Paraย exchange participants (EP) program Incoming Global Volunteer (iGV) AIESEC in USU menjalankan teaching session, yaitu sesi mengajar langsung di kelas bersama siswa sekolah mitra selama periode proyek Global Classroom Oktober 2026.
Aktivitas ini berlangsung di ruang kelas Namira Islamic School Medan, Jabal Rahmah Mulia, dan EduGlobal.
Sesi tersebut diikuti oleh para EP dan siswa dari ketiga sekolah mitra, dengan pendampingan organizing committe (OC) atau panitia. Kehadiran OC piket memastikan kegiatan berjalan lancar dan membantu para EP merasa didukung selama berada di kelas, terutama bagi mereka yang baru pertama kali mengajar di Indonesia.
Teaching session dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, minat literasi, dan wawasan global siswa. Materi yang disampaikan tidak terbatas pada bahasa Inggris, tetapi juga mencakup literasi dan numerasi dasar.
Para EP memadukannya dengan permainan,ย storytelling, dan sesi diskusi agar suasana kelas lebih hidup dan siswa berani berpartisipasi.
Pendekatan interaktif ini membuat siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat langsung. Mereka diajak berbicara, bertanya, dan mencoba menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang menyenangkan, sehingga rasa percaya diri tumbuh lebih alami dibandingkan belajar dengan metode ceramah.
Salah satu bagian yang paling menarik bagi siswa adalah pengenalan budaya negara asal para EP. Melalui cerita, gambar, dan percakapan, siswa mengetahui bagaimana kehidupan, kebiasaan, dan tradisi di negara lain.
Bagi banyak siswa, ini adalah kesempatan langka untuk bertemu langsung dengan orang dari negara berbeda tanpa harus meninggalkan kelas.
Di sisi lain, para EP juga belajar dari siswa. Mereka mengenal cara belajar anak-anak Indonesia, keramahan mereka, serta rasa ingin tahu yang besar.
Pertukaran ini menjadikan ruang kelas sebagai tempat bertemunya dua budaya yang saling memperkaya. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4,ย Quality Education.
Pengalaman menjalani rangkaian program di Medan meninggalkan kesan hangat bagi para EP. Sneham salah satunya, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang ia terima dari orang-orang di sekelilingnya.ย Sementara itu, Avision menyoroti pentingnya kebersamaan dalam pengalaman yang mereka jalani.
Kedua kesan tersebut menggambarkan bahwa pengalaman mengajar tidak berdiri sendiri. Dukungan dari panitia, sekolah, dan sesama peserta menjadi fondasi yang membuat para EP merasa nyaman, bersemangat, dan siap memberikan yang terbaik bagi para siswa.
Teaching Session menjadi tahap praktik dari rangkaian persiapan yang telah dilalui para EP, mulai dari Incoming Preparation Seminar, capacity building, hingga alignment meeting dengan sekolah mitra.
Dengan bekal tersebut, para EP memasuki kelas dengan pemahaman tentang karakter sekolah, tingkat kemampuan siswa, dan harapan program.
Setiap pertemuan di kelas menjadi kesempatan untuk menerapkan strategi mengajar, menyesuaikan metode dengan kebutuhan siswa, dan membangun kedekatan yang membuat belajar terasa lebih ringan. Interaksi yang terjalin di ruang kelas inilah yang menjadi inti dari proyek Global Classroom Incoming Global Volunteer.
Di ruang-ruang kelas Namira Islamic School Medan, Jabal Rahmah Mulia, dan EduGlobal, pertemuan sederhana antara guru tamu dan siswa menjadi awal dari rasa penasaran terhadap dunia yang lebih luas. Kosakata baru, cerita dari negeri jauh, dan tawa saat bermain bersama adalah hal-hal kecil yang berpotensi dikenang jauh setelah program berakhir.


