rinjani masuk daftar pendakian gunung berapi terbaik dunia versi national geographic sejajar dengan kilimanjaro dan fuji - News | Good News From Indonesia 2026

Rinjani Masuk Daftar Pendakian Gunung Berapi Terbaik Dunia Versi National Geographic, Sejajar dengan Kilimanjaro dan Fuji

Rinjani Masuk Daftar Pendakian Gunung Berapi Terbaik Dunia Versi National Geographic, Sejajar dengan Kilimanjaro dan Fuji
images info

PIC by Go to Joshua Kettle's profile Joshua Kettle | Unsplash


Kawan GNFI, ada kabar yang layak dirayakan dari dunia pendakian internasional. National Geographic Traveller UK baru saja merilis daftar bergengsi tentang gunung berapi terbaik di dunia untuk didaki. Satu-satunya wakil dari Asia Tenggara yang berhasil masuk dalam daftar itu adalah Gunung Rinjani di Lombok, Indonesia.

Rinjani berdiri sejajar dengan nama-nama legendaris lain seperti Kilimanjaro di Tanzania, Gunung Fuji di Jepang, Etna di Italia, dan Kilauea di Hawaii.

Bukan Sembarang Daftar

Daftar yang dirilis pada Juni 2026 ini bukan sekadar kompilasi acak. National Geographic secara khusus menyoroti gunung berapi sebagai salah satu lanskap paling kuat di planet ini, tempat lahan lava hitam, ventilasi uap, dan danau kawah berdampingan dengan hutan, lembah subur, dan komunitas yang hidup berkembang.

Mendaki gunung-gunung berapi ini, menurut publikasi tersebut, sama pentingnya soal perjalanan seperti halnya mencapai puncak itu sendiri.

Dari sekian ratus gunung berapi yang bisa didaki di seluruh dunia, hanya segelintir yang dipilih editor National Geographic Traveller UK untuk masuk dalam daftar elite ini. Dan Rinjani berhasil menembusnya.

baca juga

Danau Segara Anak: Daya Tarik yang Membuat Rinjani Istimewa

Yang membuat Rinjani begitu menonjol dalam ulasan National Geographic adalah keberadaan kawah raksasanya yang menyimpan Danau Segara Anak, yang namanya berarti "anak dari laut".

Publikasi tersebut menggambarkan Rinjani sebagai gunung yang terletak di Kepulauan Sunda Kecil Indonesia dan dimahkotai oleh legenda yang masih hidup: masyarakat Sasak setempat hingga kini masih melakukan ritual untuk menghormati dewi yang dipercaya bersemayam di sisi danau kawahnya.

Deskripsi teknis yang diberikan National Geographic pun cukup detail: dengan ketinggian 3.726 meter, medan berupa pasir, sabana, dan pendakian berabu, waktu pendakian 6—8 jam per hari, serta tingkat kesulitan sedang hingga menantang yang memerlukan latihan kekuatan, kardio, dan ketahanan tubuh.

Rute yang Direkomendasikan Dunia

National Geographic bahkan memberikan panduan praktis bagi calon pendaki internasional yang tertarik mencoba Rinjani. Sebagian besar pendakian memakan waktu dua hingga tiga hari, dimulai dari Desa Senaru atau Desa Sembalun, dengan catatan penting bagi pendaki untuk membawa perlengkapan berkemah karena tidak ada pondok perlindungan di sepanjang gunung ini.

Jalur pendakian digambarkan melewati desa-desa dan sawah, kemudian padang rumput dan air terjun, hingga udara yang semakin sejuk dan pohon-pohon pinus mulai mendominasi lanskap.

Setibanya di dalam kawah, para pendaki disarankan menuju Danau Segara Anak seluas 17 mil persegi, yang suhu airnya berkisar 20 hingga 22 derajat Celsius sepanjang tahun, ideal untuk berendam menyegarkan diri setelah perjalanan panjang mendaki.

Pengakuan yang Mengangkat Nama Indonesia di Panggung Dunia

Kawan GNFI, dimasukkannya Rinjani ke dalam daftar gunung berapi terbaik dunia oleh National Geographic bukan sekadar pengakuan keindahan alam semata. Ini adalah validasi internasional bahwa Indonesia memiliki destinasi pendakian kelas dunia yang layak disandingkan dengan ikon-ikon global seperti Kilimanjaro yang selama ini identik sebagai bucket list pendaki dari seluruh penjuru bumi, atau Gunung Fuji yang menjadi simbol budaya Jepang.

Publikasi seperti National Geographic Traveller memiliki jangkauan pembaca yang sangat luas di kalangan pelancong dan pendaki serius di seluruh dunia. Masuknya Rinjani dalam daftar bergengsi ini berpotensi mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara yang sebelumnya mungkin belum mempertimbangkan Lombok sebagai destinasi pendakian utama mereka, sekaligus turut mempromosikan kekayaan budaya Suku Sasak yang menjaga tradisi spiritual di sekitar kawasan gunung ini.

baca juga

Rinjani, Kebanggaan yang Terus Dijaga

Kawan, di tengah persaingan ketat destinasi wisata pendakian dunia, pengakuan dari National Geographic ini adalah pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sesungguhnya sudah diakui secara global, meski terkadang kita sendiri sebagai warga negara belum sepenuhnya menyadari betapa istimewanya apa yang kita miliki.

Semoga pencapaian ini menjadi dorongan bagi pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani untuk terus menjaga kelestarian alam dan budaya di sekitarnya. Dengan demikian, generasi mendatang, baik dari Indonesia maupun dari seluruh dunia, masih bisa menikmati pengalaman mendaki yang sama menakjubkannya seperti yang digambarkan dalam publikasi National Geographic ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.