Semangat pengabdian pemuda di Kabupaten Bogor kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Usai resmi dilantik dan dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031 pada Sabtu (3/10/2026) pagi di Aula Kantor Kecamatan Cigombong, jajaran pengurus Karang Taruna Kecamatan Cigombong tidak meluangkan waktu untuk bersantai. Pada siang harinya, para pemuda ini langsung melangkah menggelar program Sekolah Advokasi di lokasi yang sama.
Mengusung prinsip "pagi dilantik, siang mendidik", langkah cepat organisasi kepemudaan ini menjadi angin segar bagi dinamika pembangunan masyarakat lokal.
Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua 3 Karang Taruna Kabupaten Bogor, Sampul Rizal, yang hadir mewakili Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan.
Kegiatan Sekolah Advokasi ini mengusung tema "Mewujudkan Kader Pemuda Tanggap, Kritis, dan Berintegritas dalam Pendampingan Sosial Kemasyarakatan".
Program ini terlaksana berkat sinergi erat antara Karang Taruna Kecamatan Cigombong, Pemerintah Kecamatan Cigombong, serta Karang Taruna Kabupaten Bogor.
Melalui Sekolah Advokasi, para pemuda dibekali pemahaman hukum terapan serta kepekaan sosial agar tidak sekadar memahami teori, melainkan siap menjadi penyelesai masalah (problem solver) ketika warga membutuhkan pendampingan di akar rumput.
Untuk memastikan efektivitas materi, pelatihan ini menghadirkan empat praktisi ahli yang membekali peserta dalam empat sektor vital kemasyarakatan.

Penyerahan Piagam oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Cigombong kepada Narasumber | Sumber: Dok. Pribadi Karang Taruna Kecamatan Cigombong
Pada sektor pendidikan, Ketua PGRI Kecamatan Cigombong, Wawan Gubawan, S.Ag., mengajak para kader muda untuk mengawal hak dasar pendidikan warga. Harapan utamanya adalah memastikan tidak ada anak di wilayah Cigombong yang mengalami putus sekolah akibat keterbatasan akses ekonomi maupun minimnya informasi.
Sementara itu pada sektor kesehatan masyarakat, Kurniawati Fazrin, S.KM., selaku Tenaga Kesehatan Masyarakat, mendorong kader Karang Taruna untuk mengambil peran strategis sebagai agen perubahan.
Bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat, pemuda didorong menjadi penggerak pola hidup sehat, pelopor pencegahan penyakit menular, hingga menyuarakan advokasi kebijakan kesehatan hingga tingkat desa.
Di bidang bantuan hukum dan advokasi, Abdurahman Said, S.H., dari MSM Law Firm dan LBH Pendidikan, membagikan pemahaman dasar mengenai hukum dan seni advokasi publik. Pembekalan ini bertujuan agar pemuda Cigombong memiliki keberanian serta pemahaman prosedur legal yang tepat saat mendampingi warga.
Adapun pada pilar perlindungan perempuan dan anak, Edi Iriawadi, S.H., M.H., Tenaga Ahli Hukum UPT PPA Kabupaten Bogor, menekankan pentingnya respons cepat terhadap potensi kekerasan serta pentingnya membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak-anak.
Langkah awal yang diresmikan melalui Sekolah Advokasi ini menjadi bukti nyata bagaimana pemuda daerah mampu mengejawantahkan arti pengabdian yang sesungguhnya.
Dengan wawasan yang makin mantap, para kader Karang Taruna Kecamatan Cigombong kini siap kembali ke desa masing-masing untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran Sekolah Advokasi Karang Taruna Kecamatan Cigombong diharapkan menjadi titik balik lahirnya generasi muda yang adaptif serta berani mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.
Sinergi antara pemuda, praktisi, dan pemerintah setempat ini membuktikan bahwa elemen pemuda tidak sekadar hadir dalam acara seremonial, melainkan siap menjadi garda terdepan penanganan berbagai persoalan sosial warga.
Melalui pembekalan empat pilar advokasi strategis, para kader muda memiliki kompas moral dan panduan praktis untuk memberikan pendampingan berkualitas di tingkat desa.
Langkah inspiratif dari Bogor ini mempertegas pentingnya kolaborasi pemuda dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial yang dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat luas.


