Bendungan Titab Ularan merupakan bendungan terbesar di Bali yang menjadi infrastruktur vital pengelola sumber daya air sekaligus destinasi wisata alam. Terletak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Singaraja, bendungan ini membendung aliran Tukad Saba yang mengalir sepanjang tahun.
Lokasinya tergolong unik karena berada di perbatasan dua wilayah administratif, yakni Desa Titab di Kecamatan Busungbiu dan Desa Ularan di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Bendungan ini menempati lahan seluas kurang lebih 138 hektare dengan luas genangan yang mencakup hingga 68 hektare. Daya tampung bendungannya mencapai 12 juta meter kubik air.
Aset Penting di Buleleng
Perencanaan pembangunan Bendungan Titab Ularan dimulai sejak tahun 2000. Berbagai studi kelayakan dilakukan untuk menggodok pembangunan bendungan ini.
Namun, konstruksi fisiknya baru mulai direalisasikan pada tahun 2011. Pembangunannya selesai pada akhir tahun 2015. Sementara itu, pengoperasiannya dilakukan secara penuh pada tahun 2018.
Struktur bendungan ini menggunakan teknik urugan batu random atau acak dengan inti tegak yang dipilih untuk memberikan keamanan dan stabilitas maksimal, terutama di daerah yang rawan gempa. Tinggi Bendungan Titab Ularan mencapai 59,9 meter dan panjang puncak sekitar 210 meter.
Salah satu manfaat utama dari bendungan raksasa ini adalah untuk mengairi lahan pertanian di Daerah Irigasi Saba dan Puluran yang mencakup luas hingga 1.795 hektare. Dengan ketersediaan air yang stabil, para petani dapat meningkatkan intensitas tanam mereka dari 169% menjadi 275% demi hasil panen yang lebih melimpah.
Bendungan ini mampu menyediakan air baku sebesar 0,35 m3/detik. Air ini bisa mengairi tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Seririt, Banjar, dan Busungbiu. Debit airnya juga bisa menghasilkan sumber energi listrik tenaga air sebesar 1,5 megawatt.
Selain fungsi irigasi, bendungan ini berperan sebagai penyedia air baku permukaan sebesar 350 liter per detik bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat. Melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), akses terhadap air bersih semakin menjangkau puluhan ribu jiwa di sekitarnya.
Sebagai informasi, bendungan ini juga dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan dan penanggulangan banjir, terutama di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
Bendungan Titab Ularan juga menawarkan pesona alam yang indah. Keindahan pemandangan sekitar menjadikan bendungan ini sebagai tempat untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Disadur dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng, proyek pembangunan bendungan ini menelan anggaran hingga Rp509,32 miliar. Sementara itu, biaya supervisinya mencapai Rp10,6 miliar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


