jalan jalan ke kaltim hidden gems yang bikin kamu bertanya kenapa baru tahu sekarang - News | Good News From Indonesia 2026

Jalan-Jalan ke Kaltim: Hidden Gems yang Bikin Kamu Bertanya, “Kenapa Baru Tahu Sekarang?”

Jalan-Jalan ke Kaltim: Hidden Gems yang Bikin Kamu Bertanya, “Kenapa Baru Tahu Sekarang?”
images info

Jalan-Jalan ke Kaltim: Hidden Gems yang Bikin Kamu Bertanya, “Kenapa Baru Tahu Sekarang?” | Foto: Pexels


Di tengah hiruk-pikuk destinasi wisata yang itu-itu saja, Kalimantan Timur diam-diam menyimpan lanskap yang belum kehilangan keasriannya. Laut sebening kaca, hutan hujan purba, hingga pulau terpencil yang terasa seperti milik pribadi.

Jika selama ini Kaltim identik dengan tambang atau Ibu Kota Nusantara, mungkin sudah waktunya melihat sisi lain yang lebih menenangkan: surga yang belum banyak diceritakan.

1. Kepulauan Derawan, Surga Bahari di Timur Kalimantan

Jika Raja Ampat terasa terlalu jauh atau terlalu mahal, Kepulauan Derawan bisa menjadi jawabannya.

Terletak di Kabupaten Berau, Derawan menawarkan kombinasi sempurna antara pasir putih, laut berwarna biru toska, dan kehidupan bawah laut yang luar biasa. Aktivitas snorkeling dan diving menjadi daya tarik utama. Penyu hijau kerap terlihat berenang bebas, sementara terumbu karang yang masih sehat menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan tropis.

Keistimewaan Derawan bukan hanya terletak pada keindahannya, tetapi juga suasananya yang relatif tenang dibanding destinasi bahari populer lainnya.

Menurut IDN Times, terdapat empat pulau utama yang sering dikunjungi wisatawan, yaitu Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Keempatnya dapat dijelajahi menggunakan speedboat dari Pulau Derawan.

baca juga

2. Labuan Cermin, Danau Dua Rasa yang Sulit Dipercaya

Bayangkan berenang di air yang begitu jernih hingga dasar danau terlihat jelas seperti kaca.

Itulah Labuan Cermin. Hidden gem yang berada di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau ini memiliki fenomena unik: lapisan atas airnya tawar, sedangkan bagian bawahnya asin. Fenomena tersebut membuat masyarakat setempat menjulukinya sebagai "Danau Dua Rasa".

Mengutip dari Kaltimnow bahwa air di bagian bawah terasa asin dan hangat, sementara dari permukaan hingga kedalaman dua meter, airnya tawar dan segar.

Kejernihan airnya menciptakan ilusi optik yang memantulkan bayangan seperti cermin. Tak heran jika Labuan Cermin menjadi salah satu ikon wisata Kaltim.

3. Pulau Maratua, Tempat Healing yang Sebenarnya

Jika ingin menikmati suasana pulau yang lebih eksklusif, Pulau Maratua wajib masuk daftar perjalanan.

Pulau terluar Indonesia ini berada di Laut Sulawesi, dekat perbatasan Malaysia dan Filipina. Maratua menyuguhkan pantai berpasir putih, dermaga kayu ikonik, hingga spot diving kelas dunia.

Beberapa lokasi favorit di antaranya:

  • Turtle Traffic untuk menyelam bersama penyu.
  • Pantai Lumantang dengan suasana sepi.
  • Gua Haji Mangku yang memiliki air biru kehijauan.
  • Gusung pasir yang muncul saat air laut surut.

Kaltim Daily menyebut Maratua sebagai hidden gem Derawan yang menawarkan pengalaman "healing" jauh dari keramaian kota.

4. Taman Nasional Kutai, Menyapa Penghuni Hutan Hujan Purba

Kalimantan Timur bukan hanya soal laut.Bagi pencinta ekowisata, Taman Nasional Kutai menghadirkan pengalaman menyusuri hutan hujan tropis yang menjadi habitat alami orangutan Kalimantan.

Kawasan seluas sekitar 2.000 kilometer persegi ini memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Tercatat terdapat ratusan spesies flora, termasuk puluhan jenis anggrek, tumbuhan obat, hingga pepohonan dipterokarpa khas Kalimantan.

Selain orangutan, pengunjung juga berkesempatan melihat bekantan, rusa, burung rangkong, dan berbagai satwa liar lainnya.

Menurut data Taman Nasional Kutai, kawasan ini menjadi salah satu benteng penting pelestarian ekosistem hutan dataran rendah di Pulau Kalimantan. (Wikipedia)

baca juga

5. Bukit Bangkirai, Berjalan di Atas Kanopi Hutan

Tak jauh dari Balikpapan, terdapat destinasi yang memungkinkan wisatawan berjalan di atas tajuk hutan tropis.

Bukit Bangkirai terkenal dengan canopy bridge atau jembatan gantung yang menghubungkan pohon-pohon raksasa setinggi puluhan meter.

Sensasi berjalan di antara pepohonan sambil mendengar suara burung liar menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di kota besar.

Destinasi ini cocok bagi keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal hutan Kalimantan tanpa harus melakukan trekking ekstrem.

Tips Menjelajahi Kaltim

Agar perjalanan lebih nyaman, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

  • Datang pada musim kemarau agar aktivitas laut lebih aman.
  • Siapkan uang tunai karena beberapa destinasi belum memiliki fasilitas pembayaran digital.
  • Gunakan jasa pemandu lokal untuk membantu navigasi.
  • Hindari meninggalkan sampah, terutama di kawasan konservasi.
  • Hormati budaya masyarakat setempat.

Karena sejatinya, wisata bukan hanya tentang menikmati keindahan, melainkan juga menjaga agar keindahan itu tetap ada.

Kaltim: Tempat untuk Pulang dengan Cerita Baru

Banyak orang bepergian demi mencari tempat indah. Padahal, kadang yang sebenarnya dicari adalah perasaan: tenang, kagum, dan kembali percaya bahwa dunia masih menyimpan banyak hal baik.

Kalimantan Timur menawarkan semuanya. Laut yang belum kehilangan kejernihannya. Hutan yang masih menyimpan napas purba. Pulau-pulau kecil yang mengajarkan bahwa sunyi pun bisa terasa menyenangkan.

Barangkali, jalan-jalan ke Kaltim bukan sekadar liburan. Melainkan kesempatan untuk mengingat bahwa Indonesia terlalu luas untuk berhenti merasa takjub.

Jika suatu hari kamu merasa hidup berjalan terlalu cepat, mungkin bukan jeda yang kamu butuhkan, melainkan perjalanan. Pergilah ke tempat yang membuatmu kembali mendengar suara ombak, desir angin, dan detak kagummu sendiri. Karena tak semua perjalanan mengubah tujuan hidup, tetapi hampir semua perjalanan mengubah cara kita memandangnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.