Siapa bilang perlu perjalanan panjang untuk menemukan petualangan? Di Coban Lanang, petualangan justru bisa dimulai tak jauh dari jalan raya. Pengunjung diajak merambah jeram dan menyusuri tebing basah lewat olahraga ekstrem canyoning, pengalaman memacu adrenalin yang dekat dari pusat kota.
Percikan air dingin menerpa wajah saat tubuh tergantung pada seutas tali di tengah gemuruh air terjun. Tangan mencengkeram erat selagi kaki berhati-hati mencari pijakan di batuan cadas yang licin. Bagi sebagian orang, berada di situasi ini memicu ketegangan, membuat jantung berdegup kencang. Namun bagi para petualang, justru di situlah sensasinya.
Sensasi inilah yang ditawarkan oleh aktivitas canyoning di Coban Lanang, destinasi wisata air terjun yang terletak di Desa Pandanrejo, 20 kilometer dari Kota Malang.

Aksi Canyoning yang Menantang | Foto : dok. An Naba Cauzah
Berpetualang di Alam yang Ramah
Kalau selama ini menikmati air terjun lebih cenderung pada aktivitas trekking dan swafoto, Coban Lanang mengajak pengunjung untuk mencoba suasana yang berbeda. Area di sekitar pintu masuk dan tepian sungai dirancang seperti kafe dengan konsep alam.
Bangku-bangku ditempatkan sedemikian rupa di bawah kanopi dan di tepian sungai agar pengunjung bisa bersantai menikmati makanan dan minuman ringan sambil mendengar gemericik air. Di area ini, pengunjung juga bisa bermain di tepi sungai dan melihat air terjun dari atas. Untuk melihat air terjun secara utuh dan berfoto dengan latar belakang air terjun, pengunjung bisa menyeberangi jembatan dan meniti anak tangga ke area bawah.
Namun, dengan berkembangnya tren nature- and adventure-based tourism, pengelola Coban Lanang bekerja sama dengan Zona Adrenalin Malang membuat wahana baru: canyoning.
Aksesibilitas dan Daya Tarik bagi Wisatawan Urban
Salah satu pertimbangan pemilihan Coban Lanang sebagai lokasi canyoning adalah aksesnya yang relatif mudah serta tersedianya area istirahat dan fasilitas pendukung. Lokasinya bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari perkotaan. Dengan durasi 1–2 jam, aktivitas ini mudah disisipkan di antara agenda wisata lain di Malang.
Zayid, CEO Zona Adventure Malang yang terlibat dalam operasional wahana, mengatakan kondisi tersebut memungkinkan aktivitas canyoning menjangkau wisatawan dengan tingkat pengalaman yang beragam.
"Tidak semua yang ingin berwisata di alam terbuka nyaman dengan jalan jauh dan menanjak. Di sini aksesnya mudah dan banyak tempat istirahat," ujar Zayid.
Sementara itu, Didik Hariono dari Manajemen Kaliwatu Group, pengelola Coban Lanang, menyebut aktivitas jelajah ngarai ini sebagai salah satu upaya memperkaya pilihan wahana wisata. “Ini adalah salah satu alternatif wisata adrenalin selain offroad dan arung jeram. Selanjutnya, kami akan merancang wahana-wahana lain untuk menjangkau wisatawan dengan karakteristik berbeda.”
Standar Keamanan, Biaya, dan Fasilitas
Aktivitas canyoning menggunakan perlengkapan keselamatan seperti personal protective equipment (PPE), sistem tali, dan perangkat hardware. Sebelum aktivitas dimulai, peserta juga mendapat safety briefing mengenai teknik dasar dan posisi tubuh saat menuruni tebing. Menurut Zayid, perlengkapan tersebut disiapkan dengan mengacu pada standar keselamatan yang digunakan dalam vertical rescue.
Aktivitas canyoning di Coban Lanang dikenai tarif sebesar Rp350.000 pada hari biasa dan Rp375.000 pada akhir pekan. Tarif tersebut mencakup peralatan keselamatan, tiket masuk, serta kudapan dan minuman.
Usai menjalankan aktivitas, pengunjung bisa membersihkan diri sekaligus dan melepas lelah sambil bersantai menikmati suasana di sekitar air terjun. Reservasi dapat dilakukan melalui akun instagram pengelola.
Bagaimana dengan Kawan? Lebih suka wisata yang santai untuk melepas penat atau petualangan yang menantang? Apapun pilihannya, setiap perjalanan punya cerita yang layak dikenang. Jadi, sudah siap menentukan petualangan berikutnya?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


