mahasiswa kknt ipb ajak kelompok tani wanita desa ngrayun bertani modern lewat hidroponik dan pestisida nabati - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKNT IPB Ajak Kelompok Tani Wanita Desa Ngrayun Bertani Modern lewat Hidroponik dan Pestisida Nabati

Mahasiswa KKNT IPB Ajak Kelompok Tani Wanita Desa Ngrayun Bertani Modern lewat Hidroponik dan Pestisida Nabati
images info

Mahasiswa KKNT IPB Ajak Kelompok Tani Wanita Desa Ngrayun Bertani Modern lewat Hidroponik dan Pestisida Nabati


Rumah Kepala Dusun di Desa Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, tampak ramai pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Sebanyak kurang lebih 25 ibu yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita (KWT) Wahyu Mulyo berkumpul mengikuti pelatihan yang digagas Tim KKNT IPB University. Mereka membahas dua inovasi pertanian sekaligus, yaitu budi daya sayuran hidroponik dan pembuatan pestisida nabati.

Kegiatan ini turut dihadiri Yesi Lestari selaku Ketua PKK setempat. Hal ini menandakan dukungan penuh dari perangkat desa terhadap upaya mendekatkan teknologi pertanian modern kepada masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal mengenalkan cara bertani yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Pelatihan ini menjadi salah satu rangkaian program kerja Tim KKNT IPB selama mengabdi di Desa Ngrayun, dengan harapan dapat menumbuhkan semangat berinovasi di kalangan ibu-ibu yang selama ini akrab dengan cara bertani konvensional.

Dalam sesi hidroponik, Tim KKNT IPB memperkenalkan tahapan budi daya secara runtut, mulai dari perendaman benih dan penyemaian di media rockwool, pencampuran nutrisi AB Mix dengan takaran presisi, hingga pengecekan pH dan ppm air menggunakan TDS meter agar tanaman tumbuh optimal.

baca juga

Ibu-ibu KWT diajak mempraktikkan langsung cara merakit netpot berlapis kain flanel dan memindahkan bibit ke instalasi hidroponik, dengan pilihan komoditas seperti kangkung, bayam hijau, pakcoy, selada, dan caisim yang masa panennya berkisar tiga hingga enam minggu.

Peserta juga dijelaskan pentingnya menjaga kebersihan instalasi serta memastikan tanaman mendapat cahaya cukup agar hasil panen tetap maksimal

Antusiasme Masyarakat saat Penyemaian Benih Menggunakan Rockwool
info gambar

Antusiasme Masyarakat saat Penyemaian Benih Menggunakan Rockwool


Suasana kekeluargaan justru semakin terasa saat memasuki sesi pembuatan pestisida nabati. Daun pepaya yang menjadi bahan utama merupakan sumbangan dari warga sendiri, menunjukkan bahwa program ini benar-benar tumbuh dari dan untuk masyarakat Desa Ngrayun.

Ibu-ibu KWT pun saling bantu satu sama lain sepanjang proses peracikan, mulai dari memotong kecil-kecil daun pepaya, memblender potongan daun bersama bawang putih hingga halus, mencampur adonan dengan air bersih, hingga menyaring dan mengemas larutan ke dalam botol spray, sebuah kolaborasi kecil yang mempererat kebersamaan antaranggota kelompok.

Pestisida nabati hasil racikan bersama ini pun dinilai jadi alternatif yang lebih aman bagi kesehatan keluarga dibanding pestisida kimia yang selama ini banyak digunakan.

Antusiasme terlihat sepanjang acara, ibu-ibu aktif bertanya soal ketahanan nutrisi AB Mix, kemungkinan memakai barang bekas untuk instalasi hidroponik, hingga keamanan pestisida nabati bila disemprotkan menjelang panen.

Tak hanya sekadar teori, para peserta juga diberi kesempatan mencoba langsung sejumlah tahapan yang telah didemonstrasikan, mulai dari memindahkan bibit ke netpot hingga merasakan tekstur rockwool yang basah setelah direndam.

Suasana belajar yang interaktif ini membuat materi yang sebelumnya terdengar teknis dan asing menjadi lebih mudah dicerna. Sebab, ibu-ibu KWT bisa langsung mempraktikkan sendiri sambil saling membantu, tanpa hanya mengandalkan penjelasan lisan.

baca juga

Demonstrasi Pembuatan Pestisida Nabati KKN IPB
info gambar

Demonstrasi Pembuatan Pestisida Nabati KKN IPB


Yesi Lestari berharap ilmu yang didapat hari itu tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan benar-benar dipraktikkan di pekarangan rumah masing-masing anggota KWT, sehingga bisa menambah asupan sayur sehat bagi keluarga sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan.

Tim KKNT IPB pun berharap, pengetahuan hidroponik dan pestisida nabati yang telah dibagikan dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh warga dan ditularkan ke kelompok tani lain di sekitar Desa Ngrayun. Dengan demikian, desa ini mampu tumbuh menjadi desa yang lebih mandiri pangan dan ramah lingkungan di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.