melestarikan kuliner khas banjarnegara sd negeri 4 kalimandi ajak siswa berkreasi dan berkarya - News | Good News From Indonesia 2026

Lestarikan Kuliner Khas Banjarnegara, SD Negeri 4 Kalimandi Ajak Siswa Berkreasi dan Berkarya

Lestarikan Kuliner Khas Banjarnegara, SD Negeri 4 Kalimandi Ajak Siswa Berkreasi dan Berkarya
images info

milik Zulfa Mustofa


Upaya mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda dapat dilakukan melalui pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan pengalaman langsung.

Hal inilah yang dihadirkan SD Negeri 4 Kalimandi, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, melalui kegiatan Muatan Lokal (Mulok) Dawet Ayu, gelar karya, dan pentas seni pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Mengusung tema “Merajut Kreativitas dan Kelezatan Tradisional melalui Dawet Ayu Banjarnegara”, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal kuliner khas daerah sekaligus mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan keberanian menampilkan potensi diri.

Aktivitas yang berlangsung di lingkungan SD Negeri 4 Kalimandi tersebut melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6. Setiap jenjang mendapatkan tugas berbeda sesuai dengan tahap pembelajaran, mulai dari mewarnai gambar, membuat poster, hingga menyajikan dan menghias dawet ayu untuk dijual kepada warga sekolah.

baca juga

Mengenal Dawet Ayu melalui Pembelajaran Praktik

Kegiatan diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di halaman sekolah. Acara kemudian dibuka melalui sambutan Kepala SD Negeri 4 Kalimandi, Sujiah Lestari, S.Pd.SD.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa siswa telah mempelajari materi tentang dawet ayu di dalam kelas. Melalui kegiatan tersebut, mereka diajak melanjutkan pembelajaran dengan praktik langsung agar lebih mengenal makanan khas daerahnya.

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga fase, yaitu Fase A untuk kelas 1 dan 2, Fase B untuk kelas 3 dan 4, serta Fase C untuk kelas 5 dan 6. Setiap fase memiliki aktivitas yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa.

baca juga

Kepala sekolah juga menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal, mengenal kekayaan budaya, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap dawet ayu sebagai salah satu ikon kuliner khas Banjarnegara.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui dawet ayu sebagai minuman tradisional, tetapi juga memahami nilai budaya yang melekat di dalamnya. Mengenalkan kuliner lokal sejak dini menjadi salah satu cara agar warisan daerah tetap dikenal dan diapresiasi oleh generasi berikutnya.

Dari Mewarnai hingga Berkreasi Membuat Poster

Setelah pembukaan, siswa mengikuti kegiatan sesuai dengan fase masing-masing. Siswa kelas 1 dan 2 yang termasuk Fase A menuju musala untuk mengikuti kegiatan mewarnai gambar dawet ayu.

baca juga

Melalui aktivitas ini, siswa belajar mengenali bentuk dan tampilan minuman khas Banjarnegara sekaligus mengembangkan kreativitas dalam memadukan warna. Hasil karya mereka kemudian dinilai untuk menentukan karya terbaik dari masing-masing kelas yang akan mendapatkan hadiah.

Sementara itu, siswa kelas 3 dan 4 mengikuti kegiatan pembuatan poster bertema dawet ayu di ruang kelas. Dengan menggunakan kertas gambar, mereka diminta membuat poster iklan sekreatif mungkin agar mampu menarik perhatian pembaca.

Aktivitas tersebut melatih siswa menyampaikan pesan melalui gambar dan tulisan. Mereka belajar bahwa sebuah poster tidak hanya perlu terlihat menarik, tetapi juga harus mampu memperkenalkan produk atau menyampaikan informasi secara jelas.

Berbeda dengan dua fase sebelumnya, siswa kelas 5 dan 6 mendapatkan pengalaman praktik yang lebih dekat dengan proses penyajian produk.

baca juga

Mereka menyiapkan bahan-bahan yang telah dibawa dari rumah, seperti es batu, santan, gula jawa, dan dawet yang sudah jadi.

