Bagi warga Kampung Cipurun, Desa Situregen, Kabupaten Lebak, melintasi jalan desa pada malam hari bukan perkara mudah. Minimnya penerangan, tikungan yang langsung berbatasan dengan area persawahan, serta tidak adanya penanda jalan membuat ruas tersebut cukup sering menjadi lokasi kecelakaan.
"Ya memang di jalan sini lumayan sering terjadi kecelakaan karena pencahayaannya kurang dan banyak tikungan yang langsung mengarah ke sawah," ujar Kang Egay, Ketua Pemuda Kampung Cipurun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University yang sedang menjalankan pengabdian di Desa Situregen. Alih-alih menunggu pembangunan infrastruktur berskala besar, mereka memilih menghadirkan solusi yang sederhana, mudah dibuat, dan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
Bersama Karang Taruna Kampung Cipurun, komunitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA), serta warga setempat, mahasiswa memasang reflektor jalan berbahan pipa PVC yang dipadukan dengan stiker reflektif. Ketika terkena sorotan lampu kendaraan, reflektor tersebut memantulkan cahaya sehingga membantu pengendara mengenali tikungan dan batas jalan pada malam hari.

Pemasangan Reflektor cahaya bersama masyarakat Desa Situregen
Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong. Delapan mahasiswa KKN bekerja bersama delapan belas anggota Karang Taruna, DESTANA yang dipimpin Bapak Deni selaku Ketua DESTANA sekaligus Ketua RT setempat, serta masyarakat sekitar. Mulai dari survei lokasi, penggalian pondasi, pengecoran, hingga pemasangan reflektor dilakukan bersama-sama.
Reflektor dibuat menggunakan pipa PVC berdiameter dua inci dengan tinggi sekitar 80 sentimeter. Bagian luarnya dilapisi stiker reflektif agar mampu memantulkan cahaya kendaraan, sedangkan bagian bawah diperkuat menggunakan cor semen dan resin sehingga lebih kokoh menghadapi cuaca maupun benturan ringan.
Yang menarik, titik pemasangan tidak ditentukan hanya berdasarkan pengamatan mahasiswa. Warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut ikut terlibat dalam survei lapangan untuk mengidentifikasi lokasi yang paling berisiko. Dari hasil diskusi bersama, lima titik rawan kecelakaan dipilih sebagai lokasi pemasangan reflektor.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa solusi terhadap persoalan desa akan lebih efektif ketika masyarakat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Pengetahuan lokal yang dimiliki warga dipadukan dengan gagasan dan semangat inovasi dari mahasiswa, menghasilkan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Bagi sebagian orang, sepotong pipa paralon mungkin hanyalah material bangunan biasa. Namun di Kampung Cipurun, Desa Situregen, Kabupaten Lebak, benda sederhana itu kini memiliki makna yang jauh lebih besar. Bersama stiker reflektif dan semangat gotong royong, paralon disulap menjadi reflektor jalan yang membantu meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam hari.
Bagi mahasiswa KKN, reflektor jalan bukan sekadar penanda tikungan. Program ini juga menjadi upaya membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab semua pihak. Infrastruktur sederhana yang dibuat secara swadaya dapat memberikan manfaat apabila dirancang berdasarkan persoalan yang nyata dan dipelihara bersama.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, kisah dari Kampung Cipurun menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan teknologi canggih atau anggaran yang besar. Terkadang, solusi yang paling berdampak justru lahir dari kolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan kemauan untuk bergerak bersama. Reflektor berbahan paralon yang kini berdiri di sepanjang tikungan jalan menjadi bukti bahwa langkah sederhana dapat menghadirkan rasa aman yang lebih besar bagi masyarakat.
Ketika mahasiswa, pemuda desa, komunitas kebencanaan, dan masyarakat bergandengan tangan mencari solusi atas persoalan di lingkungan mereka, lahirlah inovasi sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang. Inilah wajah gotong royong yang masih hidup di desa-desa Indonesia mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menghadirkan harapan melalui aksi nyata.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


