Serebut benteng adalah salah satu nama permainan tradisional yang berasal dari daerah Bengkulu. Bagi Kawan yang berasal dari Bengkulu, apakah pernah mendengar atau bahkan memainkan permainan tradisional ini sebelumnya?
Mundur beberapa dekade ke belakang, dulunya permainan tradisional sering kali menjadi pilihan sarana hiburan, khususnya bagi anak-anak. Mereka biasanya akan bermain bersama sambil menghabiskan waktu luang.
Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan permainan tradisional sudah tidak sebanyak dulu lagi dimainkan. Saat ini sudah banyak pilihan sarana hiburan lain yang bisa dimainkan oleh anak-anak, sehingga mulai meninggalkan permainan tradisional.
Hal ini pun juga berlaku pada permainan serebut benteng. Terlebih dibutuhkan arena bermain khusus untuk memainkan permainan tradisional tersebut, sehingga tidak bisa dimainkan di sembarangan tempat.
Bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar permainan tradisional dari Bengkulu tersebut? Simak ulasan terkait permainan serebut benteng ini dalam artikel berikut.
Mengenal Serebut Benteng, Permainan Tradisional dari Bengkulu
Dikutip dari buku Seno Undri Rahmadona yang berjudul Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya: Permainan Tradisional Anak Bengkulu, nama permainan ini diketahui diambil dari bahasa Serawai. Kata "Serebut" bermakna berebutan.
Sementara itu, kata "Benteng" merujuk para area yang dijadikan pertahanan suatu kelompok. Dari definisi itu, bisa diartikan jika serebut benteng merupakan permainan tradisional di mana para pemain akan berebutan sebuah benteng dalam prosesnya.
Permainan ini biasanya dimainkan di tepian sungai atau lubuk yang ada di sekitar pemukiman. Biasanya anak-anak akan memainkan permainan ini saat sore hari saat orang-orang dulu banyak turun ke sungai pada jam tersebut.
Asal Usul Permainan
Secara umum, permainan serebut benteng akan mengadu kemampuan fisik setiap pemainnya. Dalam mempertahankan benteng, para pemain akan berusaha saling menjatuhkan seakan sedang bergulat antara satu sama lain.
Ternyata proses bermain serebut benteng ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat di sana dulunya. Pada zaman dahulu, masyarakat biasanya memiliki kegemaran untuk saling adu tenaga antara satu sama lain.
Terlebih orang yang memiliki tenaga kuat biasanya akan lebih disegani di tengah masyarakat. Cara bergulat inilah yang menjadi salah satu kebiasaan bagi masyarakat untuk membuktikan tenaga yang mereka miliki antara satu sama lain.
Cara Bermain
Untuk memainkan serebut benteng, dibutuhkan sejumlah anak dalam jumlah genap agar bisa memainkannya. Dibutuhkan sekitar 6-12 anak untuk memainkan permainan ini.
Nantinya para pemain akan dibagi dalam dua kelompok berbeda. Jika sudah mendapatkan kelompoknya masing-masing, maka proses bermain serebut benteng bisa langsung dimulai.
Pertama, salah satu perwakilan dari kedua kelompok akan maju terlebih dahulu. Mereka kemudian akan beradu untuk menentukan siapa pihak yang bertahan di benteng dan yang menyerang.
Misalnya, jika kelompok A bertugas bertahan, maka mereka akan mengitari lokasi di tepian sungai yang sudah disepakati sebagai area benteng. Di sisi lain, para pemain kelompok B akan masuk ke dalam air terlebih dahulu.
Setelah itu, pemain kelompok B bisa menyerang kelompok A. Untuk merebut benteng, mereka mesti menjatuhkan para pemain kelompok A ke dalam air.
Pemain kelompok A mesti bertahan dari serangan ini. Mereka juga bisa membalas dengan mendorong dan menjatuhkan pemain kelompok B ke dalam air.
Jika semua pemain kelompok A sudah masuk ke air, maka benteng dinyatakan berhasil direbut. Nantinya proses bermain akan dimulai kembali dari awal, dengan kelompok B yang berjaga di benteng dan kelompok A yang menyerang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


