Kabupaten Bogor terus melangkah mantap dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis kreativitas. Melalui Bidang SDM Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor dan berkolaborasi dengan PT. Zein Amanah Konsultan, sebuah langkah strategis baru saja dirampungkan: Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Okupasi Editor Video serta Kompetisi Karya bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal.
Berlangsung selama tiga hari mendalam pada tanggal 11 hingga 13 Agustus bertempat di Hotel Gerbera, Puncak, Bogor, acara ini dirancang khusus untuk mengakselerasi kualitas visual konten digital buatan talenta daerah.
Gelaran bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marlisa A, STP. M.SI.
Dalam pengarahannya, beliau menyampaikan tekad pemerintah daerah untuk mengawal perkembangan talenta kreatif agar mampu berdiri sejajar di kancah nasional maupun global melalui standardisasi industri yang diakui.
Pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan teknis pengoperasian perangkat lunak penyuntingan gambar.
Selama 3 hari intensif, para peserta dibekali materi komprehensif yang mencakup manajemen alur kerja pascaproduksi, kepekaan narasi visual (visual storytelling), penyusunan ritme audio-visual, hingga standardisasi teknis penyiaran modern.
Melalui kurikulum berbasis kompetensi yang ketat, peserta diajak membedah bagaimana sebuah ide naratif dapat diolah secara estetis dan profesional.
Guna menguji daya cipta dan efisiensi kerja para peserta, rangkaian program ini turut dimeriahkan dengan kompetisi karya kreatif. Di tengah persaingan yang kompetitif, seluruh peserta ditantang memproduksi karya video berkualitas dalam batas waktu ketat, mencerminkan iklim kerja nyata di industri kreatif modern.
Penilaian tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga pada kedalaman pesan dan efektivitas narasi.
Puncak dari seluruh rangkaian acara ini ditutup dengan Uji Kompetensi (Ujikom) yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi independen.
Evaluasi ketat yang memadukan ujian teori dan asesmen praktik mandiri ini menjadi momen pembuktian kapasitas bagi para praktisi media visual.

Para peserta (Asesi) pada saat menghadap tim penguji (Asesor) | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Kabar membanggakan lahir dari ajang ini. Belgi Alhuda, pendiri kolektif kerajinan kayu Belgi Art sekaligus personil grup musik etnik Pharaswara Etnika, dinyatakan lolos ujikom. Diketahui, dirinya mengikuti uji kompetensi dan menghadap tim penguji Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dengan demikian, Belgi akan mendapatkan sertifikat serta berhak mengantongi predikat kompeten.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pelestarian seni budaya dan keterampilannya dalam kerajinan tangan mampu berpadu selaras dengan penguasaan teknologi digital modern.
Melalui suksesnya penyelenggaraan pelatihan, sertifikasi, dan kompetisi ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor optimis dapat melahirkan ekosistem kreator yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta siap menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal ke tingkat yang lebih tinggi.
Di samping proses evaluasi yang ketat, atmosfer kolaborasi antarpeserta menjadi salah satu nilai tambah utama selama tiga hari penyelenggaraan di Puncak.
Ruang-ruang diskusi interaktif tumbuh secara alami, menghubungkan berbagai latar belakang kreator dari berbagai sudut Kabupaten Bogor.
Diskusi hangat seputar tantangan distribusi konten digital, monetisasi media visual, hingga penguatan identitas lokal dalam karya modern menjadi sajian harian di luar sesi materi formal.
Sinergi ini membuka peluang jejaring baru yang berpotensi melahirkan berbagai proyek kolaboratif di masa depan.
Para instruktur dan asesor profesional yang hadir turut memberikan pandangan kritis mengenai pergeseran tren industri kreatif saat ini. Menurut mereka, penguasaan alat sunting saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan di pasar digital yang semakin padat.
Penguasaan aspek teknis seperti color grading, manajemen audio yang presisi, serta efisiensi pengorganisasian berkas data (project management) harus berjalan beriringan dengan kepekaan rasa.
Kehadiran standar kompetensi nasional ini diharapkan mampu memangkas jurang pemisah antara kualitas produksi daerah dan standar industri tingkat nasional.
Keberhasilan pelaksanaan program ini juga mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan ekosistem pendukung yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha kreatif.
Tidak berhenti pada pemberian sertifikat kompetensi semata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor berencana memfasilitasi para alumni pelatihan agar terus terlibat dalam berbagai agenda promosi daerah, pemetaan potensi wisata, serta penguatan branding produk lokal.
Langkah konsisten ini diharapkan dapat mencetak lebih banyak talenta daerah yang mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu menjadikan karya visual sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


