Dalam upaya mengembangkan potensi wisata sekaligus melakukan penghijauan lingkungan, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University melaksanakan kegiatan pemetaan potensi wisata dan penanaman bibit di kawasan Gunung Cabe, Desa Cimaja, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengenalkan potensi alam Desa Cimaja sekaligus mendorong pemanfaatan kawasan sekitar Gunung Cabe.
Kepala Dusun 2, Deri Priatna menjelaskan bahwa Gunung Cabe merupakan hutan wisata edukasi dan religi yang dikelola oleh pihak Desa Cimaja secara turun-temurun.
Menurut sesepuh, Gunung Cabe awalnya bernama Tutugan Gunung Sunda dan lambat laun berubah nama menjadi Gunung Cabe.
“Gunung Cabe sebagai penopang dalam arti Gunung Cabe menjadi hutan yang tidak pernah ditebang oleh masyarakat Desa Cimaja. Cimaja menjadi kawasan dengan sumber air sangat banyak, dan ketika kemarau air sumur menjadi naik, dan sebaliknya ketika musim hujan air menjadi turun. Gunung Cabe belum pernah ada kekeringan, selama Gunung Cabe tidak dirusak sampai kapanpun air akan tetap banyak,” kata Deri Priatna.
Sementara itu terdapat kegiatan penghijauan yang melibatkan kelompok tani Desa Cimaja serta masyarakat umum yang turut berpartisipasi secara bersama-sama dalam setiap rangkaian kegiatan di Gunung Cabe.
Sebelum pelaksanaan penanaman, kegiatan diawali dengan workshop bersama pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang membahas penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik pertanian yang baik. Workshop ini menjadi wadah untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan lahan dan tanaman yang tepat.
Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan dan pembersihan lahan yang akan digunakan untuk penanaman. Masyarakat bersama Tim KKNT Inovasi IPB University melakukan pembersihan lahan dari akar tanaman yang tertinggal dan vegetasi pengganggu yang dapat menghambat proses penanaman.
Tahapan berikutnya meliputi pemupukan dan penyiraman untuk memulihkan kondisi lahan agar lebih mendukung pertumbuhan bibit.
Dalam upaya membantu memulihkan kondisi lahan yang kering, kegiatan ini juga memanfaatkan eco-enzyme sebagai salah satu bahan pendukung dalam perawatan lahan dan tanaman.
Penggunaan eco-enzyme dilakukan sebagai bagian dari upaya memanfaatkan bahan organik sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan.
Koordinator KKNT IPB University Desa Cimaja, Gina Savitry, mengatakan penanaman dilakukan sebagai langkah awal dari proses penghijauan dan pengelolaan di kawasan Gunung Cabe secara berkelanjutan.
“Penanaman dilakukan di kawasan Gunung Cabe dengan 10 bibit tanaman yang ditanam secara simbolik. 10 bibit tanaman yang akan ditanam meliputi, durian, jeruk, alpukat, dan manggis. Selain itu, terdapat bibit-bibit tanaman yang nantinya akan didistribusikan dari Dusun 1 hingga Dusun 4 Desa Cimaja yang akan dilakukan secara bertahap dengan ditanam di lokasi yang sudah ditentukan,” terang Gina Savitry.
Selain kegiatan penghijauan, Tim KKNT Inovasi IPB University juga menyusun peta potensi wisata Desa Cimaja, khususnya kawasan Gunung Cabe. Dengan adanya peta potensi wisata ini, Desa Cimaja diharapkan dapat bertransformasi menjadi kawasan wisata terpadu yang tidak hanya memikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, juga menjaga kelestarian alam dalam upaya pengembangan wisata berbasis potensi alam dan masyarakat.
Desa Cimaja memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari wisata laut yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas surfing yang sudah dikenal hingga wisatawan internasional, hamparan sawah, kawasan pegunungan, hingga kebun durian.
Selain itu, terdapat pula Batu Congklak yang menjadi salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Cimaja. Keberagaman tersebut menjadi modal penting bagi desa untuk mengembangkan wisata yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Keberagaman potensi wisata di Desa Cimaja menjadi modal kapital yang sangat berharga bagi Desa Cimaja. Dengan pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan, wisatawan tidak hanya diajak untuk bersenang-senang. Namun, juga dilibatkan untuk menghargai kebersihan pantai, mendukung pengelolaan perkebunan lokal, dan menjaga keaslian situs sejarah yang ada.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


