Kelompok mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Tim MINING MISSION menggelar kegiatan bertajuk "Ekspresi Tumbuh," sebuah sesi mengasah keterampilan bercocok tanam bagi 15 siswa kelas 5 SD N Cipinang 03, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang menyasar anak-anak di wilayah yang berdekatan dengan aktivitas pertambangan batuan.
Keterbatasan keterampilan serta kepercayaan diri untuk mencoba hal baru melatarbelakangi Tim MINING MISSION menggelar kegiatan ini sebagai bagian dari Misi 2: Ekspresi, tepatnya pada pertemuan Ekspresi Tumbuh. Mufi, selaku ketua MINING MISSION, menuturkan, "Baru-baru ini ekonomi masyarakat cukup terpukul karena ditutupnya pertambangan akibat kebijakan pemerintah, namun yang juga disadari oleh masyarakat dan menjadi awareness bagi kami adalah kurangnya keterampilan di luar sektor pertambangan. Kepercayaan diri untuk mencoba hal baru masih sangat kurang, sehingga kami ingin memupuk itu dari awal."

Kegiatan menanam dipilih karena menyimpan nilai moral bahwa melatih sesuatu membutuhkan waktu, proses, kesabaran, dan ketekunan — tidak ada yang bisa langsung jadi. Nilai itulah yang coba ditanamkan Tim MINING MISSION kepada anak-anak SD N Cipinang 03 lewat kegiatan ini, sekaligus menjadi jembatan menuju keterampilan-keterampilan lain yang membutuhkan proses serupa di luar sektor pertambangan. Sembari menanam 15 tunas pakcoy yang sudah disemai, anak-anak diajarkan sistem menanam baru yang lebih tahan di area pertambangan, yakni bercocok tanam dengan sistem kapiler.
Reisya, selaku PJ Lapang MINING MISSION sekaligus PIC Ekspresi Tumbuh, menjelaskan alasan di balik pemilihan metode tersebut. "Selama ini keterbatasan ketika mau menanam itu kan kekeringan, tanah pertambangan itu tandus, jadi kami coba alihkan semangat menanam yang sebenarnya sudah ada dan digagas oleh para guru ini dengan metode baru yang lebih tahan karena dia punya cadangan air sendiri, punya nutrisi yang tidak hilang, jadi bisa tetap segar meski di tengah terik tambang," ujarnya.
Tim MINING MISSION turut memberikan lembar Monitoring Tanaman yang akan dicap oleh guru SD N Cipinang 03, untuk memastikan perawatan tanaman tetap berjalan setelah kegiatan usai. Lembar ini diharapkan mendorong setiap kelompok siswa untuk tetap konsisten menjaga tanamannya masing-masing meski pendampingan langsung dari tim sudah tidak ada.
Selain menanam bibit baru, anak-anak juga berkesempatan melihat langsung hasil panen pakcoy yang telah ditanam sejak sebelum program berlangsung oleh kakak-kakak penggerak program Mining Mission sebagai pendahulu mereka dalam menanam, lalu dibawa pulang dan dimanafaatkan sebagai hasil nyata dari proses menanam yang telah dilalui. Harapannya, momen ini membuat anak-anak melihat bercocok tanam sebagai keterampilan yang menarik untuk terus dicoba, bahkan di rumah masing-masing.
Pada akhirnya, program ini ingin menyampaikan pesan bahwa keterampilan bukanlah sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari proses yang dijalani dengan sabar dan tekun, sama seperti tunas pakcoy yang perlu waktu untuk tumbuh sebelum akhirnya bisa dipanen.
Lewat kegiatan Ekspresi Tumbuh, Tim MINING MISSION berharap anak-anak Cipinang membawa pulang lebih dari sekadar keterampilan bercocok tanam, mereka juga membawa pulang keberanian untuk terus mencoba hal-hal baru di luar batasan yang selama ini mereka kenal, kapan pun dan di mana pun kesempatan itu datang. Sebuah pelajaran sederhana yang, jika terus dipupuk, bisa tumbuh menjadi bekal besar bagi mereka di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


