Banyak perempuan menganggap nyeri haid sebagai bagian yang wajar dari siklus menstruasi. Padahal, rasa sakit yang terus berulang dapat menjadi tanda kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti endometriosis. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya mengenali gejala maupun melakukan deteksi dini terhadap kondisi tersebut.
Melalui Impact Circle 2026, AIESEC in BINUS mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya kesehatan reproduksi perempuan sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai endometriosis melalui webinar edukatif dan diskusi interaktif yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (30/5).
Sekitar 356 peserta mengikuti rangkaian acara yang berlangsung melalui Zoom Meeting. Sebagai salah satu program tahunan AIESEC in BINUS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), Impact Circle 2026 bertujuan menghadirkan ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami isu kesehatan reproduksi yang masih sering dipandang sebelah mata.
Melalui pembahasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak melihat bahwa endometriosis bukan hanya persoalan kesehatan perempuan, tetapi juga isu yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
Sesi utama menghadirkan dr. Gracia yang membahas pentingnya mengenali gejala endometriosis sejak dini. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa endometriosis masih sering terlambat dikenali karena gejalanya dianggap sebagai bagian normal dari siklus menstruasi. "Saya berharap webinar ini dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai endometriosis, khususnya bahwa nyeri haid yang parah tidak boleh diabaikan ataupun dianggap sebagai sesuatu yang normal. Kesadaran dan pengenalan dini merupakan kunci untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat," ujarnya.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mengenai topik yang telah dibahas. Antusiasme peserta juga terlihat melalui permainan emoji yang mengajak mereka berbagi perspektif dan pengalaman terkait kesehatan reproduksi. Suasana interaktif tersebut mendorong peserta untuk lebih aktif berdiskusi sekaligus memahami bahwa isu kesehatan reproduksi merupakan tanggung jawab bersama dan relevan bagi semua kalangan.
Peserta kemudian mengikuti diskusi kelompok dalam ruang virtual terpisah (breakout room) melalui Zoom Meeting untuk membahas studi kasus mengenai kesehatan reproduksi perempuan dengan fokus pada kesadaran terhadap gejala endometriosis. Selama 23 menit, setiap kelompok bersama-sama mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi masyarakat sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan, dengan dua kelompok terbaik berkesempatan menyampaikan hasil pembahasannya di hadapan seluruh peserta.
Materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi para peserta. Kevin Randy Aditya, yang terpilih sebagai Most Outstanding Delegate, mengaku memperoleh sudut pandang baru setelah mengikuti Impact Circle 2026. "Sebagai laki-laki, awalnya saya merasa bingung dengan topik utama acara karena berkaitan dengan perempuan. Namun setelah mengikuti acara ini, saya menyadari bahwa pengetahuan mengenai isu tersebut penting untuk dimiliki semua orang sebagai bekal wawasan bagi generasi muda," ungkapnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Nazkia Najidah Ramdani, pemenang kategori Social Media Buzz. Ia mengungkapkan bahwa penyampaian materi yang interaktif membuat isu kesehatan reproduksi terasa lebih mudah dipahami dan memberikan pengalaman yang bermakna karena berhasil meningkatkan kesadaran mengenai isu penting dengan cara yang menyenangkan dan mudah diikuti.
Melalui edukasi yang diberikan dalam Impact Circle 2026, AIESEC in BINUS kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang belajar yang relevan bagi generasi muda. Pembelajaran melalui sesi materi, diskusi interaktif, serta kolaborasi antarpeserta menunjukkan bahwa meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memahami, berdiskusi, dan berani membuka percakapan mengenai isu yang masih sering disalahpahami.
AIESEC in BINUS berharap Impact Circle 2026 dapat mendorong lebih banyak generasi muda untuk menjadi individu yang peduli, berani menyebarkan informasi yang benar, serta menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


