Komunitas BerKawan dari GNFI untuk wilayah Jawa Tengah berkolaborasi dengan Bisindo Kota Semarang dan Collabox Creative Hub untuk menyelenggarakan kegiatan tatap muka melalui “BerKawan: Weaving Meaning Within Our Hands”.
Acara yang telah berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) ini bertujuan untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai budaya Tuli dan bahasa isyarat.
Program BerKawan mendatangkan Bisindo Kota Semarang sebagai pembicara utama dalam aspek edukasi. Sebagai penyedia kelas bahasa isyarat yang telah berkiprah sejak 2016, tim pengajar Bisindo mendelegasikan fasilitator untuk membekali peserta dengan materi orientasi Dunia Tuli, etika berinteraksi bagi Teman Dengar, serta praktik langsung alfabet dasar dan kosakata harian.
“Melalui interaksi bermakna ini, kami berharap Kawan GNFI tidak hanya memperoleh perspektif baru tentang akses komunikasi, tetapi juga terdorong untuk saling menghargai perbedaan,” Elsa, perwakilan dari BerKawan saat ditemui di tempat.
Langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi pemantik untuk meruntuhkan batasan komunikasi dan menciptakan lingkungan yang "ramah" bagi siapa saja.
Sebagai informasi, aktivitas tersebut diselenggarakan di Collabox Creative Hub, sebuah ekosistem profesional yang berfokus pada kreativitas dan kolaborasi di Kota Semarang. Sebagai mitra tempat, Collabox menyediakan infrastruktur yang mendukung pemberdayaan komunitas lewat ruang kreatif yang dimilikinya.
Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga jam ini juga diramaikan dengan Educational Games untuk menguji ingatan peserta dan Writing Challenge untuk Kawan GNFI yang senang menuliskan pengalamannya dalam program BerKawan.
"Aku berharap kolaborasi BerKawan bersama BISINDO Kota Semarang dan Peduli Isyarat Semarang ini dapat memperluas wawasan kita tentang budaya Tuli dan dasar-dasar komunikasi inklusif secara langsung," imbuh Elsa lagi.
Kolaborasi ini mencerminkan visi bersama antara Kawan GNFI, Bisindo Semarang, dan Collabox untuk membangun masyarakat yang lebih adaptif dan inklusif.
Dengan target peserta dari kalangan anak muda, acara tersebut diharapkan mampu melahirkan duta-duta baru yang peduli terhadap kesetaraan akses komunikasi di ruang publik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


