mahasiswa kkn tematik keamanan pangan ipb berkolaborasi dengan badan pengawas obat dan makanan melalui pembentukan kader keamanan pangan di desa kalong i - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan IPB Berkolaborasi dengan BPOM lewat Program Pembentukan Kader Keamanan Pangan di Desa Kalong 1

Mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan IPB Berkolaborasi dengan BPOM lewat Program Pembentukan Kader Keamanan Pangan di Desa Kalong 1
images info

Kader Keamanan Pangan Desa Kalong I | Foto: Dokumentasi Pribadi


Isu keamanan pangan sering kali dianggap remeh, padahal dampaknya menyentuh langsung kehidupan sehari-hari, mulai dari makanan yang disantap keluarga di rumah hingga jajanan yang dibeli anak-anak di kantin sekolah.

Minimnya pemahaman masyarakat mengenai cara mengolah, menyimpan, dan memilih pangan yang aman kerap menjadi celah munculnya berbagai risiko kesehatan, mulai dari keracunan makanan hingga stunting pada anak.

Kondisi ini semakin terasa mendesak ketika disadari bahwa edukasi keamanan pangan selama ini lebih banyak bersifat sesaat dan belum menyentuh akar persoalan di tingkat keluarga maupun sekolah.

Padahal, kedua lingkungan tersebut merupakan tempat pertama di mana kebiasaan konsumsi pangan seorang anak terbentuk.

Dari keresahan itulah muncul pertanyaan mendasar: siapa yang akan terus menjaga dan menyebarluaskan kesadaran keamanan pangan di tengah masyarakat secara berkelanjutan? Jawabannya ditemukan pada potensi warga desa itu sendiri.

baca juga

Berangkat dari hal ini, Tim KKN Tematik Keamanan Pangan (KKNT-KP) Desa Kalong 1, Kecamatan Leuwisadeng, berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginisiasi program pembentukan Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD).

Melalui pendekatan partisipatif, tim KKNT-KP IPB Desa Kalong 1 bersama perangkat desa menjaring sepuluh warga terpilih untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan mereka, terdiri dari delapan kader keluarga dan dua kader sekolah.

Para kader keluarga umumnya berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang sehari-hari bersinggungan langsung dengan urusan dapur dan pengolahan makanan keluarga.

Sementara itu, dua kader sekolah yang berasal dari pengajar sekolah dipilih untuk mengawal keamanan pangan di lingkungan pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan jajanan dan makanan yang beredar di kantin sekolah.

Agar memiliki dasar hukum yang kuat dan diakui secara resmi, keberadaan KKPD disahkan melalui Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Kalong 1, Yeyen Permana.

Langkah ini menjadi penanda bahwa program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi bagian dari struktur desa yang berkelanjutan.

Sebelum resmi menjalankan tugasnya, para kader terpilih mengikuti serangkaian pelatihan kader keamanan pangan yang diselenggarakan di kediaman Ketua RW 1 Desa Kalong 1, pada 18 Juli 2026.

Materi yang diberikan mencakup 5 kunci keamanan pangan keluarga dan sekolah, serta pencegahan stunting dan keracunan makanan.

baca juga

Setelah dibekali pengetahuan, para kader tidak hanya berhenti sebagai penerima informasi, tetapi juga berperan aktif menjadi penyambung lidah antara ilmu yang telah diperoleh dengan masyarakat luas.

Kader keluarga memberikan edukasi dan fasilitasi kepada sesama ibu rumah tangga di lingkungan masing-masing, sementara kader sekolah memfasilitasi edukasi keamanan pangan kepada siswa maupun pengelola kantin sekolah agar jajanan yang dijual lebih terjamin kualitas dan keamanannya.

Kegiatan edukasi dan fasilitasi bagi ibu rumah tangga dilaksanakan pada 20-22 Juli 2026 dengan melibatkan delapan ibu rumah tangga yang diberikan edukasi sekaligus difasilitasi untuk mengamati praktik keamanan pangan di dapur rumah tangga masing-masing.

Selanjutnya, edukasi dan fasilitasi juga menyasar komunitas sekolah yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026 di SDN Kalong 01 dengan melibatkan 51 siswa yang mendapatkan edukasi keamanan pangan, serta fasilitasi terhadap dua kantin sekolah untuk mengamati langsung praktik keamanan pangan yang diterapkan di lingkungan kantin.

Kehadiran KKPD diharapkan mampu menjadi pengingat sekaligus penggerak perubahan kecil yang berdampak besar.

Sebab, menjaga keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau produsen skala besar, melainkan dimulai dari kesadaran individu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.