Siswa kelas 5 bertugas menyajikan dawet ayu sesuai dengan langkah-langkah yang telah dipelajari. Adapun siswa kelas 6 berkreasi menghias sajian dengan berbagai tambahan buah, seperti nangka, mangga, dan durian.

Setelah melalui penilaian, dawet ayu hasil karya siswa dijual kepada warga sekolah yang ingin membeli. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang proses penyajian dan pengenalan produk kepada calon pembeli.

baca juga

Dari program tersebut, pembelajaran Mulok tidak hanya berfokus pada pengetahuan tentang makanan tradisional, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal kreativitas produk dan praktik kewirausahaan sederhana.

Gelar Karya dan Pentas Seni, Ruang bagi Potensi Siswa

Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan diselenggarakannya gelar karya dan pentas seni. Sambil menikmati dawet ayu yang dijual siswa, warga sekolah dapat menyaksikan beragam penampilan seni dari kelas 1 hingga kelas 6.

Siswa kelas 1, di bawah bimbingan Ira Fatrihana, S.Pd., menampilkan tarian “Demi Sang Nabi”. Selanjutnya, siswa kelas 2 yang dibimbing Herlianingsih, S.Pd.I., mempersembahkan tarian “Angguk Jos”.

Siswa kelas 3, dengan bimbingan Salyono, S.Pd.SD., menampilkan pembacaan puisi. Sena membawakan puisi bertema “Guruku”, sedangkan Aulia membawakan puisi “Tuhanku”.

baca juga

Dari kelas 4, siswa yang dibimbing Eko Haryati S., S.Pd.SD., menampilkan dua pertunjukan berbeda. Siswa perempuan membawakan tari tradisional suku Dayak, sementara siswa laki-laki menampilkan tari Warok Saleho dengan iringan lagu “Abah Lala Dalan Gunung”.

Tidak kalah meriah, siswa kelas 5 yang dibimbing Suyati, S.Pd.SD., mempersembahkan tiga tarian, yaitu oglek, jangkrik genggong, dan Caca Marica Hey Hey.

Sementara itu, siswa kelas 6 yang dibimbing Apriatin, S.Pd.SD., turut memeriahkan acara melalui penampilan tari Jangkrik Genggong.

baca juga

Beragam penampilan tersebut memperlihatkan bahwa setiap jenjang memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan menampilkan bakatnya. Melalui proses latihan bersama guru, siswa juga belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab dalam mempersiapkan sebuah pertunjukan.

Merajut Kreativitas, Merawat Warisan Budaya

Kepala SD Negeri 4 Kalimandi berharap gelar karya dan pentas seni dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan ekspresi melalui seni dan budaya.

Setiap penampilan menjadi langkah untuk menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, serta semangat berkarya. Sebab, setiap anak memiliki potensi untuk bersinar dan setiap bakat membutuhkan ruang agar dapat berkembang.

Kegiatan Mulok Dawet Ayu, gelar karya, dan pentas seni di SD Negeri 4 Kalimandi menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung melalui pengalaman yang beragam. Siswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga berkreasi, bekerja sama, mencoba keterampilan baru, dan mengenal budaya daerahnya secara langsung.

baca juga

Melalui kegiatan tersebut, dawet ayu tidak sekadar diperkenalkan sebagai minuman tradisional, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menanamkan kecintaan terhadap kearifan lokal. Sementara itu, gelar karya dan pentas seni memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali serta mengembangkan potensi mereka.

Merawat budaya dapat dimulai dari lingkungan sekolah, melalui pembelajaran sederhana yang menghadirkan pengalaman bermakna. Dari dawet ayu hingga ragam pertunjukan seni, SD Negeri 4 Kalimandi menunjukkan bahwa kreativitas generasi muda dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat tumbuh beriringan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ZM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.