athletic Pilates menawarkan pengalaman olahraga yang menantang sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

baca juga

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.