move out from comfort zone zona bertumbuh versi joshua - News | Good News From Indonesia 2026

Move Out from Comfort Zone: Zona Bertumbuh Versi Joshua

Move Out from Comfort Zone: Zona Bertumbuh Versi Joshua
images info

Kisah Joshua @AIESEC in UB


Banyak orang mengira leadership dimulai ketika seseorang memimpin sebuah tim. Namun baginya, leadership justru dimulai jauh sebelumnya, yaitu ketika seseorang berani mengatakan "iya" pada kesempatan yang membuatnya ragu.

Sebagai mahasiswa Informatika di Universitas Brawijaya, awalnya Joshua mencari ruang untuk berkembang di luar kelas. Ia ingin belajar berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, dan bertemu dengan lingkungan yang berbeda dari kesehariannya.

Keinginan itulah yang membawanya bergabung dengan AIESEC in Universitas Brawijaya sebagai newee di Divisi External Relations–Public Relations and Media Activation.

Saat pertama bergabung, ia belum sepenuhnya percaya diri. Ia masih belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami cara kerja organisasi, dan memberanikan diri menyampaikan pendapat.

baca juga

Namun, justru di situlah ia menemukan hal yang paling berharga dari perjalanannya di AIESEC, yaitu bahwa ia tidak dituntut untuk langsung menjadi seseorang yang hebat, melainkan diberi ruang untuk mencoba dan bertumbuh terlebih dahulu.

Dari berbagai tanggung jawab kecil yang dijalani, perlahan ia mulai lebih berani berkomunikasi dan mengambil inisiatif lalu belajar bahwa perkembangan tidak selalu terasa seperti perubahan besar.

Terkadang, bertumbuh berarti berani berbicara dalam diskusi yang sebelumnya ia hindari, mengambil tanggung jawab ketika masih merasa ragu, atau mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Setelah mendapatkan pengalaman sebagai newee, Joshua kembali memilih untuk keluar dari zona nyaman dengan mencoba berbagai peran dalam kegiatan AIESEC.

baca juga

Ia menjadi bagian dari beberapa Organizing Committee, lalu mendapat kesempatan untuk menjadi team leader dan memimpin timnya sendiri. Perpindahan dari satu peran ke peran lain membuatnya memahami bahwa setiap pengalaman punya caranya sendiri untuk mengajarkan sesuatu.

Sebagai team member, Joshua belajar bahwa kontribusi tidak selalu harus terlihat atau tampil di depan. Ada kalanya ia berada di garis depan, ada kalanya ia bekerja di balik layar.

Namun, keduanya sama-sama penting. Ia belajar untuk tidak hanya memikirkan apa yang bisa ia lakukan sendiri, tetapi juga bagaimana kontribusinya bisa membantu tim mencapai tujuan bersama.

baca juga

Ketika akhirnya dipercaya untuk memimpin tim, Joshua menyadari bahwa leadership bukan berarti memiliki semua jawaban. Justru, ia belajar untuk mendengarkan, mempercayai anggota tim, membagi tanggung jawab, dan mengambil keputusan saat dibutuhkan.

Ia mulai memahami bahwa seorang pemimpin tidak harus menjadi orang yang paling menonjol dalam tim, melainkan seseorang yang mampu membuat orang lain merasa memiliki ruang untuk berkontribusi.

Rasa penasaran kemudian membawa Joshua mencoba sisi AIESEC yang berbeda. Ia bergabung sebagai Talent Acquisition Specialist, tempat ia belajar memahami orang dari perspektif yang berbeda. Melalui proses interview dan interaksi dengan calon anggota, ia belajar untuk mendengarkan lebih dalam dan tidak terburu-buru menilai seseorang.

Menariknya, dalam diri setiap kandidat, ia sering melihat dirinya sendiri ketika pertama kali menjadi newee: seseorang yang mungkin masih ragu, tetapi sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang jika diberi kesempatan.

baca juga

Dari situlah ia semakin memahami apa yang membuat AIESEC berarti baginya. AIESEC bukan hanya tempat untuk mendapatkan pengalaman organisasi. Sebagai team member, ia merasakan sendiri bagaimana sebuah lingkungan dapat mendorong seseorang untuk mencoba, gagal, belajar, dan mencoba lagi.

Ia tidak hanya diberi tanggung jawab, tetapi juga diberi kepercayaan untuk berkembang melalui tanggung jawab itu.

Bagi Joshua, perjalanan di AIESEC bukan soal seberapa banyak posisi yang pernah ia jalani. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap pengalaman mengubah cara ia memandang diri sendiri dan orang lain.

Ia menjadi lebih adaptif menghadapi lingkungan baru, lebih berani mengambil tanggung jawab, dan lebih memahami bahwa bertumbuh juga berarti membantu orang lain mendapatkan kesempatan yang sama.

baca juga

Dulu, Joshua bergabung dengan AIESEC karena ingin mencari pengalaman baru dan ruang untuk bertumbuh. Hari ini, ia melihat AIESEC sebagai ruang yang membantunya menemukan potensi yang mungkin masih belum ia sadari sebelumnya.

Mungkin seseorang tidak selalu tahu apa yang akan terjadi ketika mengatakan "iya" pada sebuah kesempatan. Namun terkadang, keputusan sederhana untuk keluar dari zona nyaman adalah awal dari perjalanan yang membuat seseorang mengenal dirinya sendiri lebih jauh.

Baginya, perjalanan itu dimulai dari satu kalimat sederhana, "Aku ingin mencoba.”

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.