cara pandang yang diam diam menguasai kita - News | Good News From Indonesia 2026

Cara Pandang yang Diam-diam Menguasai Kita

Cara Pandang yang Diam-diam Menguasai Kita
images info

Ideologi paling kuat bekerja dalam kesunyian, membuat kita merasa apa yang kita lihat adalah kenyataan yang alami, bahwa tidak ada pilihan lain, bahwa dunia memang seharusnya seperti ini.

Barangkali cara pandang tidak pernah datang dengan mengetuk pintu. Ia menyelinap seperti udara: tak terlihat, tetapi memenuhi setiap ruang yang kita hirup. Ia hadir dalam percakapan di meja makan, dalam iklan yang berkedip di layar telepon genggam, dalam pidato para pejabat, dalam ruang kelas, bahkan dalam keputusan-keputusan kecil yang kita anggap sepenuhnya milik kita. Kita tumbuh dengan keyakinan-keyakinan yang terasa begitu wajar sehingga nyaris tak pernah dipertanyakan.

Seolah-olah memang begitulah dunia bekerja. Di sebuah kota yang terus mengejar pertumbuhan ekonomi, seorang anak belajar sejak dini bahwa ia harus menjadi yang terbaik agar tidak tersingkir. Di sudut lain, seorang petani perlahan kehilangan sawahnya karena tanah berubah menjadi angka-angka investasi. Seorang ibu menghitung biaya rumah sakit dengan cemas sebelum memikirkan kesembuhan anaknya. Seorang guru mulai berbicara tentang “daya saing” lebih sering daripada rasa ingin tahu.

Cara Pandang yang Menguasai

Semuanya tampak seperti kisah-kisah yang berdiri sendiri. Padahal benang-benang itu bertemu pada sebuah cara pandang yang sama. Neoliberalisme bukan hanya sekumpulan teori ekonomi yang lahir di ruang-ruang akademik. Ia adalah lensa yang perlahan dipasang di mata kita hingga kita lupa bahwa kita sedang memakainya. Melalui lensa itu, manusia dipandang terutama sebagai individu yang bersaing, bukan sebagai sesama yang saling bergantung. Nilai sesuatu diukur dari harga, bukan dari manfaatnya bagi kehidupan bersama. Pasar dipercaya lebih rasional daripada masyarakat, sementara negara didorong mundur agar mekanisme ekonomi bergerak tanpa banyak hambatan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.