limbah pertanian bisa diolah untuk bantu pulihkan kesuburan tanah bagaimana caranya - News | Good News From Indonesia 2026

Limbah Pertanian Bisa Diolah untuk Bantu Pulihkan Kesuburan Tanah, Bagaimana Caranya?

Limbah Pertanian Bisa Diolah untuk Bantu Pulihkan Kesuburan Tanah, Bagaimana Caranya?
images info

Foto oleh David Clode di Unsplash


Tanah menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya hortikultura. Namun, penggunaan lahan secara intensif, berkurangnya bahan organik, dan perubahan iklim dapat memengaruhi kesuburan serta kemampuan tanah menyimpan air dan hara.

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN membahas biochar sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah. Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan melalui pemanasan bahan organik dengan sedikit atau tanpa oksigen.

Bahan tersebut dapat digunakan sebagai pembenah tanah. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik biochar dan kondisi lahan.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari mengatakan tantangan di sektor pertanian semakin beragam sehingga penanganannya membutuhkan kerja sama lintas bidang.

โ€œMelalui riset, inovasi, inventarisasi data yang akurat, serta kerja sama yang erat, saya optimistis kita dapat mengubah tantangan besar ini menjadi peluang untuk mewujudkan ketahanan ekologis dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,โ€ ujar Puji dalam webinar HortiActive #30, Rabu, 23 September.

ย 

Biochar Berasal dari Berbagai Limbah

Peneliti Ahli Madya BRIN Triyani Dewi mengatakan biochar dapat dibuat dari limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Bahan bakunya antara lain sekam dan jerami padi, tongkol jagung, tempurung kelapa, tandan kosong kelapa sawit, kulit buah kakao, ampas tebu, serbuk gergaji, serta sisa kayu dari industri mebel.

Pemanfaatan bahan-bahan tersebut dapat mengubah limbah organik menjadi material untuk pengelolaan tanah. Namun, jenis bahan baku akan memengaruhi sifat biochar yang dihasilkan.

Menurut Triyani, karakteristik biochar juga dipengaruhi kondisi pirolisis, ukuran partikel, metode produksi, dan faktor lingkungan.

Perbedaan tersebut membuat biochar dari satu bahan tidak selalu memiliki sifat yang sama dengan biochar dari bahan lain. Penggunaannya pada lahan hortikultura karena itu perlu didasarkan pada pengujian, bukan hanya pada jenis limbah yang digunakan.

Biochar yang digunakan sebagai pembenah tanah perlu diperiksa berdasarkan sifat fisika, kimia, dan stabilitas karbonnya.

Beberapa parameter yang dapat digunakan meliputi tingkat keasaman atau pH, kadar abu, kapasitas menahan air, volume pori, kandungan bahan volatil, kerapatan massa, dan luas permukaan.

Kandungan logam berat juga perlu diuji sebelum biochar diberikan ke lahan hortikultura. Pengujian tersebut berkaitan dengan keamanan tanah, tanaman, dan hasil pertanian.

Biochar dengan karakteristik berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap tanah. Jenis tanah, dosis, cara aplikasi, dan jenis tanaman juga dapat memengaruhi hasil penggunaannya.

ย 

Dampak Biochar Dapat Bertahan Beberapa Musim

Triyani mengatakan biochar memiliki stabilitas karbon yang tinggi. Sifat tersebut membuat material ini dapat bertahan lebih lama di dalam tanah dibandingkan sebagian bahan organik yang lebih cepat terurai.

โ€œStabilitas karbon yang tinggi dan persistensi jangka panjang dalam tanah memungkinkan biochar diberikan satu kali, sementara dampak residunya dapat dirasakan setelah beberapa musim tanam,โ€ jelas Triyani.

Pernyataan tersebut tidak berarti semua biochar memberikan dampak yang sama dalam jangka panjang. Lama bertahannya biochar dipengaruhi bahan baku, proses produksi, kondisi tanah, dan lingkungan lahan.

Karena itu, penggunaan biochar tetap memerlukan pengamatan terhadap perubahan pH, ketersediaan hara, kelembapan tanah, dan respons tanaman selama beberapa musim tanam.

ย 

Kombinasi dengan Kompos dan Pupuk Organik

BRIN juga membahas penggunaan biochar bersama kompos atau pupuk organik lainnya. Kombinasi tersebut berpotensi memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah.

Biochar dapat membantu meningkatkan kapasitas retensi air dan mengurangi pencucian hara. Pupuk organik dapat menambah bahan organik serta menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Kombinasi biochar dengan pupuk anorganik juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Pemakaian biochar tidak menggantikan kebutuhan pengujian tanah maupun pengaturan dosis pemupukan.

Menurut Triyani, aplikasi biochar dari limbah organik berpotensi memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah hortikultura. Penggunaannya bersama pupuk organik atau anorganik juga berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan, kapasitas menahan air, dan pH tanah, serta mengurangi pencucian hara.

ย 

Dikaitkan dengan Pengurangan Emisi

Kepala Pusat Riset Hortikultura ORPP BRIN Dwinita Wikan Utami mengatakan pemanfaatan biochar dibahas dalam kaitannya dengan pemulihan kualitas tanah, pengurangan emisi, dan peluang perdagangan karbon di sektor pertanian.

Biochar menyimpan sebagian karbon dari bahan organik dalam bentuk yang lebih stabil. Meski demikian, manfaat pengurangan emisi perlu dihitung berdasarkan bahan baku, proses pirolisis, penggunaan energi, transportasi, dan lama penyimpanan karbon di tanah.

Pembahasan mengenai perdagangan karbon juga membutuhkan data pengukuran dan verifikasi. Materi yang disampaikan BRIN dalam webinar tersebut belum memuat nilai pengurangan emisi, biaya produksi, dosis aplikasi, atau hasil uji lapangan untuk setiap jenis tanaman hortikultura.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.