Mahasiswa KKN-T IPB University 2026 menggelar program kerja GEMA SAPA ASUH (Gerakan Masyarakat Sadar Pangan ASUH: Aman, Sehat, Utuh, Halal) bersama ibu-ibu kader Posyandu di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan edukatif yang mengangkat tema mengenai pemilihan dan identifikasi kesegaran bahan pangan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Sanggang, dengan dihadiri oleh kader dari tujuh posyandu yang tersebar di wilayah Desa Sanggang.
Kegiatan diawali dengan sesi interaktif "Mitos atau Fakta" yang mengajak para kader Posyandu menguji sejauh mana pengetahuan mereka mengenai informasi seputar pangan yang banyak beredar di tengah masyarakat maupun media sosial.
Beberapa contoh pernyataan yang diberikan dalam sesi ini di antaranya mengenai anggapan telur dengan dua kuning telur yang disebut tidak boleh dikonsumsi, serta anggapan bahwa ayam broiler disuntik hormon agar dapat tumbuh lebih cepat. Para kader diminta untuk menentukan apakah pernyataan-pernyataan tersebut merupakan mitos atau fakta. Dari sesi interaktif tersebut, sebagian kader mampu menjawab dengan benar, namun masih terdapat beberapa kader yang menjawab kurang tepat karena masih terpengaruh isu miskonsepsi pangan yang umum beredar.
Setelah sesi interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pentingnya memilih bahan pangan yang segar dan berkualitas demi menjaga kesehatan keluarga. Materi kemudian membahas berbagai jenis bahan pangan secara lebih spesifik, yaitu telur, ikan, daging sapi, daging ayam, madu dan susu.
Pada setiap materi, peserta diberikan informasi komprehensif mengenai karakteristik bahan pangan yang masih segar maupun yang sudah mengalami penurunan kualitas, serta bagaimana cara memilih dan menyimpannya dengan baik dan benar agar kandungan gizinya tetap terjaga.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, para kader juga diajak mengikutiĀ workshop identifikasi kesegaran bahan pangan secara langsung. Bahan yang digunakan dalam praktik meliputi telur, ikan, daging sapi, dan daging ayam.
Mahasiswa KKN-T IPB University terlebih dahulu memberikan demonstrasi mengenai cara melakukan identifikasi visual dan organoleptik, kemudian para kader secara langsung mempraktikkannya di meja masing-masing. Antusiasme peserta sangat terlihat dari keaktifan para kader dalam mengikuti setiap tahapanĀ workshop.

Untuk mendukung kegiatan praktik agar lebih terstruktur, peserta diberikan formulir sebagi lembar pencatatan hasil identifikasi. Sesi workshop juga diselingi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, sehingga hal-hal yang belum dipahami oleh para peserta dapat dijelaskan kembali secara rinci oleh tim mahasiswa. Salah satu kader Posyandu IV Desa Sanggang, Bu Laila, turut menyapaikan kesannya terhadap penyelenggaraan kegiatan GEMA SAPA ASUH ini.
"Program ini sebelumnya belum pernah diadakan, jadi informasi yang diberikan juga bermanfaat. Yang sebelumnya tidak tahu jadi tahu." ujar Bu Laila

Melalui kegiatan GEMA SAPA ASUH, para kader Posyandu tidak hanya memperoleh informasi teoritis mengenai pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal, tetapi juga mendapatkan kesempatan berharga untuk mempraktikkan secara langsung cara mengidentifikasi kesegaran bahan pangan secara akurat. Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi selama workshop, kegiatan ini dinilai mampu memberikan dampak positif serta menambah pengetahuan dan pemahaman baru bagi para kader Posyandu.
Diharapkan, pengetahuan yang telah didapatkan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para kader dan turut disebarluaskan kepada masyarakat luas di Desa Sanggang, sehingga kesadaran terhadap pentingnya konsumsi pangan ASUH dapat semakin meningkat demi terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


