kkn t ipb university dorong sibolga pagerkasih bagi ibu hamil - News | Good News From Indonesia 2026

KKN-T IPB University Dorong SIBOLGA Pagerkasih bagi Ibu Hamil

KKN-T IPB University Dorong SIBOLGA Pagerkasih bagi Ibu Hamil
images info

Mahasiswa KKN-T IPB University sedang merekam video tutorial peminjaman alat untuk program SIBOLGA Desa Pagerkasih. | Foto: Dokumentasi Pribadi


Inovasi SIBOLGA Desa Pagerkasih menjadi salah satu program kesehatan unggulan yang kini mendapat dukungan penuh dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University. Berlokasi di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, program pelayanan kesehatan masyarakat ini menaruh fokus utama pada kesejahteraan dan kesiapan fisik para ibu hamil.

Kawan GNFI, memantau kesehatan ibu hamil hingga tiba waktunya proses persalinan tentu menjadi prioritas krusial di setiap desa. Kehadiran tim mahasiswa KKN di Desa Pagerkasih dirasa sangat tepat waktu untuk memaksimalkan potensi layanan yang sebenarnya sudah berjalan selama empat tahun ini, namun masih terkendala karena belum memiliki panduan visual atau media promosi yang memadai.

Mengenal Program SIBOLGA Desa Pagerkasih

Seorang ibu hamil sedang didampingi saat mempraktikkan penggunaan bola yoga dalam program SIBOLGA Desa Pagerkasih. | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Seorang ibu hamil sedang didampingi saat mempraktikkan penggunaan bola yoga dalam program SIBOLGA Desa Pagerkasih. | Foto: Dokumentasi Pribadi


SIBOLGA sejatinya merupakan akronim dari Aksi Bola Yoga Siaga Persalinan. Program ini adalah sebuah inovasi pelayanan kesehatan ibu hamil yang digagas secara langsung oleh Puskesmas Bumijawa. Tujuannya sangat mulia, yaitu untuk meningkatkan kesiapan ibu secara fisik maupun mental dalam menghadapi proses persalinan melalui pemanfaatan bola yoga atau birthing ball.

Pada masa kehamilan, khususnya saat memasuki trimester ketiga, para ibu kerap mengalami berbagai keluhan. Beberapa ketidaknyamanan yang umum dirasakan meliputi nyeri punggung, nyeri pinggang, ketegangan otot, gangguan tidur, hingga rasa cemas menjelang persalinan.

Sebagai salah satu metode nonfarmakologis, latihan fisik secara rutin menggunakan bola yoga terbukti mampu membantu mengurangi berbagai ketidaknyamanan tersebut. Berdasarkan pedoman pelayanan antenatal yang berlaku, latihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas panggul, memperbaiki postur tubuh ibu, serta memberikan efek relaksasi yang dibutuhkan.

Menariknya, program kesehatan ini dirancang agar sangat terjangkau bagi perekonomian masyarakat desa. Kawan GNFI tidak perlu khawatir memikirkan biaya perawatan kehamilan yang mahal. Ibu hamil dengan usia kandungan mulai dari 34 minggu hingga masa melahirkan tiba, hanya perlu berkontribusi sebesar Rp10.000 untuk bisa menyewa dan membawa pulang bola yoga tersebut. Sistem penyewaan ini sengaja diterapkan oleh pihak puskesmas agar pendataan lebih rapi dan bola yoga dapat terus dimanfaatkan secara bergantian oleh ibu-ibu hamil lainnya di wilayah desa.

baca juga

Kontribusi KKN dalam Promosi SIBOLGA Desa Pagerkasih

Meskipun inovasi pelayanan ini sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun, inisiatif baik tersebut belum tersosialisasi secara maksimal. Belum adanya video promosi maupun dokumentasi panduan yang atraktif membuat alur peminjaman bola yoga di Posyandu Pagerkasih terkadang masih membingungkan bagi calon peserta baru. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa KKN Pagerkasih diberi kepercayaan untuk membantu merancang dan memproduksi video tutorial penyewaan.

Video panduan yang diproduksi oleh para mahasiswa ini memuat langkah-langkah praktis dan urutan pelayanan di Posyandu secara komprehensif. Proses perekaman (shooting) dilakukan secara langsung di pos kesehatan desa dengan memperagakan tahapan demi tahapan yang harus dilewati oleh para calon penyewa.

baca juga

Panduan Peminjaman dalam Video Tutorial SIBOLGA Desa Pagerkasih

Dalam video promosi tersebut, mahasiswa menyoroti tahapan sistematis yang sangat teratur di posyandu. Proses peminjaman dimulai dari meja satu, di mana ibu hamil melakukan registrasi atau pendaftaran awal. Alur kemudian beralih ke meja dua untuk tahapan pemeriksaan dasar kesehatan.

Selanjutnya di meja tiga, dilakukan pencatatan pada buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai bentuk evaluasi kondisi kehamilan. Terakhir, di meja empat, ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan utuh, termasuk penyuluhan mengenai manfaat bola yoga, demonstrasi tata cara penggunaan yang aman, serta skrining kelayakan sebelum alat dibawa pulang.

Melalui visualisasi panduan yang lebih jelas, para ibu hamil di desa kini dapat dengan mudah memahami tata cara prosedur peminjaman. Adanya video ini diharapkan mampu menepis rasa segan atau bingung dari para ibu hamil saat ingin mengakses layanan tersebut.

Kawan GNFI, sinergi lintas generasi antara tenaga kesehatan daerah, seperti bidan koordinator KIA, kader Posyandu, dan mahasiswa KKN ini menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat yang membawa dampak langsung. Ke depannya, inovasi SIBOLGA diharapkan mampu memenuhi indikator keberhasilan utamanya, yakni minimal 80% ibu hamil di wilayah Pagerkasih mau menyewa bola yoga dan rutin melakukan latihan. Langkah cerdas dari Kabupaten Tegal ini patut diapresiasi dan diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lainnya di Nusantara untuk senantiasa mendukung proses persalinan yang sehat, aman, dan nyaman.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.