aiesec in untan mengajak pelajar pontianak dan kubu raya jadi problem solver lingkungan - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Untan Mengajak Pelajar Pontianak dan Kubu Raya Jadi Problem Solver Lingkungan

AIESEC in Untan Mengajak Pelajar Pontianak dan Kubu Raya Jadi Problem Solver Lingkungan
images info

Sumber: Data Internal AIESEC in Bandung


Persoalan lingkungan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya rasanya tidak pernah benar-benar tuntas dibicarakan. Sampah yang terus menumpuk, kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau, pencemaran yang perlahan mengganggu kualitas udara dan air, hingga kesadaran masyarakat akan praktik berkelanjutan yang masih tergolong rendah, menjadi pekerjaan rumah yang seolah berulang dari tahun ke tahun.

Di tengah situasi tersebut, banyak pihak sepakat bahwa generasi muda merupakan salah satu kunci untuk mendorong perubahan yang nyata, bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan kekuatan yang bisa benar-benar digerakkan apabila diberi ruang yang tepat.

Menjawab Tantangan Lewat Belajar dari Pengalaman

Menjawab kebutuhan itulah, Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) bersama AIESEC in Indonesia dan AIESEC in Untan menghadirkan Kawula17 Goes to School Batch 4 di Kota Pontianak. Program ini berupa workshop interaktif yang dirancang untuk membekali pelajar SMA dengan kemampuan berpikir kritis sekaligus merancang solusi atas isu lingkungan di sekitar mereka. Kegiatan akan berlangsung pada 17 September 2026, diikuti oleh 120 pelajar SMA yang berasal dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Mengusung tema "Youth Action for Environmental Sustainability", program ini tidak berhenti pada upaya menumbuhkan pemahaman peserta soal isu lingkungan semata. Lebih jauh, peserta didorong untuk aktif menemukan solusi yang relevan dan bisa benar-benar diterapkan. Caranya, lewat pendekatan experiential learning peserta diajak belajar dari pengalaman langsung, berdiskusi, mengamati kondisi di lapangan, mewawancarai pihak terkait, hingga akhirnya merancang solusi dengan metode design thinking.

baca juga

Pelajar sebagai Aktor Utama

Pendekatan semacam ini terasa relevan, mengingat cara belajar konvensional yang berpusat pada teori kerap kali sulit benar-benar menempel dalam ingatan, apalagi untuk isu sekompleks lingkungan yang membutuhkan pemahaman konteks lokal.

Dengan menempatkan pelajar sebagai aktor utama dalam proses belajarnya sendiri, Kawula17 Goes to School Batch 4 berupaya membuat pembelajaran terasa lebih hidup dan membekas. Tiap kelompok peserta nantinya akan mengidentifikasi dan menganalisis isu lingkungan yang relevan dengan kondisi Pontianak, lalu menyusun solusi berdasarkan hasil diskusi, observasi, dan validasi langsung di lapangan.

Sumber: Data Internal AIESEC in Bandung
info gambar

Sumber: Data Internal AIESEC in Bandung


Sepanjang proses tersebut, peserta juga akan berinteraksi langsung dengan komunitas yang bergerak di bidang lingkungan. Kehadiran komunitas ini bukan sekadar formalitas, melainkan berperan sebagai narasumber sekaligus mitra belajar yang memberi perspektif nyata soal berbagai tantangan lingkungan yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat sesuatu yang sulit didapat lewat metode belajar satu arah di dalam kelas.

Empat Bekal untuk Masa Depan

Selain memperdalam pemahaman soal isu lingkungan, peserta juga berkesempatan mengasah empat kemampuan sekaligus, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Empat kompetensi ini dipilih bukan tanpa alasan.

Selain relevan dengan isu lingkungan yang dibahas, kemampuan tersebut juga menjadi bekal yang akan terus terpakai peserta ke depannya, entah nanti di bangku kuliah, dunia kerja, maupun ketika mereka terjun langsung ke tengah masyarakat.

baca juga

Harapan di Balik Program

Program semacam ini pada dasarnya lahir dari kebutuhan akan ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik nyata, sesuatu yang sering luput dari pendekatan belajar konvensional di sekolah. PP17 dan AIESEC berharap, lewat Kawula17 Goes to School Batch 4, akan semakin banyak anak muda yang lahir bukan cuma peduli pada lingkungan, tetapi juga berani mengambil peran sebagai problem solver dan agen perubahan di komunitasnya masing-masing.

Harapan itu pun tidak berhenti sebatas satu hari kegiatan berlangsung; apa yang dipelajari peserta diharapkan terus dibawa dan diterapkan dalam keseharian mereka, jauh setelah acara usai.

Kehadiran Kawula17 Goes to School Batch 4 di Pontianak dan Kubu Raya barangkali tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan lingkungan yang ada. Namun, sebagai ruang belajar yang menumbuhkan kepedulian sekaligus kepercayaan diri anak muda untuk bertindak, program semacam ini setidaknya membuka satu pintu penting: bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil yang berani diambil oleh mereka yang mau terlibat lebih dulu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.