kknt ipb university 2026 gelar program jentik di desa kertamukti - News | Good News From Indonesia 2026

KKNT IPB University 2026 Gelar Edukasi Cegah DBD "JENTIK" di Desa Kertamukti, Buat Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami

KKNT IPB University 2026 Gelar Edukasi Cegah DBD "JENTIK" di Desa Kertamukti, Buat Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami
images info

Cegah DBD dari Rumah, Mahasiswa KKNT IPB University Ajak Warga Desa Kertamukti Kenali Nyamuk dan Buat Spray Alami


Kawan GNFI, Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat. Keberadaan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan pemukiman dapat meningkatkan risiko penularan DBD, terutama ketika terdapat banyak tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk.

Menjaga kebersihan lingkungan secara rutin menjadi langkah penting yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko tersebut.

Melihat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD, mahasiswa KKN T IPB University Tahun 2026 menghadirkan program JENTIK (Jelajah Edukasi Nyamuk dan Inisiasi Kesehatan) di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, di salah satu rumah warga Desa Kertamukti dan diikuti oleh 33 warga.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai DBD, pentingnya pemberantasan sarang nyamuk, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan DBD.

baca juga

Aktivitas diawali dengan edukasi mengenai DBD serta berbagai langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar. Kebiasaan sederhana seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menampung air, serta mengurangi barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan menjadi bagian penting dalam pencegahan DBD.

Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa KKNT IPB University juga mengajak warga mengikuti demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami. Aktivitas tersebut menjadi bentuk praktik sederhana yang memperkenalkan pemanfaatan tanaman yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat.

Sereh dan kemangi digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan spray karena keduanya memiliki aroma khas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengusir nyamuk.

Sereh mengandung minyak atsiri dengan senyawa aromatik seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol. Senyawa-senyawa tersebut beraroma yang kuat dan dikenal memiliki potensi sebagai penolak serangga.

Sementara itu, kemangi juga mengandung minyak atsiri dengan berbagai senyawa aromatik, memberikan aroma khas serta berpotensi memberikan efek penolak terhadap serangga. Pemanfaatan kedua tanaman tersebut menjadi salah satu alternatif sederhana untuk membantu mengurangi gangguan nyamuk di sekitar pengguna.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa KKNT IPB University memperagakan tahapan pengolahan bahan, pencampuran, hingga pengemasan spray ke dalam botol semprot. Warga dapat melihat secara langsung bagaimana bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk sederhana yang dapat digunakan sebagai alternatif pengusir nyamuk.

Meski berpotensi sebagai bahan alami pengusir nyamuk, efektivitas spray berbahan sereh dan kemangi tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsentrasi bahan aktif, metode ekstraksi, formulasi, serta lama penyimpanan. Karena itu, spray ini lebih tepat dipandang sebagai alternatif pendukung untuk membantu mengurangi gangguan nyamuk.

Penggunaan spray tetap perlu disertai dengan pemberantasan sarang nyamuk dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

baca juga

Antusiasme warga terlihat selama demonstrasi berlangsung. Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan secara langsung serta aktif berdiskusi mengenai manfaat bahan, cara pembuatan, penggunaan, hingga penyimpanan spray.

Peserta yang hadir juga mendapatkan produk spray yang telah dibuat sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang disampaikan.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai DBD, tetapi juga mengenal pemanfaatan bahan alami yang dapat ditemukan di sekitar rumah.

Kepala Desa Kertamukti turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program JENTIK yang menghadirkan edukasi kesehatan dengan pendekatan praktis.

Kegiatan seperti ini dinilai dapat membantu masyarakat memahami pencegahan DBD dengan cara yang lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program JENTIK, mahasiswa KKNT IPB University berharap masyarakat Desa Kertamukti semakin memahami bahwa pencegahan DBD dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.

baca juga

Edukasi mengenai pemberantasan sarang nyamuk, kebersihan lingkungan, serta pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengusir nyamuk diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat dalam menghadapi risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Bagi Kawan GNFI, upaya pencegahan DBD menunjukkan bahwa menjaga kesehatan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di sekitar rumah. Program JENTIK menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKNT IPB University Tahun 2026 bersama masyarakat Desa Kertamukti dalam meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan DBD.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

LR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.