struktur rumah joglo fungsinya - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Pendopo hingga Gandhok, Inilah Bagian Tata Letak Ruang Rumah Joglo dan Fungsinya

Dari Pendopo hingga Gandhok, Inilah Bagian Tata Letak Ruang Rumah Joglo dan Fungsinya
images info

Dari Pendopo hingga Gandhok, Inilah Bagian Tata Letak Ruang Rumah Joglo dan Fungsinya | Wikimedia Commons @Herusutimbul


Rumah joglo adalah bangunan warisan budaya yang kerap digunakan sebagai rumah tinggal bagi masyarakat Jawa, di mana struktur rumah joglo dirancang dengan penuh makna. Susunannya secara umum terdiri dari pendhopo, pringgitan, dalem, dan beberapa ruangan fungsional lain di area belakang.

Dulunya, rumah joglo Jawa hanya diperuntukkan bagi kalangan ningrat atau kelas atas karena biaya pembangunannya yang sangat mahal, belum lagi material kayunya yang masif.

Lebih dari sekadar tempat bernaung, fungsi rumah joglo sarat akan filosofi luhur yang melambangkan kedekatan rohani manusia dengan Tuhan, keharmonisan alam sekitar, hingga kelancaran interaksi dan komunikasi antarsesama.

Dikutip dari laman resmi Dinas Kebudayaan DIY, arsitektur tradisional ini secara cerdas memuat nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Jawa yang direpresentasikan lewat tata letak ruangannya. Yuk, kita pahami lebih dalam tiap bagian arsitektur dan susunan rumah joglo hingga fungsinya bersama!

baca juga

Susunan Rumah Joglo dari Depan ke Belakang

Stuktur dan Susunan Rumah Joglo, Apa Fungsi Pendopo hingga Gandhok? | Disbud DIY
info gambar

Stuktur dan Susunan Rumah Joglo, Apa Fungsi Pendopo hingga Gandhok? | Disbud DIY


Denah rumah tradisi Jawa ini sangat khas, memanjang dari area publik di garis depan hingga area privat di lini belakang.

Dikutip dari Subiyantoro (2011), susunan rumah joglo meliputi pendhapa, pringgitan, dalem, dapur, gandhok, dan gadri yang masing-masing menjalankan perannya tersendiri guna menyokong keberlangsungan penghuninya. Berikut selengkapnya:

1. Pendhopo atau Ruang Depan

Pendhopo merupakan paviliun atau ruang terbuka tanpa sekat dinding di bagian paling depan. Area luas ini difungsikan untuk menerima tamu, mengadakan musyawarah warga, hingga menggelar berbagai pertunjukan seni budaya.

Atap pendhopo rumah Joglo memiliki susunan balok tumpang sari yang membedakannya dengan atap rumah limasan. Keberadaannya yang diletakkan di area bertingkat melambangkan tingkatan perjalanan spiritual manusia menuju Tuhan yang menciptakan kita.

Secara filosofis, ketiadaan dinding pada ruang ini menyimbolkan karakter keterbukaan si pemilik rumah dan energi maskulin. Pendopo rumah joglo juga melambangkan kebijaksanaan, keseimbangan kosmos, hingga harapan kelancaran komunikasi para penghuninya dengan dinamika masyarakat sekitar.

2. Pringgitan

Melangkah lebih ke dalam, Kawan GNFI akan menemukan pringgitan atau serambi semi terbuka yang menjadi ruang transisi pembatas antara area publik di pendhopo dan area privat keluarga. 

Ruangan ini kerap difungsikan sebagai panggung pertunjukan wayang kulit, menerima tamu terhormat dan tamu resmi di masa lampau.

Menurut buku Filosofi Rumah Jawa, nama ruang pringgitan berasal dari kata "pringgit" yang berarti wayang. Karena letaknya, filosofi pringgitan erat kaitannya dengan simbolisme transisi antara kehidupan publik dan privat.

3. Dalem Ageng atau Omah Buri

Dalem adalah inti bangunan atau ruang keluarga utama yang bersifat sangat tertutup dan privat. Di area sentral inilah penghuni rumah beristirahat total dan merawat dinamika internal keluarganya.

Karena sifatnya yang privat, dalem ageng biasanya juga digunakan untuk menerima saudara yang dekat/akrab, dan sebagai ruang kegiatan wanita.

