Legenda kelapa gading adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Legenda ini menceritakan tentang sebuah pohon kelapa sakti yang dikenal dulunya.
Berkat kelapa gading tersebut, masyarakat yang ada di sekitarnya bisa selamat dari musim paceklik yang melanda. Oleh sebab itu, pohon kelapa gading ini selalu dijaga oleh masyarakat dulu yang mendiami wilayah tersebut.
Lantas bagaimana kisah dari legenda kelapa gading tersebut? Simak kisah dari cerita rakyat Sulawesi Tenggara ini dalam artikel berikut.
Legenda Kelapa Gading yang Sakti, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara
Dinukil dari buku Cerita Rakyat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara, alkisah ada sebuah kerajaan besar yang berdiri di daerah Sulawesi Tenggara dulunya. Kerajaan ini sangat makmur dan sejahtera.
Ada seorang raja yang memimpin kerajaan tersebut selayaknya pemerintahan pada umumnya. Namun raja ini memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki masyarakat biasa.
Sang raja dikenal memiliki kesaktian yang tinggi. Meskipun demikian, sang raja tidak pernah menggunakan kesaktiannya itu untuk hal-hal buruk.
Di istana kerajaan, ada sebuah kebun kelapa yang sudah dirawat sejak lama oleh sang raja. Tidak terhitung berapa banyak pohon kelapa yang ada di sana.
Namun di antara semuanya, ada satu pohon kelapa yang mencolok jika dibandingkan dengan yang lainnya. Tampilan kelapa tersebut cukup besar sehingga terlihat mencolok di kebun tersebut.
Tidak hanya itu, pohon kelapa itu dikenal juga memiliki kesaktiannya tersendiri. Oleh masyarakat kerajaan tersebut, pohon kelapa ini dikenal dengan nama kelapa gading.
Pada suatu masa, kondisi mencekam tengah melanda kerajaan tersebut. Daerah yang dulunya terkenal makmur dan kaya akan sumber daya alam tiba-tiba dilanda paceklik.
Begitu pun dengan hasil laut yang menjadi konsumsi utama masyarakat. Tidak banyak ikan yang berhasil didapatkan oleh para nelayan untuk dikonsumsi masyarakat yang ada di sana.
Hal ini tentu menjadi kendala bagi masyarakat di kerajaan itu. Tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi para nelayan yang menjadi profesi utama, ikan juga menjadi makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat tersebut.
Menanggapi keadaan ini, melaporlah salah seorang masyarakat pada sang raja. Dia berkata semua masyarakat akan mati kelaparan jika kondisi ini dibiarkan berlarut.
Dengan tenang sang raja menerima aduan masyarakat tersebut. Dirinya seakan tahu solusi apa yang mesti diambil atas permasalahan yang tengah terjadi di negerinya.
Akhirnya sang raja meminta masyarakat untuk mengambil daun kelapa gading satu per satu. Setelah itu, masyarakat bisa menghanyutkan daun kelapa itu ke laut.
Masyarakat pun melakukan apa yang diperintahkan oleh sang raja. Satu per satu masyarakat mengambil daun yang ada di kelapa gading.
Setelah itu, mereka beramai-ramai ke pantai. Masyarakat kemudian menghanyutkan daun kelapa gading tersebut seperti perintah sang raja.
Keesokan harinya, masyarakat kemudian kembali pergi ke pantai. Ajaibnya, di sana sudah penuh dengan ikan yang sangat banyak.
Keberadaan ikan ini tentu disambut dengan suka cita. Masyarakat kemudian mengumpulkan ikan-ikan tersebut untuk persediaan mereka.
Sejak saat itu, masyarakat makin meyakini kesaktian sang raja, termasuk dengan kelapa gading yang ada di istana. Jika paceklik terjadi, masyarakat akan selalu mengambil daun kelapa gading tersebut dan membuangnya ke pantai untuk mendapatkan ikan.
Meskipun demikian, masyarakat juga menjaga keberadaan kelapa gading itu. Dengan demikian, mereka tetap bisa merasakan manfaat dari pohon tersebut di kemudian hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


