Halo Kawan GNFI, pernahkan kalian terbayang bagaimana rasanya menerapkan ilmu pengetahuan dari bangku kuliah dengan kondisi kehidupan masyarakat desa? Itulah yang sedang diupayakan oleh Kelompok KKN-T Inovasi IPB University di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.
Pada Jumat, 17 Juli 2026 Kelompok KKN-T IPB University Desa Jalatunda resmi membuka babak baru pengabdian melalui kegiatan Lokakarya 1 di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Dengan mengusung tema besar "Penguatan Ketahanan Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat melalui Optimalisasi Potensi Lokal Berbasis Agropeternakan dan Teknologi Digital."
Kegiatan lokakarya ini bukan sekadar seremoni pembuka, namun menjadi titik temu antara hasil penjajakan lapang yang telah dilakukan untuk mengetahui dan memetakan permasalahan dan potensi yang dimiliki Desa Jalatunda. Kelompok KKNT-Inovasi IPB Desa Jalatunda juga melakukan pemetaan potensi sekaligus permasalahan yang ada, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga potensi UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat.
Kolaborasi yang Dibangun dari Bawah
Kawan GNFI, satu hal yang menarik dari Lokakarya 1 ini adalah keterlibatan penuh berbagai elemen masyarakat. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Jalatunda beserta jajaran pemerintah desa, perwakilan lembaga desa, tokoh pemuda, para pemangku kepentingan, hingga masyarakat umum. Tidak lupa juga para mitra sasaran dari setiap program kerja turut hadir untuk mendengar langsung rancangan kegiatan yang akan berjalan selama masa pengabdian.
Kelompok KKN-T IPB University Desa Jalatunda memaparkan enam program kerja yang dirancang berdasarkan data hasil pemetaan di lapangan. Respons yang diterima dari masyarakat terutama kelompok sasaran program kerja juga sangat menerima dan antusias. Pemerintah desa menyatakan dukungan penuh terhadap rancangan program, sementara masyarakat dan mitra sasaran menyambutnya dengan antusiasme tinggi, sebuah gambaran modal sosial yang terbentuk dan sangat berharga untuk keberlanjutan program kedepannya.

Ragam Program yang Menyasar Tiga Pilar Utama
Program kerja yang dirancang kelompok KKN-T Inovasi IPB Desa Jalatunda terbagi ke dalam beberapa fokus utama, yakni edukasi lingkungan, digitalisasi UMKM, dan penguatan sektor peternakan.
Pada aspek edukasi lingkungan, Kelompok KKN-T Inovasi IPB Desa Jalatunda membawakan program Sekolah Hijau sebuah kegiatan edukasi interaktif bagi siswa Sekolah Dasar di SDN 1 Jalatunda dan SDN 4 Jalatunda. Program ini bertujuan memberikan edukasi untuk anak-anak mengenai pemilahan sampah, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), hingga praktik langsung membuat pot dari botol bekar untuk budidaya tanaman hortikultura.
Harapannya terbentuknya kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh sejak dini. Sejalan dengan program kerja tersebut, Kelompok KKN-T Inovasi IPB Desa Jalatunda juga membawakan program Sosialisasi dan Pengorganisasian Bank Sampah yang menyasar Kelompok PKK dan masyarakat desa secara lebih luas. Program ini bertujuan untuk membentuk kelembagaan bank sampah yang akan bekerja sama dengan Bank Sampah Induk Banjarnegara, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari sampah yang berhasil didaur ulang.
Beralih ke sektor ekonomi, Kelompok KKN-T Inovasi IPB Desa Jalatunda membawakan dua prgram unggulan sekaligus. Pertama Pembuatan QRIS UMKM, sebuah pendampingan bagi pelaku usaha di Desa Jalatunda agar dapat menerima pembayaran digital yang lebih mudah, cepat, dan aman. Kedua, Sosialisasi Affiliate Tanpa Modal, yang membekali masyarakat, khususnya pemuda dan ibu-ibu dengan keterampilan dasar affiliate marketing sebagai peluang usaha digital baru tanpa perlu modal maupun stok barang. Kedua program ini menjadi jawaban atas tantangan literasi digital yang masih perlu ditingkatkan di tingkat desa.
Tak kalah penting, pada sektor peternakan turut menjadi perhatian khusus melalui program Mineral Blok penyediaan suplemen mineral esensial bagi ternak yang dapat dikonsumsi secara bebas (ad libitum) guna menjaga kesehatan, nafsu makan, hingga produktivitas ternak. Selain itu, ada pula GERBANG atau Gerakan Bersih Kandang, sebuah program sosialisasi yang menekankan pentingnya sanitasi kandang dan manajemen lingkungan yang baik bagi peternak ayam petelur. Slogan "Bersih Kandangnya, Optimal Hasil Telurnya" menjadi semangat utama program ini, dengan harapan dapat menekan risiko penyakit sekaligus mendongkrak produktivitas telur para peternak setempat.
Menyongsong Masa Pengabdian yang Berdampak
Kawan GNFI, seluruh rangkaian program tersebut dirancang bukan tanpa alasan. Seluruh program kerja dibentuk hasil dari proses mendengarkan dan memahami kondisi di lapangan, bukan sekedar konsep yang dipaksakan dari luar. Pendekatan berbasis potensi lokal seperti ini menjadi tonggak dari Kelompok KKN-T Inovasi IPB University, di mana ilmu pengetahuan diintegrasikan langsung dengan kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan antusiasme masyarakat yang sudah terlihat sejak Lokakarya 1 ini, tim KKNT IPB Jalatunda optimistis bahwa program-program yang telah dirancang dapat berjalan lancar hingga tuntas. Rangkaian kegiatan pun sudah dijadwalkan akan berlangsung sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2026, mulai dari edukasi di sekolah, pelatihan digital bagi UMKM, hingga sosialisasi kesehatan ternak di Aula Balai Desa Jalatunda
Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Kawan GNFI, mari kita nantikan bagaimana kisah pengabdian di Desa Jalatunda ini akan terus berkembang, menjadi salah satu contoh inspiratif sinergi kampus dan desa dalam membangun ketahanan lingkungan dan ekonomi dari akar rumput.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


