getar karinding di puncak bogor pharaswara etnika perjelas harmoni tradisi dan teknologi visual - News | Good News From Indonesia 2026

Getar Karinding di Puncak Bogor: Pharaswara Etnika Perjelas Harmoni Tradisi dan Teknologi Visual

Getar Karinding di Puncak Bogor: Pharaswara Etnika Perjelas Harmoni Tradisi dan Teknologi Visual
images info

Penampilan Pharaswara Etnika dalam acara pembukaan pelatihan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor. Sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda


Di tengah sejuknya udara kawasan Puncak, Bogor, gema nada tradisional bergema penuh magis. Gelaran Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Okupasi Editor Video serta Kompetisi Karya bagi Pelaku Ekonomi Kreatif tidak hanya menjadi ajang pengasahan teknis audio-visual, tetapi juga panggung apresiasi budaya nasional berkat penampilan memukau dari kelompok musik Pharaswara Etnika.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang SDM Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT. Zein Amanah Konsultan ini berlangsung sejak tanggal 11 hingga 13 Agustus bertempat di Hotel Gerbera, Puncak, Bogor.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ibu RIA MARLISA A. STP. M.SI.

Di tengah agenda padat pembekalan industri digital modern tersebut, Pharaswara Etnika hadir memberikan warna istimewa melalui persembahan musik etnik tradisional dan aksi rampak karinding dan sajian instrumen etnik tarawangsa.

Suara khas dari instrumen bambu tradisional Sunda yang dimainkan secara kolosal—dikenal sebagai rampak karinding—mengalun ritmis menciptakan resonansi alami yang memikat. Dipadukan dengan harmoni instrumen etnik lainnya, pertunjukan ini berhasil menghipnotis para peserta pelatihan serta jajaran tamu undangan.

Getaran suara karinding yang unik seolah membawa ruang modern pelatihan ke dalam atmosfer kearifan lokal yang tenang, magis, dan sarat makna.

baca juga

Penampilan Pharaswara Etnika dalam forum pelatihan teknis editor video ini membawa pesan filosofis yang mendalam. Di era disrupsi digital saat ini, karya visual seperti video memerlukan unsur narasi dan identitas budaya yang kuat agar mampu tampil menonjol dan memiliki kedalaman nilai.

Musik etnik dan rampak karinding menjadi bukti konkret bahwa kekayaan seni tradisi Indonesia merupakan sumber inspirasi tak terbatas yang sangat potensial untuk dieksplorasi dalam medium audio-visual modern.

Kehadiran seni etnik di tengah pelatihan sertifikasi industri ini memberikan perspektif baru bagi para peserta yang merupakan pelaku ekonomi kreatif. Mereka diingatkan bahwa penguasaan teknologi penyuntingan video yang canggih hendaknya beriringan dengan kepekaan mengangkat nilai-nilai lokal (local wisdom).

Perpaduan antara kecanggihan teknik pascaproduksi digital dan keindahan autentik musik tradisional menjadi formula ampuh untuk melahirkan karya-karya visual berkelas dunia tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Melalui penampilan Pharaswara Etnika, rangkaian kegiatan di Puncak Bogor ini tidak hanya berhasil mencetak editor video yang tersertifikasi dan berdaya saing tinggi, tetapi juga menegaskan komitmen Kabupaten Bogor dalam melestarikan warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi media.

Gemuruh tepuk tangan membahana begitu petikan dan olah nafas para pemusik Pharaswara Etnika mencapai puncaknya. Setiap artikulasi nada dari pelepah bambu tersebut tidak sekadar menjadi hiburan selingan, melainkan sebuah demonstrasi nyata tentang bagaimana resonansi akustik tradisional memiliki tekstur suara (soundscape) yang kaya.

baca juga

Bagi para peserta pelatihan editor video, kepiawaian meramu frekuensi suara organik seperti ini menjadi materi studi lapangan yang sangat berharga dalam proses penyuntingan tata suara (audio editing) dan perancangan atmosfer visual.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marisa, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya unsur kebudayaan di tengah agenda teknis ini.

Integrasi antara bunyi eksploratif karinding dan visualisasi sinematik diprediksi akan menjadi tren baru dalam industri kreatif daerah. Melalui perpaduan ini, para editor video terdorong untuk tidak hanya mahir melakukan pemotongan gambar (cutting), pewarnaan (color grading), atau efek visual semata, tetapi juga piawai menyelaraskan irama visual dengan denyut budaya lokal.

Ingin karya visualmu tampil beda dengan sentuhan budaya lokal?

Mari terus dukung pergerakan ekonomi kreatif dan pelestarian seni tradisi Kabupaten Bogor! 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.