Merujuk pada riset Slamet Subiantoro (2011) dalam jurnalnya, struktur dan desain dalem melambangkan banyak nilai mulai dari feminin, rasa hormat pada pemilik rumah, refleksi jiwa dan raga, hingga penyatuan kosmos. Konsep dalem yang menganut Tri Hita Karana juga menciptakan getaran keselarasan dan keseimbangan.

4. Dapur, Gandhok, dan Gadri

Area belakang rumah joglo disempurnakan dengan kehadiran dapur atau pawon, serta gandhok (kamar tidur tambahan) dan gadri (ruang makan keluarga).

Gandhok berfungsi untuk kamar tidur anak-anak yang sudah beranjak remaja. Terkadang ruangan di sisi kanan-kiri joglo ini juga dipakai untuk kamar para tamu dekat.

Karena joglo digunakan sejak zaman dulu, tak heran jika fungsi dapur masih terasa domestik dan tradisional, difungsikan sebagai ruang memasak perempuan. Tamu perempuan yang merupakan tetangga juga bisa diterima di dapur ini.

Selain itu, ada juga gandri atau ruang makan keluarga. Di ruangan ini biasanya dipasang pintu ke belakang yang melambangkan sarana komunikasi, hubungan sosial, dan fungsi menghargai antar sesama manusia.

baca juga

Struktur Rumah Joglo Jawa secara Vertikal

Struktur Rumah Joglo Jawa secara Vertikal, Apa Fungsi Tumpang Sari dan Soko Guru? | Disbud DIY
info gambar

Struktur Rumah Joglo Jawa secara Vertikal, Apa Fungsi Tumpang Sari dan Soko Guru? | Disbud DIY


Selain memahami alur denah secara mendatar, keindahan arsitektur bangunan ini juga berdiri kokoh berkat anatomi vertikalnya yang presisi. Kawan bisa mengamati struktur rumah joglo yang megah dan kokoh melalui formasi atap, tiang penyangga utama, serta bagian landasan dasar atau ompak.

1. Atap

Atap rumah joglo memiliki bentuk tajug gabungan yang didesain menjulang tinggi di bagian tengah. Geometri atap ini bukan hanya sekadar solusi teknis untuk mematahkan curah hujan lebat dan menahan panas terik matahari tropis, tetapi juga merepresentasikan wujud gunung.

Seperti yang sudah disinggung, atap rumah joglo mempunyai tumpang sari. Struktur ini yang menjadi perbedaan utama rumah joglo dan rumah limasan.

Dalam konsep Jawa tradisional, gunung dipandang sebagai tempat yang sakral dan tinggi. Oleh sebab itu, menjulangnya rancangan atap ini secara visual melambangkan upaya manusia untuk selalu memiliki kedekatan relasi dengan Sang Pencipta.

2. Tiang atau Tembok

Sebagai sistem penopang utama atap sentral yang berat, rumah ini menggunakan tiang penyangga yang lazim disebut soko guru.

Umumnya terdapat empat soko utama yang didirikan mewakili empat arah mata angin, yakni utara, selatan, timur, dan barat. Berdasarkan ulasan dalam jurnal Subiyantoro (2011), mata angin tersebut menjadi simbol nafsu manusia, yakni nafsu mutmainah, amarah, sufiah, lumawah, dan nafsu prama. Keempat soko berbahan kayu jati ini juga disebut melambangkan nilai ketuhanan.

3. Ompak atau Bawah

Bagian penyusun anatomi paling dasar dari struktur ini adalah ompak, yaitu bantalan penyangga soko guru yang umumnya dipahat dari blok batu alam kokoh. Ompak memegang fungsi krusial untuk mencegah tiang kayu menancap langsung ke tanah agar tidak lekas keropos akibat rembesan air, genangan hujan, atau serangan rayap perusak.

Dalam tulisan Subiyantoro disebut bahwa struktur rumah joglo yang terdiri dari atap, tiang, dan ompak merupakan bentuk transformasi candi. Susunan tersebut merepresentasikan dunia atas (dewa), dunia tengah (kehidupan), dan dunia bawah (kematian).

Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa ompak yang ada di bagian bawah joglo memiliki makna filosofis berupa representasi dunia bawah dan kematian yang tak pernah jauh dari kehidupan manusia.

baca juga

Sekian artikel berjudul "Dari Pendopo hingga Gandhok, Inilah Bagian Tata Letak Ruang Rumah Joglo dan Fungsinya".

Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan Kawan seputar susunan dan struktur rumah joglo Jawa!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.