Selama ini, potensi ekonomi dan daya tarik yang dimiliki Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, belum tergambar secara utuh dalam satu dokumentasi yang jelas.
Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University dari Tim GARUTKAB19 menginisiasi program KOMPAS DESA (Kompilasi Pemetaan Aktivitas Komersial dan Daya Tarik Desa) yang dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026).
Pelaksanaan program ini didasarkan dari hasil observasi lapang dan diskusi bersama perangkat desa sejak minggu awal kedatangan.
Dalam proses tersebut, terungkap bahwa Desa Ciburuy sebenarnya menyimpan banyak potensi ekonomi dan daya tarik lokal, mulai dari usaha mikro warga, hasil pertanian dan perkebunan, hingga titik-titik yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Sayangnya seluruh potensi tersebut belum pernah terdokumentasi secara sistematis, sehingga informasinya hanya diketahui secara terbatas dan tersebar dari mulut ke mulut saja.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim GARUTKAB19 berinisiatif menyusun KOMPAS DESA sebagai solusi pemetaan yang dapat dimanfaatkan desa dalam jangka panjang bahkan setelah masa KKNT berakhir.
Program ini dimulai dengan tahap survei langsung ke berbagai titik di Desa Ciburuy. Mahasiswa mendatangi warga setempat untuk menggali informasi seputar jenis kegiatan usaha, kondisi terkini, serta potensi pengembangannya.
Selain berdialog dengan warga, mahasiswa juga berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Setelah data dari seluruh titik terkumpul, tahap berikutnya adalah mengolah dan menyusunnya menjadi peta visual yang informatif dan mudah dipahami.
Peta ini memuat sebaran aktivitas komersial seperti UMKM dan sentra produksi pertanian, sekaligus menandai lokasi-lokasi yang memiliki daya tarik untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi wisata desa.
Peta KOMPAS DESA kemudian dicetak dan dipasang di kantor Desa Ciburuy. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, sebab kantor desa merupakan pusat aktivitas administratif dan sosial masyarakat sehingga informasi yang tersaji dalam peta dapat diakses dan dilihat langsung oleh lebih banyak warga maupun pihak luar yang berkunjung ke desa.
Melalui KOMPAS DESA, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap perangkat desa dapat memiliki basis data yang jelas untuk mendukung perencanaan pembangunan maupun penyusunan kebijakan terkait pengembangan ekonomi lokal.
Bagi pelaku usaha, kehadiran peta ini membuka peluang untuk lebih dikenal, baik oleh sesama warga desa maupun pengunjung dari luar.
Sementara bagi Desa Ciburuy, KOMPAS DESA diharapkan menjadi langkah awal untuk menata potensi yang ada secara lebih terarah, sehingga pengembangannya tidak lagi berjalan tanpa arah yang jelas.
Program ini juga sejalan dengan semangat besar KKNT Inovasi IPB University, yaitu menghadirkan solusi yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat dan dapat terus dimanfaatkan meski program kerja mahasiswa telah selesai.
Dengan adanya peta yang terpasang permanen di kantor desa, harapannya informasi mengenai potensi Desa Ciburuy dapat terus diperbarui dan dikembangkan oleh perangkat desa.
Lebih dari sekedar peta yang terpasang di kantor desa, KOMPAS DESA mencerminkan semangat mahasiswa KKNT Inovasi IPB University untuk hadir bukan hanya sebagai pelaksana program sementara, melainkan juga sebagai mitra yang berupaya meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Ciburuy.
Tim GARUTKAB19 berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bukti bahwa potensi desa dapat tumbuh melalui pendekatan yang tepat dan berbasis kebutuhan lapangan, sekaligus menegaskan bahwa Desa Ciburuy memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang ke depannya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


