10 Muharram menjadi salah satu hari yang sangat penting bagi umat Islam, pasalnya pada hari itu terdapat sejarah penting bagi umat Islam dan juga hari dengan keutamaan besar untuk dijalani.
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam (asyhurul hurum). Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunah Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Bagi Kawan GNFI yang berencana menjalankan puasa sunah di bulan Muharram, mengetahui jadwal 10 Muharram menjadi hal yang penting. Maka dari itu, yuk simak pembahasan selengkapnya, ya!
Kapan 10 Muharram 1448 H?
Berdasarkan kalender islam, 1 Muharram 1448 H atau tahun baru islam jatuh pada Selasa, 16 Juni. Jadi, berdasarkan perhitungan tersebut, 10 Muharram 1448 H atau Hari Asyura diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, Puasa Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram jatuh sehari sebelumnya, yakni Rabu, 24 Juni 2026.
Jadwal ini bisa menjadi acuan bagi umat Islam yang ingin melaksanakan puasa sunah di bulan Muharram.
Mengapa 10 Muharram Penting?
Tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura memiliki makna penting dalam Islam karena berkaitan dengan peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Peristiwa tersebut menjadi simbol kemenangan kebenaran atas kezaliman sekaligus bukti pertolongan Allah SWT kepada hamba-Nya yang beriman.
Menurut riwayat yang disampaikan oleh sahabat Nabi, Ibnu Abbas, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada Hari Asyura. Saat ditanya alasannya, mereka menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan menenggelamkan Fir'aun beserta pasukannya. Sebagai bentuk rasa syukur atas peristiwa itu, Nabi Musa AS berpuasa.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti Nabi Musa AS. Karena itu, beliau turut berpuasa pada Hari Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya.
Dari kisah tersebut, Hari Asyura tidak hanya dipandang sebagai peringatan sejarah semata, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani sikap syukur Nabi Musa AS atas nikmat dan pertolongan Allah SWT. Nilai syukur inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura dianjurkan bagi umat Islam hingga saat ini.
Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram. Keutamaan utamanya disebutkan dalam hadis riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa pada 10 Muharram dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Keutamaan tersebut menjadikan Puasa Asyura sebagai salah satu ibadah sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam setiap tahunnya. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa ini juga menjadi cara untuk meneladani Rasulullah SAW yang turut melaksanakannya setelah mengetahui kisah Nabi Musa AS yang bersyukur atas keselamatan yang diberikan Allah SWT.
Tak hanya itu, Puasa Asyura dilaksanakan pada bulan Muharram yang termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, Muharram menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi berbagai perbuatan maksiat.
Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan bahwa amalan yang dilakukan pada bulan Muharram memiliki keutamaan tersendiri. Oleh sebab itu, selain berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan melakukan berbagai kebaikan lainnya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


