Ada sebuah cerita rakyat dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur tentang kisah seekor buaya jadi-jadian dan manusia yang ada di sana. Cerita rakyat ini bercerita tentang seekor buaya jadi-jadian yang menyamar menjadi seorang manusia dan hidup bersama mereka di sebuah kampung.
Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Manggarai, Nusa Tenggara Timur tersebut.
Kisah Buaya Jadi-jadian dan Manusia, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
Dikutip dari buku Cerita Rakyat Manggarai, alkisah pada zaman dahulu hiduplah seekor buaya jadi-jadian. Buaya ini bisa menyamar selayaknya manusia.
Sebelum menyamar, buaya tersebut akan melepaskan semua kulit yang dia kenakan. Setelah itu, buaya tersebut akan menyembunyikan kulitnya itu.
Nantinya buaya tersebut akan berbaur dengan manusia lainnya. Rahasia ini bisa dia jaga selama bertahun-tahun lamanya.
Berkat persembunyiannya ini, buaya tersebut bisa hidup di kampung manusia bersama-sama. Dia pun beraktivitas layaknya manusia pada umumnya.
Pada suatu malam, masyarakat yang ada di sana diundang oleh kampung yang berada di sebarang. Di kampung tersebut tengah diselenggarakan pesta secara besar-besaran.
Masyarakat kampung tentu antusias menerima undangan tersebut. Apalagi mereka bisa mendapatkan hiburan dengan menghadiri pesta yang diadakan di kampung itu.
Semua masyarakat pun sepakat untuk pergi ke sana. Buaya jadi-jadian ini pun juga ikut diajak untuk pergi bersama mereka menghadiri pesta tersebut.
Hari diselenggarakan pesta pun tiba. Masyarakat pun berkumpul untuk pergi bersama.
Sebelum berangkat, buaya melepaskan kulitnya terlebih dahulu. Setelah itu, dia menyembunyikan kulit tersebut di dalam sebuah ruas bambu.
Tanpa sadar, hal ini diperhatikan oleh seorang anak di celah dinding. Dia pun langsung melaporkan hal tersebut pada sang ibu yang tidak ikut pergi berpesta.
Pada awalnya sang ibu tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh anaknya. Dia pun pergi ke tempat buaya menyembunyikan kulitnya.
Benar saja, ibu tersebut menemukan kulit buaya di dalam ruas bambu tersebut. Alangkah terkejutnya sang ibu begitu mengetahui ada buaya jadi-jadian di tengah mereka.
Sang ibu kemudian mengambil kulit buaya tersebut dan membawanya pulang ke rumah. Setibanya di rumah, dia langsung membakar kulit buaya tersebut hingga habis tak bersisa.
Beberapa hari kemudian, rombongan masyarakat, termasuk buaya tersebut kembali dari kampung sebelah. Sang buaya langsung pergi menuju rumah dan ke ruas bambu tempat dia menyembunyikan kulitnya.
Namun setibanya di sana, dia tidak menemukan kulit yang disembunyikan sebelumnya. Buaya tersebut kemudian mencari kulit tersebut di sisi rumah.
Meskipun demikian, usaha yang dia lakukan tidak membuahkan hasil. Muncullah kecurigaan buaya jika ibu dan anak yang ada di dekat rumahnya adalah pelakunya.
Buaya tersebut kemudian langsung mendatangi rumah sang ibu. Dia menanyakan perihal kulit buaya yang dia sembunyikan.
Sang ibu tentu ketakutan begitu didatangi buaya. Namun dia berhasil menahan rasa takutnya dan menjawab jika tidak tahu menahu soal kulit buaya.
Bahkan sang ibu mencoba menjebak buaya tersebut. Dia bertanya mengapa dirinya mencari kulit buaya di sana.
Padahal tidak ada seekor pun buaya yang terlihat di kampung mereka. Karena tidak ingin rahasianya terbongkar, buaya tersebut memilih bungkam dan meninggalkan rumah ibu tersebut.
Sejak saat itu, buaya tersebut menjadi manusia seutuhnya. Dia tidak bisa kembali ke wujud buaya tanpa kulit yang dimilikinya.
Di sisi lain, sang ibu tetap menjaga rahasia yang dia ketahui. Dia juga tidak ingin dirinya beserta sang anak mendapatkan marabahaya dari sosok buaya jadi-jadian tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


