Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 33 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) menghadirkan inovasi rocket stove incinerator sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah di Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Program ini diwujudkan melalui pembuatan alat pembakaran sampah pada 24–25 Juli 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan demonstrasi penggunaannya kepada warga desa pada Minggu (3/8/2026).
Persoalan sampah masih menjadi perhatian di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro tahun 2025, timbulan sampah di Bojonegoro mencapai 134.641,67 ton per tahun.
Namun, baru 35,19% sampah yang terkelola, sementara 64,81% atau sekitar 87.261,31 ton per tahun masih belum terkelola.
Kondisi tersebut turut tercermin di Desa Mayangkawis yang hingga kini belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sehingga pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Mayangkawis, Suharto, menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian pemerintah desa karena belum tersedianya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN dengan membawa inovasi rocket stove incinerator menjadi langkah positif untuk membantu masyarakat mengurangi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada rekan KKN yang telah tanggap akan permasalahan yang dihadapi di Desa Mayangkawis. Jadi, tepat sekali bahwasannya permasalahan urgen yang sangat penting adalah kaitannya dengan sampah yang mana masyarakat Mayangkawis sampai detik ini masih belum punya TPS sehingga masyarakat kebanyakan membuang sampah di pinggir jalan dan sungai," jelasnya.
Suharto menambahkan, pemerintah desa akan menindaklanjuti inovasi tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan untuk mengkaji potensi penerapan rocket stove incinerator sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah di Desa Mayangkawis.
"Terkait dengan rocket stove incinerator ini akan kami diskusikan dan koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kiranya apabila memang tepat untuk diterapkan, tentu akan kami praktikkan dan laksanakan di Desa Mayangkawis," tambah Suharto.
Pembuatan rocket stove incinerator dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 33 pada 24–25 Juli 2026. Prosesnya meliputi perancangan desain, pengadaan material, perakitan alat, hingga uji coba pembakaran untuk memastikan rocket stove incinerator dapat berfungsi secara optimal dan aman digunakan.
Berbeda dengan pembakaran sampah secara konvensional, rocket stove incinerator dirancang menggunakan ruang bakar bersuhu tinggi sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dan menghasilkan asap yang jauh lebih minim.
Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mengurangi dampak pencemaran udara akibat pembakaran terbuka.
Setelah proses pembuatan selesai, mahasiswa menggelar sosialisasi kepada warga dan perangkat Desa Mayangkawis pada Minggu (3/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan fungsi rocket stove incinerator, mendemonstrasikan cara penggunaannya, serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik.
Sosialisasi tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir. Selain menyaksikan demonstrasi penggunaan rocket stove incinerator, masyarakat juga aktif berdiskusi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan di lingkungan desa.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 33 UPN Veteran Jawa Timur berharap rocket stove incinerator dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam pengelolaan sampah di Desa Mayangkawis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah desa dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik melalui kolaborasi dengan masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


