iaas lc ipb berkolaborasi dengan lpa2i ipb dorong daya saing umkm desa cinangka melalui program msmes development - News | Good News From Indonesia 2026

IAAS LC IPB Berkolaborasi dengan LPA2I IPB University: Dorong Daya Saing UMKM Desa Cinangka melalui Program MSMEs Development

IAAS LC IPB Berkolaborasi dengan LPA2I IPB University: Dorong Daya Saing UMKM Desa Cinangka melalui Program MSMEs Development
images info

Pelaksanaan Program MSMEs Development Kolaborasi IAAS LC IPB dengan LPA2I di Desa Cinangka | Foto: Dokumentasi Pribadi Tim VCP IAAS LC IPB


Tim VCP IAAS LC IPB bersama LPA2I IPB University menggelar program MSMEs Development di Desa Cinangka, Ciampea, Bogor, guna memperkuat kapasitas UMKM tingkat desa.

Program ini mengusung tema "Menuju Usaha yang Berkembang dan Berdaya Saing" sebagai wujud pengabdian mahasiswa dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pendampingan berkelanjutan.

Village Concept Project (VCP) merupakan salah satu program pengembangan masyarakat yang diinisiasi oleh IAAS Indonesia dengan fokus utama pada pemberdayaan desa melalui pendekatan pertanian dan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui program VCP, IAAS LC IPB berupaya untuk menghadirkan suatu solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Program ini melibatkan Cut Azhirah Apriadina selaku Local Committee Director IAAS LC IPB, Alya Dwi Fatma sebagai Executive Secretary, Diandra Alifah Malik, Maulana Ghufron Nur Rafif, Muhamad Ida Bagus Raihan Bagaskoro, Yudhis, serta Nosiana Fitri Nurhalisa.

baca juga

Pemilihan Desa Cinangka sebagai lokasi pelaksanaan program didasarkan pada besarnya potensi ekonomi masyarakat, terutama di sektor usaha mikro.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 14 ribu jiwa, desa ini memiliki beragam UMKM di bidang kuliner, wirausaha, dan kerajinan.

Meski demikian, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan legalitas usaha, pengemasan produk yang belum optimal, dan akses pemasaran yang masih terbatas.

Melihat kondisi tersebut, IAAS LC IPB bersama LPA2I IPB University menghadirkan program MSMEs Development sebagai upaya pendampingan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif.

LPA2I sendiri merupakan lembaga resmi di bawah IPB University yang berfokus pada inkubasi bisnis, hilirisasi riset, serta akselerasi inovasi dan kewirausahaan.

Melalui program MSMEs Development, LPA2I IPB memberikan pendampingan kepada masyarakat dan UMKM agar memiliki standar produk dan legalitas yang memadai untuk meningkatkan daya saing.

Rangkaian kegiatan MSMEs Development diawali dengan pendataan dan screening UMKM pada April 2026 untuk mengidentifikasi kondisi usaha, potensi pengembangan, dan kebutuhan setiap pelaku UMKM sebagai dasar penyusunan pendampingan yang tepat sasaran.

Program kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan workshop sebanyak dua kali pada Mei 2026 dengan pembekalan peserta mengenai pengetahuan mengenai pengembangan usaha, peningkatan kualitas produk, serta strategi meningkatkan daya saing di pasar.

Setelah pelaksanaan workshop, pendampingan berlanjut pada periode Juni hingga Agustus 2026 melalui proses asistensi legalitas usaha dan produk.

Dalam tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Halal, serta Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Legalitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

baca juga

Selain aspek legalitas, program ini juga memberikan layanan desain kemasan produk secara gratis. Perbaikan desain kemasan menjadi salah satu fokus utama, mengingat kemasan merupakan identitas produk sekaligus faktor penting yang memengaruhi minat konsumen.

Dengan tampilan produk yang lebih profesional, UMKM diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produknya.

Tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk, IAAS LC IPB bersama LPA2I juga berkomitmen membantu pelaku usaha dalam memperluas akses pasar. Pendampingan dilakukan melalui pengenalan strategi pemasaran yang lebih efektif, termasuk pemanfaatan media digital dan jejaring pemasaran agar produk-produk UMKM Desa Cinangka memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Seluruh rangkaian pendampingan akan terus berlangsung hingga November 2026. Pendekatan ini menunjukkan bahwa program MSMEs Development tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan sesaat, tetapi juga mengedepankan proses pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan adanya pendampingan secara bertahap, pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan lembaga pengembangan inovasi IPB University melalui program MSMEs Development menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

IAAS LC IPB berharap program ini dapat mendorong lahirnya UMKM yang lebih adaptif, memiliki legalitas usaha yang lengkap, kemasan yang lebih kompetitif, serta akses pasar yang lebih luas guna mendukung pertumbuhan ekonomi Desa Cinangka secara berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.