gesid 2026 perkuat guru sebagai pendamping tumbuh kembang remaja - News | Good News From Indonesia 2026

GESID 2026 Perkuat Guru sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Remaja

GESID 2026 Perkuat Guru sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Remaja
images info

GESID 2026


Danone Indonesia bersama AIESEC in Indonesia kembali memperkuat peran Guru Pendamping melalui Kegiatan Pembekalan Guru Pendamping GESID yang diselenggarakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya GESID dalam membekali 66 orang Guru Pendamping di regional Bogor, Klaten, dan Semarang dengan pemahaman mengenai kesehatan dan perkembangan remaja, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam mendampingi Duta GESID Siswa di lingkungan sekolah. 

Guru memiliki peran strategis dalam mendampingi tumbuh kembang remaja, tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai sosok yang dapat memberikan arahan dan dukungan ketika siswa menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pembekalan Guru Pendamping menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan GESID, khususnya untuk memastikan nilai-nilai yang dibawa melalui program dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Guru Pendamping mendapatkan pembekalan yang mencakup tiga nilai utama GESID, yaitu Aku Peduli, Aku Sehat, dan Aku Bertanggung Jawab. Ketiga nilai tersebut diterjemahkan ke dalam pembahasan mengenai kesehatan dan gizi remaja, pemahaman terhadap dunia remaja, serta pembentukan karakter dan tanggung jawab dalam menghadapi berbagai pilihan di masa remaja.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Rizki Yusrini Pohan, Senior Manager Public Affairs & Sustainability di Danone Indonesia. Menurutnya, tombak dari adanya pencegahan anemia dan stunting adalah melalui remaja dan kehidupan sehat sejak remaja dapat menentukan tujuan, serta cita-cita remaja di masa yang akan datang.

baca juga

Setelah pembukaan, peserta mengikuti sesi pembekalan yang disampaikan oleh Dr. dr. Nurul Ratna Mutu M., M.Gizi, Sp.GK(K), Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Pakar Gizi Keluarga dari Universitas Indonesia, melalui sesi “Menghidupkan Kebiasaan Sehat.”

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami kebiasaan remaja dalam memilih makanan dan minuman serta berbagai faktor yang memengaruhinya, mulai dari lingkungan, tren, hingga keinginan untuk mengikuti pilihan teman sebaya. Pembahasan juga mencakup tantangan kesehatan yang kerap dihadapi remaja, seperti pola makan yang tidak seimbang, konsumsi gula dan garam yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, kekurangan zat gizi, serta anemia. Pembekalan berlanjut melalui sesi “Memahami Dunia Remaja” bersama Prof. Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc., Guru Besar dan Pakar Gizi & Ilmu Keluarga IPB University serta Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, FISEMA-IPB. Materi ini mengajak Guru Pendamping memahami berbagai permasalahan sosial yang dihadapi remaja serta kaitannya dengan peran orang dewasa dalam mendampingi perkembangan mereka. 

Pemahaman mengenai remaja kemudian diperluas melalui sesi “Memahami Dunia Remaja” bersama Prof. Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc., Guru Besar dan Pakar Gizi & Ilmu Keluarga dari IPB University. Sesi ini membahas berbagai persoalan yang dihadapi remaja serta bagaimana orang dewasa dapat membangun hubungan yang mendukung perkembangan mereka. Guru Pendamping juga diajak melihat pentingnya kasih sayang, empati, kemampuan mengenali emosi, rasa hormat, dan tanggung jawab dalam mendampingi proses perkembangan karakter remaja.

baca juga

Tidak hanya mendapatkan pembekalan dari para ahli, peserta juga memperoleh perspektif dari pengalaman Guru Pendamping yang telah terlibat dalam pelaksanaan GESID. Ibu Dani Srihandayani, S.S., S.Kom., Guru Informatika SMP Negeri 25 Kota Surakarta sekaligus Best Guru Pendamping Region Surakarta GESID 2025, membagikan pengalamannya dalam mendampingi Duta GESID Siswa di sekolah.

Bagi Ibu Dani, kemampuan siswa perlu diikuti dengan kemauan untuk mengambil peran dan Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa peran Guru Pendamping tidak berhenti pada penyampaian informasi. Guru juga menjadi penghubung antara GESID, pihak sekolah, dan Duta GESID Siswa, termasuk dalam membantu koordinasi, memberikan arahan, serta mendampingi siswa ketika menghadapi kendala selama pelaksanaan program.

“Saya belajar, bahwa menanamkan nilai tanggung jawab dan membangun karakter sejak remaja sangat penting untuk membantu mereka memiliki visi hidup yang jelas dan bermakna. Dalam sesi ini, saya memahami bahwa peran Duta GESID tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai figur teladan yang dapat menginspirasi teman sebaya untuk memilih gaya hidup sehat, menjauhi risiko, dan membangun masa depan yang positif. Pembentukan karakter yang kuat sejak dini akan membekali mereka menjadi generasi yang tangguh dan hebat,” ujar Ibu Dani Srihandayani, S.S., S.Kom., Guru Informatika SMP Negeri 25 Kota Surakarta sekaligus Best Guru Pendamping Region Surakarta GESID 2025.

Ia juga menyampaikan harapannya kepada panitia GESID untuk ke depannya. “Terima kasih kepada panitia GESID yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Untuk kedepannya, kami harap panitia dapat memperluas jangkauan informasi serta pendampingan ke sekolah-sekolah secara lebih merata. Jika memungkinkan, fasilitasi dukungan lanjutan bagi para Duta GESID agar mereka tetap semangat dan konsisten menjadi inspirasi bagi teman sebayanya.”

baca juga

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan penguatan mengenai program GESID dan peran Guru Pendamping dalam mendukung implementasi program di sekolah. Melalui peran tersebut, Guru Pendamping diharapkan dapat membantu Duta GESID Siswa menerapkan nilai-nilai GESID dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan, kepedulian, dan tanggung jawab remaja.

Melalui Kegiatan Pembekalan Guru Pendamping GESID, Danone Indonesia dan AIESEC in Indonesia memperkuat kolaborasi dengan para guru sebagai bagian dari ekosistem pendukung remaja di sekolah. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kesehatan, perkembangan, dan tantangan remaja, Guru Pendamping diharapkan dapat terus mendukung Duta GESID Siswa dalam membawa nilai Aku Peduli, Aku Sehat, dan Aku Bertanggung Jawab ke lingkungan sekolah.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.