Makanan tradisional selalu mendapatkan tempat di tengah masyarakat Indonesia. Begitu pun dengan ketan sakmo, salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari Jambi.
Di tengah gempuran berbagai macam jenis jajanan yang ada, keberadaan makanan tradisional ini masih terus terjaga hingga saat sekarang. Walau jumlahnya tidak semasif dulu, selalu ada penjual jajanan tradisional yang dapat Kawan jumpai di berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Selain diminati, jajanan tradisional ini biasanya juga memegang peranan penting di tengah masyarakat. Misalnya, ada beberapa jajanan yang biasanya memang disajikan khusus dalam acara adat yang digelar di tengah masyarakat.
Hal ini membuat beberapa jajanan tradisional dipandang lebih dari sekadar makanan saja. Ada nilai lebih yang terdapat dalam jajanan tersebut dalam setiap sajiannya.
Realita ini juga berlaku bagi ketan sakmo di Jambi. Meskipun sudah tidak banyak orang yang bisa membuat kudapan tersebut, makanan tradisional ini masih bisa dijumpai di tengah masyarakat hingga saat ini.
Bagaimana ulasan lebih seputar makanan tradisional khas Jambi tersebut?
Mengenal Ketan Sakmo, Makanan Tradisional Khas Jambi
Dinukil dari buku Dwi Setiati yang berjudul Makanan Tradisional Masyarakat Jambi, ketan sakmo adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari daerah Jambi. Makanan ini menjadi salah satu kuliner istimewa di daerah tersebut.
Sebab Kawan belum tentu bisa menemui kudapan tersebut kapan saja. Ketan sakmo biasanya disajikan dalam momen tertentu di tengah masyarakat.
Salah satunya adalah pada saat prosesi adat pernikahan. Bahkan ketan sakmo menjadi simbol dan memiliki makna filosofis tersendiri dalam prosesi sakral tersebut.
Sajian Penting dalam Prosesi Pernikahan
Dalam prosesi pernikahan, jenang sakmo biasanya disediakan oleh pihak pengantin wanita. Kudapan ini nantinya akan disajikan saat pihak pengantin laki-laki mengantarkan hantaran.
Ada nilai dan makna filosofis tersendiri dari penyajian ketan sakmo dalam rangkaian prosesi tersebut. Hadirnya makanan tradisional ini menjadi simbol dan harapan bagi keberlangsungan kedua pengantin di masa yang akan datang.
Ketan yang menjadi bahan dasar dari kudapan tradisional ini memiliki tekstur lengket. Hal inilah yang nantinya diharapkan bisa menjadi simbol kelengketan rumah tangga yang akan dijalani oleh kedua pengantin nantinya.
Sementara sakmo yang memiliki cita rasa manis dan legit diharapkan menjadi simbol kehidupan bahagia yang menanti kedua mempelai di masa depan.
Cara Membuat Ketan Sakmo
Saat ini tidak banyak orang yang bisa membuat ketan sakmo. Proses memasak yang lama serta pembuatannya yang kompleks menjadi beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Meskipun demikian, Kawan tetap bisa mencoba untuk membuat makanan tradisional khas Jambi ini di rumah masing-masing. Apalagi bahan yang dibutuhkan untuk membuat ketan sakmo cukup mudah untuk didapatkan.
Seperti namanya, makanan tradisional ini terbagi jadi dua bagian, yakni ketan dan sakmo. Pada proses awal, beras ketan bisa dimasak dengan tambahan sedikit garam.
Setelah masak, ketan bisa didiamkan terlebih dahulu. Setelah itu, proses pembuatan bisa dilanjutkan untuk memasak sakmo.
Sakmo terbuat dari telur yang dikocok dan dimasak bersama santan pekat. Selain itu ada juga air daun pandan dan gula pasir yang dimasukkan dalam campuran santan tersebut dan dimasak hingga pekat.
Saat sudah matang, maka ketan sakmo sudah bisa disajikan. Cara memakannya adalah dengan mengambil ketan terlebih dahulu, lalu mencolekkannya ke sakmo, sehingga tercipta perpaduan rasa manis dan gurih saat dikonsumsi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


