Ada satu fakta yang mungkin jarang disebut dalam pembicaraan tentang Kota Kupang, kota ini ada karena sebuah benteng. Benteng Concordia, atau Fort Concordia, yang berdiri di Kelurahan Fatufeto, Kota Kupang, adalah titik awal dari apa yang kemudian berkembang menjadi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ketika VOC membangun ulang benteng ini pada 2 Februari 1653 di bawah komando Kapten Johan Burgers, keberadaannya secara langsung menjadikan Kupang sebagai pusat pemerintahan di Pulau Timor. Dari satu titik itu, sebuah kota perlahan tumbuh.
Masyarakat sekitar mengenal benteng ini dengan nama Maadu Lasi. Sementara di dunia akademis dan pariwisata, ia dikenal sebagai Benteng Concordia atau Fort Concordia, nama yang diberikan VOC saat mengambil alih dan membangun ulangnya dari struktur benteng yang sebelumnya didirikan oleh Portugis.
Kini benteng ini berstatus Cagar Budaya Nasional dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang jangan Kawan lewatkan di NTT.
Sekilas Mengenai Benteng Concordia
Sejarah benteng ini dimulai jauh sebelum VOC datang. Pada 1514, bangsa Portugis mulai menduduki wilayah NTT, dan seorang rohaniawan bernama Pater Antonio Taveiro menjalankan misi menyebarkan agama Katolik di Timor sekaligus membaptis ribuan orang di sana.
Untuk memperkuat kehadiran Portugis, Pater Antonio kemudian membangun sebuah benteng. Tanah tempat benteng dibangun didapat dengan cara Portugis mengelabui Raja Dom Duarte yang memerintah di kawasan itu. Benteng ini awalnya diberi nama Lohayong.
Situasi berubah ketika VOC mulai mengekspansi pengaruhnya ke kawasan timur Nusantara. Pada 1642, Benteng Lohayong berhasil direbut VOC dan diambil alih sepenuhnya pada 1646.
Setelah beberapa tahun konsolidasi, pada 2 Februari 1653, VOC bersama Kapten Johan Burgers memutuskan membangun ulang benteng ini dengan nama baru: Benteng Fort Concordia.
Perjalanan benteng ini tidak sepenuhnya mulus. Pada 1732, sebuah gempa bumi merusak struktur benteng secara signifikan. Bentuk aslinya yang segitiga kemudian diubah menjadi segi empat dengan empat bastion di setiap sudutnya.
VOC juga sempat berencana memindahkan benteng ini ke Pulau Rote, namun rencana itu tidak pernah terlaksana, dan Benteng Concordia tetap berdiri di Kupang hingga hari ini.
Daya Tarik Utama Benteng Concordia
Benteng Concordia menawarkan pengalaman wisata yang bertumpu pada nilai sejarahnya.
Di dalam kawasan benteng, pengunjung bisa melihat langsung peninggalan dari berbagai era, termasuk meriam-meriam tua yang menjadi penanda fungsi benteng sebagai pusat pertahanan, serta sumur kuno yang diperkirakan sudah ada sejak masa pendudukan awal.
Dari kawasan benteng, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan ke arah laut dan perbukitan sekitar Kupang.
Benteng Concordia memberikan edukasi soal bagaimana sebuah kota terbentuk dari kepentingan kekuasaan kolonial, bagaimana perebutan wilayah antara Portugis dan Belanda berlangsung di ujung timur Nusantara, serta bagaimana jejak itu masih bisa dibaca dari bangunan yang berdiri ratusan tahun kemudian.
Itulah yang membuat tempat ini relevan tidak hanya bagi pecinta sejarah, tapi juga bagi siapapun yang ingin memahami Kupang dengan lebih jauh lagi..
Akses Menuju Benteng Concordia
Benteng Concordia terletak di Kelurahan Fatufeto, Kota Kupang, tepat di kawasan pusat kota yang strategis. Dari Bandara Internasional El Tari, waktu tempuh menuju benteng hanya sekitar 20 menit menggunakan kendaraan pribadi atau taksi.
Dari pusat Kota Kupang, lokasi benteng bisa dicapai dengan mengikuti petunjuk arah menuju situs bersejarah yang tersedia di beberapa persimpangan kota.
Rute menuju benteng melewati beberapa landmark kota, sehingga perjalanannya sendiri bisa menjadi mini-tur keliling pusat Kupang. Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa digunakan, dan ojek online juga beroperasi di kota ini untuk memudahkan akses tanpa kendaraan pribadi.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Benteng Concordia dapat dikunjungi setiap hari. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari antara pukul 08.00 hingga 11.00 WITA saat udara Kupang belum terlalu terik dan kondisi pencahayaan baik untuk fotografi.
Tidak ada tiket masuk yang ditetapkan secara resmi untuk mengunjungi Benteng Concordia. Pengunjung bisa masuk secara gratis, meski donasi sukarela untuk pemeliharaan situs selalu disambut baik.
Ayo Berkunjung ke Benteng Concordia!
Benteng Concordia cocok untuk Kawan GNFI yang ingin memahami Kupang dari perspektif sejarahnya yang panjang.
Datanglah pagi hari, bawa air minum yang cukup karena Kupang terkenal panas di siang hari, dan luangkan waktu untuk membaca setiap detail bangunan yang masih tersisa.
Kalau bisa, gabungkan kunjungan ini dengan Pantai Lasiana atau destinasi wisata Kupang lainnya agar perjalanan ke ibu kota NTT ini terasa lebih lengkap!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


