cegah ikan terbuang mahasiswa kknt ipb edukasi warga margacinta olah bakso bergizi dari ikan segar - News | Good News From Indonesia 2026

Cegah Ikan Terbuang, Mahasiswa KKNT IPB Edukasi Warga Margacinta Olah Bakso Bergizi dari Ikan Segar

Cegah Ikan Terbuang, Mahasiswa KKNT IPB Edukasi Warga Margacinta Olah Bakso Bergizi dari Ikan Segar
images info

Dokumentasi Pribadi


Tumpukan ikan hasil tangkapan yang kerap terbuang akibat melimpahnya tangkapan ikan musiman dimanfaatkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University melalui program SAJIKA (Sadari, Cintai, Konsumsi Ikan) di Desa Margacinta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, produksi perikanan tangkap Kabupaten Pangandaran sebesar 2.403.913 Kg. Namun, tingginya produksi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pemanfaatan yang optimal oleh masyarakat. 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan sekaligus memaksimalkan sumberdaya perikanan yang ada. Selama musim tangkapan, warga kerap kewalahan mengolah ikan sehingga terpaksa dibuang atau dikubur karena cepat mengalami pembusukan. 

“Padahal ikan itu salah satu sumber protein tertinggi dan mengandung omega-3 yang bagus untuk pertumbuhan anak serta kesehatan jangka panjang,” jelas salah satu mahasiswa KKNT IPB. 

baca juga

Edukasi Standar Mutu hingga Praktik Olahan

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN-T IPB University menyampaikan materi mengenai ciri-ciri ikan segar yang baik sesuai standar SNI 2729:2013. Mulai dari mata ikan yang jernih dan cembung, insang berwarna merah segar, hingga daging ikan yang padat dan tidak berbau amis menyengat.

“Dengan tahu cara memilih ikan yang benar, ibu-ibu tidak akan dirugikan. Ikan yang dibeli bisa lebih awet, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi keluarga,” jelas salah satu mahasiswa.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan bakso ikan. Produk olahan ini dipilih karena relatif mudah dibuat, memiliki nilai tambah yang tinggi, serta disukai oleh berbagai kelompok usia. Bakso ikan juga dapat menjadi alternatif menu sehat bagi keluarga dan solusi untuk meningkatkan konsumsi ikan pada anak-anak yang kurang menyukai ikan dalam bentuk utuh.

Sekitar 40 ibu-ibu PKK dari berbagai dusun di Desa Margacinta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan, mulai dari persiapan bahan baku, penggilingan daging ikan, pencampuran bumbu, pembentukan adonan, hingga proses perebusan bakso.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif bertanya mengenai teknik pengolahan ikan yang tepat, cara mengurangi bau amis, hingga tips menghasilkan tekstur bakso yang kenyal dan disukai konsumen.

Respon Positif Warga

Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta. Banyak warga mengaku puas dengan cita rasa bakso ikan yang gurih, kenyal, dan tidak bau amis.

“Rasanya enak, tidak amis ama sekali. Saya jadi tertarik membuatnya di rumah untuk anak-anak,” kata Ibu Ida, salah satu peserta.

Antusiasme juga terlihat dari peserta lain yang ingin langsug mempraktikkan di rumah. “Nanti minta resepnya ya, Neng, biar bisa coba sendiri”, ucap ibu Masitoh salah seorang ibu PKK.

Hal serupa disampaikan Ibu Kusidah. Ia sebelumnya beranggapan ikan selalu berbau amis, namun melalui praktik ini ia mengetahi tenik pengolahan yang tepat. “Ternyata kalau dicuci pakai air es, bau amisnya bisa berkurang. Jadi lebih enak dan bisa buat bakso jadi kenyal,” katanya.

baca juga

Dukungan Pemerintah Desa

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Margacinta yang memberikan apresiasi terhadap program yang dijalankan mahasiswa KKN-T IPB. Menurutnya, edukasi mengenai pengolahan hasil perikanan sangat relevan dengan kondisi masyarakat setempat yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.

Kepala Desa Margacinta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena tidak hanya mendukung peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis pengolahan hasil laut.

“Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Dengan adanya kegiatan ini, ikan yang tadinya terbuang bisa jadi makanan bergizi untuk anak-anak kita. Semoga ibu-ibu bisa mempraktikkan dan menerapkannya secara berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui program SAJIKA, mahasiswa KKN-T IPB University berharap masyarakat Desa Margacinta semakin sadar akan pentingnya konsumsi ikan serta mampu mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah. Dengan pemanfaatan yang lebih optimal, hasil tangkapan ikan tidak hanya mengurangi risiko pemborosan, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan, meningkatkan gizi keluarga, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.