Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University Tahun 2026 di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, melaksanakan program kerja pemberdayaan masyarakat berbasis penambahan probiotik pada pakan dan hirilisasi teknologi modernisasi budidaya ikan lele.
Program ini mengintegrasikan tiga tahapan utama, mulai dari survey lokasi pembudidaya, penyuluhan dan praktik langsung penambahan probiotik pada pakan serta penanganan penyakit pengelolaan budidaya optimal, hingga sosialisasi pendampingan dan monitoring guna memastikan keberlanjutan hilirisasi teknologi budidaya modern.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan survei lapangan ke lokasi pembudidaya lele sebagai tahap pemetaan awal. Tim KKN melakukan pendataan mengenai kondisi kolam budidaya, sistem pemeliharaan yang diterapkan, sumber air, kepadatan tebar, serta kondisi lingkungan budidaya.
Selain itu, dilakukan wawancara langsung dengan pembudidaya untuk memperoleh informasi mengenai berbagai permasalahan yang sering dihadapi selama proses budidaya. Data hasil survei menjadi dasar dalam penyusunan materi penyuluhan sehingga solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan utama yang memengaruhi keberhasilan budidaya lele. Kendala tersebut meliputi tingginya tingkat serangan penyakit akibat kualitas air yang kurang baik, fluktuasi derajat keasaman (pH) kolam, penumpukan sisa pakan dan lumpur dasar kolam yang memicu peningkatan kadar amonia, serta penggunaan pakan yang belum efisien. Selain itu, sebagian besar pembudidaya belum memanfaatkan teknologi sederhana untuk memantau kondisi kualitas air maupun menerapkan pengelolaan kolam secara terukur.

Sebagai tindak lanjut, tim KKN melaksanakan penyuluhan dan pelatihan mengenai pengelolaan budidaya lele yang baik. Kegiatan dilakukan secara interaktif dengan mengombinasikan penyampaian materi, demonstrasi alat, serta praktik langsung di kolam budidaya. Materi membahas tentang pentingnya manajemen kualitas air sebagai faktor utama keberhasilan budidaya. Pembudidaya juga diberikan pelatihan penggunaan pH meter untuk mengukur tingkat keasaman air kolam secara akurat sehingga perubahan kondisi air dapat diketahui lebih awal dan penanganan dilakukan secara tepat.
Tim KKN juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi kolam guna melihat implementasi teknologi yang telah diajarkan, memberikan konsultasi teknis, serta membantu menyelesaikan kendala yang masih ditemui di lapangan.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam proses transfer pengetahuan sehingga pembudidaya tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu mendorong transformasi budidaya lele dari metode tradisional menuju sistem budidaya yang lebih modern, terukur, dan berbasis teknologi.
Penerapan manajemen kualitas air, penggunaan probiotik dan molase pada pakan, serta pemeliharaan kolam yang baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas budidaya, menekan biaya produksi, dan mengurangi risiko kegagalan panen.
Sebagai tahap akhir, dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev) untuk mengukur efektivitas program. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan beberapa indikator utama, seperti perubahan nilai pH air menggunakan pH meter, tingkat kelangsungan hidup ikan (survival rate), kondisi kesehatan ikan, serta efisiensi biaya operasional budidaya setelah penerapan probiotik pada pakan dan pengelolaan kolam yang optimal. Data hasil monitoring menjadi dasar evaluasi keberhasilan program sekaligus rekomendasi pengembangan kegiatan pada periode berikutnya.

Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas teknis para pembudidaya lele, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui peningkatan produksi perikanan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat, diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan sektor budidaya perikanan yang lebih inovatif, efisien, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan program KKNT Inovasi IPB University di Desa Cibenda, diharapkan masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan lele, dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam menerapkan teknologi modern budidaya yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Pemanfaatan probiotik pada pakan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif teknologi yang mudah diterapkan untuk mendukung efisiensi pakan, menjaga kesehatan ikan, serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


