alumni top 15 good creators academy 2025 wakili indonesia di forum geopark dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Alumni Top 15 Good Creators Academy 2025 Wakili Indonesia di Forum Geopark Dunia

Alumni Top 15 Good Creators Academy 2025 Wakili Indonesia di Forum Geopark Dunia
images info

GCA di Forum Geopark Dunia


Empat kreator muda Indonesia dari Good Creators Academy (GCA) 2025 membawa misi baru di ajang internasional. Fahry Wiranata Sadlir, Nicole Sugiharto, Priska Wulan Ramadhani, dan Muhammad Gusti Hibatullah mewakili Indonesia dalam The 7th Geotourism Festival & International Conference (GEOFest) 2026, forum yang mempertemukan pengelola geopark, peneliti, pemerintah, pelaku pariwisata, hingga masyarakat adat dari berbagai negara.

Keempatnya merupakan bagian dari Top 15 alumni Good Creators Academy Indonesia, sebuah program yang diinisiasi Good News From Indonesia (GNFI) untuk membekali generasi muda dengan kemampuan memproduksi konten yang positif dan berdampak. Keikutsertaan mereka di GEOFest 2026 menunjukkan bahwa peran kreator digital kini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam dan budaya kepada dunia.

Dalam forum internasional seperti GEOFest, para delegasi muda ini berkesempatan mendokumentasikan praktik terbaik pengelolaan geopark, membangun jejaring dengan peserta dari berbagai negara, serta menyampaikan cerita mengenai kawasan-kawasan geopark.

Memperkuat Kolaborasi Geopark Lintas Negara

GEOFest 2026 mengusung tema "Where Earth's History Meets Indigenous Wisdom" atau "Di Mana Sejarah Bumi dan Kebijaksanaan Adat Bertaut". Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, festival tahun ini berlangsung lintas negara dengan rangkaian kegiatan di tiga UNESCO Global Geopark di Indonesia dan Malaysia.

Agenda diawali di UNESCO Global Geopark Raja Ampat pada 8–10 Juni 2026 melalui kegiatan prakonferensi yang memperkenalkan kekayaan geologi dan keanekaragaman hayati kawasan timur Indonesia. Rangkaian utama kemudian berlangsung di UNESCO Global Geopark Kaldera Toba, Sumatera Utara, pada 1–5 Juli 2026.

Di Kaldera Toba, peserta mengikuti konferensi internasional yang digelar di Taman Simalem Resort, Kabupaten Karo. Forum tersebut mempertemukan pakar geopark, akademisi, dan pengambil kebijakan untuk membahas pengelolaan kawasan berbasis pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan geowisata berkelanjutan.

Salah satu fokus utama konferensi adalah memperkuat posisi Kaldera Toba sebagai pusat penelitian dan pertukaran pengetahuan mengenai geopark dunia. Kawasan yang terbentuk dari letusan supervulkan sekitar 75.000 tahun lalu itu menjadi contoh bagaimana warisan geologi dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.

Belajar dari Warisan Dunia di Lenggong

Rangkaian GEOFest 2026 juga berlangsung di UNESCO Global Geopark Lenggong, Perak, Malaysia, pada 21–24 Juli 2026. Kegiatan mengangkat subtema "Tracing the Toba Ash Diaspora and Empowering Indigenous Communities", yang menyoroti hubungan ilmiah antara letusan purba Kaldera Toba dengan kawasan Lenggong sekaligus pentingnya peran masyarakat adat dalam pelestarian geopark.

Selama berada di Lenggong, peserta mengikuti ceramah pleno, presentasi ilmiah mengenai geowisata, diskusi, hingga lokakarya yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu. Mereka juga mengunjungi sejumlah situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk lokasi penemuan fosil Perak Man serta situs paleolitik Kota Tampan yang menjadi salah satu bukti penting sejarah awal manusia di Asia Tenggara.

Penyelenggara juga menghadirkan kegiatan pertukaran budaya melalui pertunjukan seni masyarakat adat dan jamuan resmi antardelegasi. Interaksi ini memberi ruang bagi peserta untuk memahami bagaimana pelestarian warisan geologi dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga tradisi dan identitas lokal.

Delegasi Good Creators Academy dalam GEOFest 2026 juga diikuti oleh Luqman Al-Hakim dari GCA Malaysia. Melalui partisipasi para alumni GCA dari kedua negara, forum ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai geopark, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kreator digital dapat berkontribusi dalam memperluas pemahaman publik tentang pentingnya pelestarian warisan geologi, budaya, dan masyarakat lokal. 

baca juga

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.