Upaya memupuk kesadaran menjaga lingkungan tentu harus dipupuk sejak usia dini. Karena itu, mahasiswa KKNT IPB 2026 Desa Kaduela merangkul siswa SDN 01 Kaduela untuk mendaur ulang sampah botol plastik menjadi instrumen tanaman hidroponik, melalui program bertajuk Jejak Hijau Cilik.
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di gedung SDN 01 Kaduela, dengan tujuan mengenalkan pemilahan sampah serta pemanfaatan limbah plastik secara nyata kepada para siswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pemilahan sampah pada Rabu, (5/8/2026) pagi. Sejak pukul 07.30 WIB, keceriaan mewarnai suasana belajar ketika tim mahasiswa memasuki ruangan. Siswa kelas 1—3 dikumpulkan dalam satu ruangan, sementara siswa kelas 4—6 menempati ruangan terpisah.
Pembagian kelompok ini dilakukan agar penyampaian materi dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta.
Selama 90 menit, para siswa diajak memahami bahwa kebiasaan mengolah sampah harus dipupuk sejak dini karena setiap individu bertanggung jawab penuh atas limbah yang dihasilkan.
Aksi lingkungan berlanjut pada Kamis, (6/8/2026) di lapangan sekolah. Tepat pukul 08.00 WIB, siswa kelas 4—6 berkumpul untuk mengikuti workshop pembuatan instrumen hidroponik. Sistem hidroponik sengaja dimodifikasi menjadi lebih sederhana agar dapat dipraktikkan kembali dengan mudah oleh anak-anak di rumah masing-masing.
Pelatihan kreatif ini menggunakan bahan bekas di sekitar seperti botol air mineral dan kain flanel. Dibimbing oleh mahasiswa, para peserta memotong botol plastik lalu merangkainya menjadi wadah tanam yang dipasangi kain flanel sebagai sumbu penyerap air nutrisi.
Dalam sesi workshop tersebut, siswa diajak untuk menanam kangkung secara hidroponik. Pelatihan ini dibagi menjadi dua tahapan utama yang diikuti oleh peserta secara berurutan.
Tahap pertama dimulai dengan praktik menyemai benih kangkung pada media tanam rockwool yang telah disiapkan oleh tim mahasiswa. Para siswa diajarkan teknik meletakkan benih secara tepat agar proses perkecambahan kangkung dapat berjalan secara optimal.
Memasuki tahap kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan merakit instrumen hidroponik dari botol plastik bekas. Anak-anak tampak antusias saat mempraktikkan cara memasang kain flanel hingga merangkai botol menjadi wadah tanam yang siap diisi air nutrisi dan benih kangkung.
Gabungan antara keterampilan menyemai benih dan merakit media tanam ini memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi para siswa di SDN 01 Kaduela.
Keriuhan di lapangan sekolah makin terasa saat anak-anak mempraktikkan pembuatan media tanam secara mandiri. Antusiasme tinggi ditunjukkan para siswa yang sangat bersemangat merakit instrumen hidroponik dari barang bekas tersebut.
Sambutan yang hangat dan positif juga diberikan oleh pihak sekolah. Para guru mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang berhasil memberikan pengalaman belajar terbuka serta keterampilan praktis yang bermanfaat bagi anak-anak.
Senyum lebar dan celoteh riang menghiasi wajah para siswa sewaktu cairan nutrisi mulai dituangkan ke dalam wadah hidroponik rakitan mereka. Beberapa anak bahkan saling memamerkan hasil karyanya dengan penuh rasa bangga sambil menceritakan rencana mereka untuk meletakkan tanaman tersebut di pekarangan rumah.
Perwakilan siswa menyampaikan rasa senang mereka karena dapat belajar menanam dengan cara baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Momen kebersamaan ini tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang interaktif, tetapi juga membangun rasa percaya diri anak-anak dalam memanfaatkan barang bekas menjadi hal yang berdaya guna.
Seluruh rangkaian program Jejak Hijau Cilik resmi ditutup pada pukul 09.15 WIB. Sesi foto bersama di halaman sekolah menjadi penanda usainya aksi edukasi lingkungan tersebut.
Melalui kegiatan ini, benih kepedulian terhadap kelestarian alam diharapkan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan baik bagi para siswa di Desa Kaduela.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


