AIESEC in Universitas Brawijaya kembali memberangkatkan salah satu anggotanya ke luar negeri melalui program IXP Scholarship. Josephine Felicita Arios, Team Leader of Quality Assurance for Outgoing Global Talent/Teacher AIESEC in Universitas Brawijaya, terpilih sebagai penerima beasiswa tersebut dan akan berpartisipasi dalam Treeger Project di Korea Selatan selama 1,5 bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026.
Melalui program tersebut, Josephine akan bergabung dengan AIESEC in HUFS (Hankuk University of Foreign Studies) dalam Treeger Project, sebuah proyek yang berkaitan dengan isu Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education. Selama menjalankan proyek ini, ia akan berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan.
IXP (Integrated Experience) Scholarship merupakan program beasiswa dari AIESEC yang mendukung anggotanya untuk mengikuti program pertukaran internasional. Program ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memperluas wawasan global, dan memperoleh pengalaman baru.
Bagi Josephine, kesempatan ini menjadi langkah besar untuk mewujudkan impian yang telah ia miliki sejak lama. Ketertarikannya terhadap Korea Selatan telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah. Keinginan untuk belajar, tinggal, dan merasakan kehidupan di negara tersebut mendorongnya untuk mencoba berbagai peluang yang tersedia melalui AIESEC.
“Sejak SMP aku memang tertarik dengan Korea Selatan. Ketika mengetahui ada kesempatan melalui IXP Scholarship, aku melihatnya sebagai peluang untuk mewujudkan salah satu impianku sekaligus berkembang sebagai global citizen,” ujar Josephine.
Motivasi Josephine juga diperkuat oleh pengalamannya saat mendampingi salah satu peserta program pertukaran AIESEC yang menjalankan proyek di Korea Selatan. Dari pengalaman tersebut, ia memperoleh gambaran mengenai lingkungan yang mendukung, keberagaman budaya, serta dampak positif yang dapat dihasilkan melalui proyek-proyek sosial internasional.
Kabar terpilihnya sebagai penerima IXP Scholarship disambut dengan rasa syukur dan antusias. Menurut Josephine, kesempatan ini menjadi salah satu pencapaian yang telah lama ia harapkan sejak bergabung dengan AIESEC. Selain dapat mengenal budaya baru, ia juga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan peserta dari berbagai negara dan memperluas perspektifnya sebagai pemimpin muda.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam mendukung pengembangan dirinya, baik di lingkungan akademik maupun organisasi. Melalui interaksi dengan peserta dari berbagai negara dan keterlibatan langsung dalam proyek internasional, Josephine berharap dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas cara pandang terhadap isu-isu global, serta mengasah kemampuan adaptasi dan kepemimpinan di lingkungan yang beragam.
Dalam proyek yang akan dijalankannya, Josephine berencana memperkenalkan budaya Indonesia kepada para siswanya melalui berbagai aktivitas interaktif. Ia telah menyiapkan beberapa kegiatan yang mengenalkan permainan tradisional Indonesia, seperti congklak dan lompat tali, serta berbagi cerita mengenai keberagaman budaya Indonesia. Melalui aktivitas tersebut, ia berharap dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman budaya Indonesia.
“Saya berharap dapat menghadirkan kegiatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan bagi para siswa. Selain berbagi pengetahuan, saya juga ingin memperkenalkan budaya Indonesia dan menunjukkan bahwa kita memiliki banyak hal menarik yang dapat dipelajari bersama,” tambahnya.
Meski ini merupakan pengalaman pertamanya melakukan perjalanan internasional secara mandiri, Josephine mengaku lebih banyak merasakan antusiasme dibandingkan kekhawatiran. Ia mempersiapkan keberangkatannya dengan matang, mulai dari dokumen perjalanan hingga berbagai kebutuhan selama menjalankan proyek, agar dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan baru.

Melalui pengalaman ini, Josephine berharap dapat memberikan dampak positif bagi komunitas yang didampinginya sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi dirinya dalam lingkungan internasional. Ia juga berharap semakin banyak anggota AIESEC yang berani mengambil kesempatan serupa untuk belajar dan bertumbuh melalui pengalaman global.
“Jangan biarkan rasa takut mengambil keputusan untukmu. Terkadang kesempatan terbaik datang ketika kita berani melangkah keluar dari zona nyaman. Pengalaman seperti ini bukan hanya tentang pergi ke luar negeri, tetapi tentang belajar, bertumbuh, dan menemukan versi terbaik dari diri kita sendiri,” tutup Josephine.
Keberangkatan Josephine menjadi salah satu bentuk nyata komitmen AIESEC in Universitas Brawijaya dalam memberikan pengalaman pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda melalui program pertukaran internasional. Diharapkan pengalaman yang diperoleh selama menjalankan proyek di Korea Selatan dapat memberikan manfaat bagi dirinya, komunitas yang didampingi, serta menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk mengambil langkah serupa di masa mendatang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


