aling aling rumah adat bali - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Aling-aling, Bagian Rumah Adat Bali yang Berfungsi sebagai Sekat Antara Hunian dan Pintu Masuk

Mengenal Aling-aling, Bagian Rumah Adat Bali yang Berfungsi sebagai Sekat Antara Hunian dan Pintu Masuk
images info

aling aling rumah adat bali | Sumber: Pandit Agung Wiguna on Pexels


Aling-aling di rumah adat Bali merupakan salah satu elemen paling ikonik dan kaya makna dalam tata ruang arsitektur tradisional masyarakat Pulau Dewata. Saat Kawan GNFI melangkahkan kaki memasuki pekarangan rumah adat Bali, Anda tidak akan langsung dihadapkan pada area utama hunian, melainkan disapa oleh sebuah dinding penyekat yang berdiri tepat di balik pintu masuk utama.

Dinding sekat atau dikenal sebagai aling-aling ini tidak hanya menonjolkan estetika visual, tetapi juga syarat akan nilai spiritual. Keberadaannya menjadi bukti betapa masyarakat Bali sangat menghormati keseimbangan antara privasi, estetika, dan hubungan harmonis dengan alam semesta dalam membangun tempat tinggal.

Apa Nama Rumah Adat Orang Bali?

Rumah adat Bale adalah sebutan nama rumah adat orang Bali. Berbeda dengan rumah modern yang berada dalam satu atap tunggal, rumah adat Bale ini terdiri dari beberapa bangunan terpisah yang memiliki fungsi masing-masing dalam satu pekarangan atau kompleks hunian.

Menurut Dinas Kebudayaan Pemkab Buleleng, tata letak rumah adat Bali terpisah ini diatur dari Kitab Weda dengan aturan tata letak atau Astra Kosala Kosali dengan konsep Tri Hita Karana dan Sanga Mandala.

Adapun beberapa komponen rumah adat Bali yang umumnya berada dalam satu pekarangan meliputi:

  • Angkul-angkul: Pintu masuk atau gerbang utama menuju pekarangan rumah.

  • Aling-aling: Dinding pembatas yang berada tepat di belakang angkul-angkul.

  • Bale Manten: Bangunan khusus untuk kepala keluarga atau anak perempuan yang baru menikah.

  • Bale Gede/Bale Adat: Tempat pelaksanaan upacara adat dan keagamaan.

  • Bale Dauh: Bangunan untuk menerima tamu dan kegiatan sehari-hari.

  • Paon (Dapur): Area memasak yang diletakkan di bagian selatan pekarangan.

  • Pura Keluarga (Merajan/Sanggah): Tempat ibadah dan penghormatan leluhur di area timur laut.

  • Apa itu Aling-Aling?

    rumah adat bali, aling-aling rumah adat bali, bale aling aling, rumah adat bale
    info gambar

    rumah adat bali | Sumber Repository Universitas Atmajaya Yogyakarta


    Aling-aling adalah dinding pembatas atau pembatas visual berukuran relatif pendek yang ditempatkan secara khusus di area antara angkul-angkul (gerbang masuk) dan bagian dalam pekarangan rumah adat Bali. Dalam bahasa lokal, kata aling berarti "menutupi" atau "melindungi".

    Berdasarkan prinsip tata ruang arsitektur Bali, aling-aling berfungsi membelokkan jalur masuk orang yang berkunjung. Akses masuk tidak dibuat lurus melainkan berbelok ke arah kanan atau kiri, sehingga pandangan langsung dari luar ke dalam area pekarangan terhalang secara sempurna.

    Apa Fungsi Aling-Aling di Rumah Adat Bali?

    Fungsi aling-aling pada rumah adat Bali mencakup beberapa aspek penting berikut ini:

    1.Memberikan Privasi Penghuni

    Menjaga area dalam rumah agar tidak langsung terlihat dari luar. Tamu atau lalu lalang orang di luar gerbang tidak dapat melihat aktivitas keluarga, sehingga tamu masuk melalui bagian samping kanan atau kiri rumah secara sopan.

    2. Menolak Bala dan Energi Negatif

    Keberadaan rumah adat aling-aling ini juga berfungsi untuk menolak bala atau menghalau aura negatif (bhuta kala) masuk ke dalam rumah. Masyarakat Bali percaya bahwa energi jahat hanya bisa bergerak lurus, sehingga adanya dinding pembatas ini akan memantulkan atau membelokkan energi tersebut.

    3. Menambah Estetika Arsitektur

    Menambah estetika rumah adat Bali yang selama ini terkenal dengan keunikan tata letaknya yang bangunannya terpisah satu sama lain dalam satu kompleks hunian.

    Ciri-Ciri Aling-Aling di Rumah Adat Bali

    Untuk mengenali dinding pembatas ini secara langsung maupun lewat visual seperti gambar rumah adat aling-aling, Kawan GNFI dapat memperhatikan ciri khas utamanya:

    • Tinggi Dinding yang Proporsional

    Memiliki dinding pendek sekitar 1,5 meter yang umumnya dihiasi ukiran serta ornamen khas Bali yang indah.

    • Posisi Strategis

    Ditempatkan di depan, berada tepat di antara pintu masuk (angkul-angkul) dan area dalam rumah.

    • Variasi Bentuk dan Patung

    Jika tidak terbuat dari tembok penyekat bata atau batu padas, rumah adat aling-aling Bali ini juga dapat disimbolkan dengan patung khas Bali (seperti patung Dwarapala) yang berfungsi sebagai penjaga rumah.

    • Memiliki Rongga Ukiran: Sering kali dilengkapi celah relief atau ceruk kecil untuk menempatkan canang sari atau sesajen harian.

    Keberadaan rumah adat aling aling Bali membuktikan bahwa arsitektur Nusantara bukan sekadar tempat tinggal, melainkan wujud nyata harmonisasi fungsi spiritual dan kebutuhan sosial masyarakatnya.

    Referensi:

    https://disbudpar.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/37-keunikan-rumah-di-bali

    https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/culture/aling-aling

    Repository Universitas Atmajaya Yogyakarta: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/29034/3/195403116_Bab%202.pdf

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Evita Damayanti lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Evita Damayanti.

    ED
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.