Keluar dari zona nyaman sering kali terdengar lebih mudah daripada melakukannya. Bertemu orang baru, mencoba pengalaman yang belum pernah dilakukan, atau mengambil kesempatan yang terasa asing dapat menghadirkan rasa ragu, terutama ketika seseorang belum terbiasa melakukannya.
Namun, terkadang sebuah lingkungan baru justru menjadi tempat seseorang menemukan keberanian yang sebelumnya tidak ia sadari.
Pengalaman, orang-orang yang ditemui, serta kesempatan yang datang dapat perlahan mengubah cara seseorang melihat dirinya sendiri.
Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Felicitas Apriliano, salah satu Team Member of Public Relations and Media Activation AIESEC in Universitas Brawijaya (AIESEC in UB). Sebelum bergabung, ia mengaku cukup pemalu dan sering merasa takut untuk mengambil kesempatan baru.
Berada di lingkungan AIESEC kemudian membuatnya lebih banyak berinteraksi dengan orang lain, mengembangkan kemampuan sosial, sekaligus mendapatkan berbagai pengalaman yang sebelumnya belum pernah ia coba.
Salah satu pengalaman yang paling membuka pikirannya adalah Future Leaders Conference (FLC) 2026 yang berlangsung pada 15β17 Mei 2026 di Villa Ringgit, Kota Batu, Jawa Timur.
Selama tiga hari, para anggota AIESEC in UB tidak hanya mengikuti berbagai sesi pengembangan diri, tetapi juga berinteraksi dengan anggota dari departemen yang berbeda.
Pertemuan dengan banyak orang dan kesempatan untuk mendengar pengalaman mereka membuatnya menyadari bahwa ia sebenarnya mampu lebih terbuka dan terlibat dengan orang lain.
Dari percakapan sederhana hingga kegiatan bersama, ia mulai melihat bahwa mengenal orang baru tidak selalu menjadi sesuatu yang perlu ditakuti. Justru, setiap orang yang ditemui dapat membawa cerita, perspektif, dan pembelajaran yang berbeda.
FLC juga mempertemukannya dengan Festus Septian Yosafat, yang saat itu menjabat sebagai Member Committee Vice President of Marketing 24.25 AIESEC in Poland dan hadir sebagai Chair of Conference FLC 2026.
Dari pengalaman dan perspektif yang dibagikan selama konferensi, ia mendapatkan satu hal yang kemudian mendorongnya untuk lebih berani, yaitu keberanian untuk mengambil kesempatan baru.
βDari FLC, aku belajar untuk lebih berani mengambil opportunity baru. Kalau dulu mungkin aku terlalu takut atau terlalu banyak mikir, sekarang aku lebih mencoba untuk jalanin dulu dan lihat apa yang bisa aku pelajari dari pengalaman itu,β ujarnya.
Sepulang dari FLC, keberanian tersebut mulai diwujudkan melalui tindakan. Ia kemudian mengambil kesempatan untuk terlibat dalam tiga Organizing Committee di AIESEC in UB, yaitu dua BD Projects dan Global Village Summer 2026.
Berbagai pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk belajar bekerja dengan orang yang berbeda, memahami tanggung jawab baru, dan terus mengembangkan dirinya.
Tidak semua pengalaman berjalan tanpa tantangan. Terlibat dalam beberapa kegiatan sekaligus membuatnya perlu beradaptasi dengan ritme kerja, berkomunikasi dengan banyak orang, serta belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Namun, dari proses tersebut ia justru semakin memahami bahwa kemampuan tidak selalu datang sebelum seseorang mencoba. Ada banyak hal yang baru bisa dipelajari ketika seseorang berani terlibat dan menghadapinya secara langsung.
βSemua pengalaman yang telah aku lalui memberikan pelajaran yang sangat berharga, dan aku bersyukur atas hal itu. Aku merasa berubah menjadi pribadi yang lebih bertumbuh dari sebelumnya,β tutupnya.Β

Perubahan itu juga terasa dalam perannya sebagai Team Member of Public Relations and Media Activation.
Di dalam peran yang berkaitan dengan external representation dan media activation, ia memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan pihak eksternal serta terlibat dalam berbagai aktivitas publikasi. Hal yang sebelumnya mungkin terasa menantang kini menjadi bagian dari proses belajar yang ia jalani.
Meski begitu, perjalanan keluar dari zona nyaman bukan berarti rasa takut sepenuhnya hilang. Ia masih merasa bahwa dirinya terus belajar. Bedanya, kini ia tidak lagi membiarkan rasa takut menjadi alasan untuk berhenti mencoba.
AIESEC in UB akhirnya menjadi lebih dari sekadar organisasi. Bagi dirinya, lingkungan ini menjadi ruang untuk mengenal kemampuan diri, bertemu orang-orang dengan pengalaman yang beragam, dan menemukan keberanian untuk terus mengambil langkah baru.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa keluar dari zona nyaman tidak selalu dimulai dari keberanian yang besar. Terkadang, semuanya dimulai dari satu kesempatan yang dipilih untuk dicoba.


